````````````````````````` H O T S P O T [EMAIL PROTECTED] ^*^*^*^*^*^*^*^*
Proses Damai Poso, Kubu Putih Ajukan 9 Poin, Merah 6 Poin `````````````````````````````````````````````````` Reporter: Abdul Haerah detikcom - Malino, Sampai pukul 12.30 WITA, Kamis (20/12/2001) rapat pleno 'Pertemuan untuk Poso' masih berlangsung. Dalam rapat ini, kelompok putih (Islam) mengajukan 9 poin pendapat dan kelompok merah (Kristen) mengajukan 6 poin dalam rangka proses perdamaian. Rapat pleno yang digelar di Celebes Villa & Resort yang dipimpin Menko Kesra Jusuf Kalla yang bertindak sebagai mediator digelar mulai pukul 10.00 WITA. Kedua perwakilan dua kubu yang bertikai ini dipertemukan. Pertemuan kali ini merupakan pertemuan untuk mempertemukan hasil-hasil dari pertemuan sebelumnya. Sebagaimana diketahui, di hari pertama, telah dilakukan pertemuan secara terpisah antara mediator dengan kelompok putih dan mediator dengan kelompok merah. Pada Rabu malam hingga Kamis dini hari juga telah digelar pertemuan internal kedua pihak. Masing-masing pihak membahas poin-poin apa yang akan diajukan dalam rapat pleno yang saat ini sedang berlangsung. Dari informasi yang didapat detikcom, kelompok putih akan mengajukan 9 poin dalam rangka perdamaian di Poso. Sementara kelompok Kristen mengajukan 6 poin. Informasi dari kelompok putih didapat dari H Sofjan Farid Lembah, yang juga koordinator Front Solidaritas Islam. Ke-9 poin itu, pertama, menghentikan segala bentuk penyerangan dan penderitaan terhadap kaum muslim Poso. Kedua, adanya jaminan dari aparat keamanan untuk menciptakan iklim kondusif di Poso. Ketiga, penegakan supremasi hukum. Keempat, menghentikan campur tangan asing dan upaya mendatangkan intervensi negara sing. Kelima, belum saatnya pemberlakuan darurat sipil. Keenam, sinode GKST/Crisis Center segera menghentikan fitnah dan tidak lagi memutarbalikkan fakta terhadap umat Islam. Ketujuh, mengembalikan hak muslim, termasuk dalam menjalankan agamanya dengan baik. Kedelapan, setiap warga negara RI berhak untuk tinggal di bumi Poso. Kesembilan, jika salah satu atau keseluruhan kesepakatan Malino dilanggar, maka umat Islam Poso akan menyatakan Jihad Fi Sabilillah. Sementara itu, Ketua Tim Delegasi kelompok merah, Drs. J Santos mengetakan, ada enam poin yang akan ditawarkan kelompoknya dalam rapat pleno. Pertama, dalam bidang pemulihan keamanan; meminta aparat untuk mencegah pendatang baru masuk ke Poso. Kedua, dalam bidang sosial ekonomi; merehabilitasi sarana peribadatan, pendidikan, perkantoran, dan perumahan penduduk, mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan pengungsi. Ketiga, dalam bidang penegakan supremasi hukum; demi kedamaian kelompok yang bertikai, diharapkan kesediaan semua pihak untuk saling memaafkan, saling mengampuni, dan bersama-sama memandang ke depan. Keempat, dalam bidang penanganan sosial politik; distribusi kekuasaan, hendaknya diperhatikan oleh pemerintah pusat, agar dalam pengisian atau penempatan Muspida, pemerintah mempertimbangkan keseimbangan dan kemajemukan. Kelima, bidang pemerintahan; meminta siapa pun yang menjadi pemimpin di Poso menjadi semua pemimpin warga Poso. Keenam, bidang agama; meminta pemerintah dan pemuka agama untuk mentaati terjadinya saling hujat dan menghina masing-masing agama, karena hal itu akan menyuburkan konflik. Kelompok merah juga meminta pemuka agama untuk mendinginkan suasana umat lewat khutbah dan ceramah-ceramah agama. Sementara itu, salah satu peserta pertemuan dari kelompok Islam, Habib Saleh yang Rabu kemarin absen, saat ini sudah tiba dan mengikuti pertemuan. Sementara dari kelompok merah, dua peserta tidak hadir. Rapat pleno ini diperkirakan akan selesai pukul 15.00 WIB. (asy) www.detik.com
