````````````````````````` Laporkan Situasi Lingkungan Anda [EMAIL PROTECTED] ^*^*^*^*^*^*^*^* Minggu, 14 Oktober 2001 Gereja Santo Thomas Sleman Dilempar Bom ---------------------------------------------- Sleman, Kompas - Gereja Katolik Santo Thomas di Kelurahan Margodadi, persis di pinggir Selokan Mataram, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (13/10), dini hari dilempar sebuah bom oleh orang tak dikenal. Tidak ada korban jiwa pada ledakan yang mengejutkan penduduk sekitar tersebut, kecuali empat genteng dan dua eternit persis di depan pintu masuk pecah.
"Bom yang dilempar itu meledak pukul 01.10, saya langsung terbangun dan kemudian lari melaporkan peristiwa ini ke Polres Sleman," demikian kesaksian Sarjono, koster atau penjaga gereja yang sehari-hari tidur di ruang pastoran, sekitar 100 meter dari gereja, ketika ditemui di halaman gereja, kemarin. Sedangkan masyarakat sekitar juga terbangun dan menuju gereja tersebut. Lemparan bom low explosive itu merusakkan empat genteng dan memecahkan dua eternit di pintu masuk gereja. "Saya tak menduga kalau ada lemparan bom itu. Untunglah bom itu tidak mengenai lampu. Jika sampai kena aliran listrik, bisa korsleting," ujarnya. Kepala Polres Sleman, Ajun Komisaris Besar (Pol) Djoko Subroto, yang datang ke tempat kejadian menemukan serpihan belerang dan baterai. Diperkirakan, bom yang dilempar oleh pelaku adalah jenis bom rakitan dan bersifat low explosive. Menurut Brigadir (Pol) Panggung Suharyono bersama dua rekannya, Ajun Brigadir (Abrig) (Pol) Aryanto dan Ajun Brigadir (Pol) Djuweni, gereja langsung dijaga empat personel polisi dari Polsek Seyegan, dan sejumlah warga setempat. "Setelah ledakan, petugas mencium bau seperti belerang, dan barang bukti semacam detonator sudah diamankan ke Kepolisian Daerah (Polda) Yogyakarta," ujar Brigadir (Pol) Panggung Suharyono. Pengendara berboncengan Polisi mengungkapkan, beberapa saat setelah ledakan, masyarakat sempat memergoki dua pria berboncengan sepeda motor Honda Grand ke arah barat. "Yan g seorang berjaket kuning, dan satunya pakai jaket warna hitam," ujar Panggung Suharyono, Bintara Pembina Kamtibmas, Polsek Seyegan tersebut. Beberapa saksi mata mengatakan, ledakan bom itu terdengar sampai radius dua kilometer, karena saat itu suasana desa sangat sepi. Seorang penduduk bernama Wandiman (45), mengatakan, sebelum terjadi ledakan tak ada hal-hal yang mencurigakan. Ketika peristiwa itu terjadi, Wandiman sedang melakukan siskamling dengan beberapa rekannya. Wandiman adalah saksi mata yang setelah ledakan melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang tancap gas dari halaman gereja ke arah barat. Sedangkan koster Sarjono mengaku, sebelum peristiwa terjadi tidak menerima ancaman apa pun. "Kami hidup tenang, beberapa kali si Bruno, anjing kami memang sempat dibius orang, tetapi tak terjadi apa-apa," ujar Sarjono. Gereja Santo Thomas sebenarnya merupakan gereja stasi (kecil) dengan pastur kunjungan Yuni Triwibowo PR, dan berada di bawah Gereja Medari, Sleman. Dua bulan sebelumnya, di Yogyakarta, rumah pendeta Jhon Then di Jalan Cokroaminoto, Yogyakarta, juga dilempar bom. Pada peristiwa ini juga tidak menimbulkan korban jiwa. (sig/hrd) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0110/14/UTAMA/gere01.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
