`````````````````````````````````````````` Sari Berita : "Seputar Malino II" ^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^^*^*^* * Amerika Sambut Baik Pertemuan Malino Untuk Maluku * Delegasi Islam Tolak Pemulangan Laskar Jihad di Maluku * Malino II Harus Diikuti Sosialisasi Yang Efektif * Pencabutan Darurat Sipil Maluku Tergantung Situasi Pasca Malino * Pertemuan Malino-Kelompok Islam: Masih Ada Persoalan Prinsip Dengan Kristen * Delegasi Malino II Masih Bersitegang Soal Sipil Bersenjata * 'Perlu 10 tahun untuk dapatkan generasi baik di Maluku' * Kelompok Kristen: Kami datang untuk berdamai ``````````````````````````````````````````````````````````````````
February. 12, 2002 15:59:34 WIB Amerika Sambut Baik Pertemuan Malino Untuk Maluku ====================================== JAKARTA, Mandiri - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyambut baik upaya pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan pembicaraan damai antara masyarakat Muslim dan Kristen Maluku yang berlangsung di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Informasi yang diterima Antara New York dari Departemen Luar Negeri AS, Senin (Selasa waktu Indonesia) menyebutkan, dialog tersebut merupakan kunci dari upaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Maluku. "Pembicaraan ini adalah suatu langkah penting dalam upaya Indonesia mengakhiri kekerasan, menegakkan hukum dan mengupayakan pembangunan kembali Provinsi Maluku," kata Juru Bicara Deplu AS, Richard Boucher dalam konferensi pers yang berlangsung di Washington DC. http://www.mandiri.com/?8267737131728778788586818491088071898543383120202423 2527 Nasional Delegasi Islam Tolak Pemulangan Laskar Jihad di Maluku 12 Feb 2002 13:45:6 WIB ======================================= TEMPO Interaktif, Maluku: Delegasi kelompok Islam yang melakukan perundingan dengan delegasi kelompok Kristen di Malino, Sulawesi Selatan, menyatakan menolak syarat pemulangan Laskar Jihad dari bumi Maluku. Ketua Delegasi Kelompok Islam, Thamrin Ely dalam keterangan persnya, Selasa (12/2) siang, menegaskan bahwa gagasan untuk memulangkan Laskar Jihad tidak sesuai dengan prinsip-prinsip negara kesatuan Republik Indonesia dan penegakan HAM. "Setiap warga negara Indonesia berhak tinggal di mana saja di negeri ini, apakah itu laskar jihad atau laskar lainnya. Tidak ada alasan untuk memulangkan laskar," ujarnya. Dia mengakui keberadaan Laskar Jihad di Maluku memberi kontribusi positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Thamrin mencontohkan, setelah penanganan sampah ditinggalkan BBM (Bugis, Buton, Makassar), dikerjakan oleh Laskar Jihad. Solusinya, ia menawarkan, bukan dengan pemulangan Laskar Jihad itu. Tetapi, mereka yang dianggap melakukan pelanggaran hukum harus diproses secara hukum. Thamrin menandaskan, pihaknya akan memperjuangkan agar Laskar Jihad tidak dipulangkan. Kalau persoalan itu akan menjadi persoalan dalam perumusan kesepakatan akhir, ia mengusulkan sebaiknya poin ketidaksepahaman itu ditunda dulu. http://www.tempointeraktif.com/news/2002/2/12/1,1,7,id.html Malino II Harus Diikuti Sosialisasi Yang Efektif Reporter : Anis Ardiyanti ================================ detikcom - Jakarta, Setelah pertemuan Malino II mencapai beberapa kesepakatan, langkah penting berikutnya adalah menerapkan kesepakatan itu di masyarakat Maluku yang bertikai. Untuk itu perlu dicari proses sosialisasi yang efektif. Hal itu diungkapkan oleh anggota DPR dari Fraksi TNI, Isaac Latuconsina kepada detikcom di gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, (12/2/2002). "Yang kemudian perlu dilakukan oleh wakil-wakil kedua kelompok tersebut tersebut adalah mensosialisasikan hasil pertemuan kepada beratus-ratus orang, yaitu rakyat Maluku yang selama ini bertikai," ujar Isaac. http://www.detik.com/peristiwa/2002/02/12/20020212-182609.shtml Pencabutan Darurat Sipil Maluku Tergantung Situasi Pasca Malino Reporter : Abdul Haerah H.R. ============================================= detikcom - Malino, Kapolri Jend. Pol. Da'i Bachtiar mengatakan, pencabutan status darurat sipil di Maluku sangat tergantung pada situasi di Maluku. Terutama situasi keamanan pasca dilaksanakannya perundingan Malino. "Porsi pemerintah akan dilihat setelah dicapai kesepakatan di pertemuan ini. Setelah itu, pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu sesuai porsi yang diberikan," kata Kapolri di sela perundingan untuk Maluku di Malino, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (12/2/2002). Polri, kata Da'i, akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Maluku. Terutama pasca perundingan