```````````````````````````````
[EMAIL PROTECTED]
Hot Spot: 3/1/2002
^*^*^*^*^*^*^*^*^*^
Pelaku Pemboman Gereja Teridentifikasi
`````````````````````````````````````````````````
PALU (Antara): Kadispen Polda Sulawesi Tengah AKBP Drs Agus Sugianto
mengatakan tiga dari sepuluh saksi yang diperiksa polisi sekaitan dengan
peledakan bom di empat gereja di kota Palu saat menjelang dan sesudah
bergantian tahun 2001 teridentifikasi sebagai pelaku peledakan.
"Berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang ditemukan, kuat
dugaan tiga dari sepuluh orang yang diperiksa adalah pelaku peledakan,"
katanya kepada wartawan di Palu, Rabu (2/1).
Agus Sugianto menolak menyebutkan nama dan dari kelompok mana ketiga orang
yang dimaksud karena polisi masih mengembangkan penyelidikan dan
mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk menyatakan status mereka sebagai
tersangka.
Di rumah ketiga orang teridentifikasi sebagai pelaku itu, kata Agus, polisi
menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat alat merakit bom.
Barang bukti yang ditemukan polisi itu antara lain dua lembar peta kota Palu
yang menunjukkan lokasi-lokasi rumah ibadah, sebuah catatan cara merakit
bom, dua buah jam weker satu di antaranya sudah disambungkan ke kabel,
sebuah alat patri, 30 butir peluru kaliber 5,56, dan satu magazin.
"Seluruh barang bukti tersebut ditemukan di rumah ketiga orang yang
diarahkan sebagi tersangka," ujarnya.
Menurut Agus, dari serpihan lendakan yang ditemukan di tempat kejadian
perkara (TKP) besar kemungkinan pelaku masih memiliki keterkaitan meskipun
peledakan itu terjadi di empat lokasi yang berbeda.
Namun, dia membantah peledakan beruntun atas sejumlah rumah ibadah umat
kristiani di ibukota Provinsi Sulawesi Tengah itu terkait dengan kerusuhan
massal yang menyebabkan terbakarnya pasar induk tradisional (PIT) Masomba
selama dua hari lalu, Jumat dan Sabtu pekan lalu (28-29/12). "Apalagi
dikaitkan dengan kerusuhan di kabupaten Poso," katanya menambahkan.
Gereja yang menjadi sasara peledakan pada malam pergantian tahun 2001-2002
itu yaitu Gerja Pantekosta Indonesia di Jalan MH Thamrin dan Gereja Advent
di Jalan Setia Budi, keduanya di kecamatan Palu Timur, serta Gereja Kristen
Indonesia di Jalan Pattimura wilayah Kecamtan Palu Selatan.
Ketiga gereja di Palu itu dihajar bom pada senin tengah malam hingga Selasa
dini hari antara pukul 23:50 hingga pukul 00:05 waktu setempat, namun hanya
merusak kaca jendela/pintu bagian depan bangunan dan seorang cedera ringan.
Sementara gereja Pantekosta yang berlokasi di Jalan Gajah Mada wilayah
Kecamatan Palu Barat diguncang bom Selasa pagi pukul 09:30 Wita
mengakibatkan kaca di bagian depan gereja dan sejumlah kaca bangunan di
sekitarnya berantakan.
Dalam insiden terakhir ini juga dilaporkan Bharatu Yani Afianto anggota
Jihandak Polda Sulteng mengalami luka serius pada bagian kepala akibat
terkena serpihan ledakan bom saat hendak menjinakannya.
Polisi yang mengalami musibah itu Selasa siang diterbangkan ke Makassar guna
mendapatkan perawatan lanjutan di RSU DR Wahidin Sudiro Husodo.