Malino. "Ini sudah menjadi tugas kami aparat kepolisian untuk menegakkan hukum di daerah tersebut. Polri juga sangat menghargai sikap kedua kelopok bertikai yang mau bersepakat mengakhiri konflik dan kekerasan. Ini sebuah langkah maju," ujar Kapolri. http://www.detik.com/peristiwa/2002/02/12/20020212-141312.shtml Pertemuan Malino-Kelompok Islam: Masih Ada Persoalan Prinsip Dengan Kristen ============================== [12/2/2002 08:27:03 WIB]Pertemuan Damai untuk Maluku hari ini diperkirakan akan berjalan alot. Pasalnya kedua kelompok bertikai masih belum menemukan titik temu, khususnya mengenai persoalan prinsipil tentang cara pandang terhadap Republik Maluku Selatan (RMS). "Cara pandang Umat Islam berbeda dengan cara pandang Kristen mengenai hal ini (RMS-red). Sampai hari ini juga belum ada kejelasan sikap pemerintah bahwa kerusuhan Maluku diskenario oleh RMS," kata Mahmud, Koordinator tim Islam saat ditemui disela-sela pertemuan hari kedua di Malino, Selasa (12/2). Pemerintan maupun Kelompok Islam menurut Mahmud diperlukan adanya transparansi dalam penanganannya. Berkaitan hal ini, kelompok Islam menginginkan adanya penegakan hukum yang adil dan konsisten. Negara dan Umat Kristen Maluku menurut Mahmud juga harus mengakui keterlibatan RMS dalam konflik di Maluku serta menyatakan bahwa organisasi tersebut terlarang. Warga Kristen juga juga harus membuka diri bahwa mereka juga telah melakukan kesalahan-kesalahan terhadap Umat Islam. http://www.kopitime.com/news/pol/news.asp?id=18108 Delegasi Malino II Masih Bersitegang Soal Sipil Bersenjata Reporter : Abdul Haerah H.R. ======================================== detikcom - Malino , Kendati telah sepakat menghentikan konflik di Maluku, kedua delegasi Pertemuan Malino masih bersitegang mengenai kelompok sipil bersenjata. Delegasi Kristen minta agar Laskar Jihad keluar dari Maluku. Sementara delegasi Islam menolaknya dan ingin Republik Maluku Selatan (RMS) tidak ikut campur dalam konflik Maluku. Ketua Delegasi Kelompok Islam, Thamrin Ely mengatakan pihaknya tak bisa memenuhi permintaan kelompok Kristen untuk memulangkan Laskar Jihad yang sejak Mei 2000 sudah berada di Maluku. "Mereka sangat membantu warga Maluku seperti perbaikan sarana umum, jalan-jalan dan sebagainya. Jadi apa bedanya dengan LSM," kata Thamrin di sela-sela istirahat Pertemuan Malino II di Celebes Villa & Resorts, Malino, Sulsel, Selasa (12/2/2002). http://www.detik.com/peristiwa/2002/02/12/20020212-112335.shtml Selasa, 12/2/2002, 11:10 WIB 'Perlu 10 tahun untuk dapatkan generasi baik di Maluku' Laporan Elvy Yusanti ====================================== satunet.com - Perlu waktu 10 tahun untuk mendapatkan generasi yang baik di Maluku setelah konflik bernuansa SARA berlangsung sejak 19 Januari 1999. Demikian menurut Sekretaris delegasi dari kelompok Islam Maluku Ir M Nasir Ranawarin, Selasa, di Malino. "Maluku butuh waktu yang panjang untuk membangun generasi pelanjut masa depan 'pulau seribu' itu," katanya kepada Antara. Menurut Nasir, yang juga Sekjen Badan Umoroh Muslim Maluku, sekarang penduduk Maluku sudah ketinggalan lima tahun akibat perseterunan panjang dan melelahkan itu. "Sudah terputus generasi kami akibat konflik berdarah di Maluku yang menewaskan ribuan orang itu, teruatama di bidang pendidikan," katanya seraya mengajak pemerintah untuk segera merehabilitasi mental dan fisik guna menyelamatkan generasi Ambon. http://www.satunet.com/artikel/isi/02/02/12/82192.html?print=1 Senin, 11/2/2002, 17:54 WIB Kelompok Kristen: Kami datang untuk berdamai Laporan Elvy Yusanti ================================= satunet.com - Ketua delegasi kelompok Kristen Maluku, Tony Pariera, menegaskan kehadirannya di forum pertemuan untuk Maluku di Malino untuk berdamai dan bukan membawa masalah. "Kami datang untuk berdamai dan ini merupakan tanda-tanda dari rencana damai itu setelah kecapaian konflik," katanya kepada wartawan sesaat setelah tiba di Malino, Senin. Delegasi berjumlah 35 orang itu ke Malino dengan membawa mandat "berdamai" dengan keluarganya sesama warga Maluku dari kelompok Islam. "Ini harapan umat Nasrani di Ambon dan kita telah buang hal-hal yang menimbulkan masalah," ujarnya menambahkan. "Kita harapkan masalah Maluku yang melibatkan dua faksi ini (kelompok Islam dan Kristen) dapat terselesaikan di Malino tanpa ada ganjalan-ganjalan lagi," kata Ketua kelompok Islam Maluku, Thamrin Ely yang ditemui secara terpisah. http://www.satunet.com/artikel/isi/02/02/11/82122.html?print=1 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 ***********************************************************************
