~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sari Berita : Kamis, 25 Juli 2002
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
<*>Akbar Tandjung Dituntut Empat Tahun
<*>Sebaiknya PPP tidak ekstrim perjuangkan Piagam Jakarta
<*>Mega Kebalikan Ayahnya
Cak Nur: Cari Presiden Mendatang yang Komunikatif
<*>Di Konbes NU dan Munas Alim Ulama
Gus Dur & Megawati Bersalaman
<*>Hubungan RI-AS
Bush Menelepon Mega, Separatisme Ditumpas
<*>Kasus Kerusuhan
Tukang Ojek di Batungsangkar Rusuh, Seorang Tewas
************************
Kamis, 25 Juli 2002
Akbar Tandjung Dituntut Empat Tahun
==========================
Jakarta, Kompas - Terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan tindak
pidana korupsi, mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Akbar Tandjung
dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fachmi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Raudlatul Jannah Dadang Sukandar dan kontraktor
penyalur bahan pokok Winfried Simatupang dituntut hukuman penjara selama
tiga tahun enam bulan. JPU juga menuntut kepada majelis hakim agar para
terdakwa ditahan di rumah tahanan (rutan) negara.
Tuntutan tersebut dibacakan JPU Fachmi, Rabu (24/7), dalam sidang yang
digelar di Gedung Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kemayoran, Jakarta.
Sidang pembacaan tuntutan JPU tersebut yang berlangsung maraton sejak pukul
10.30 hingga 19.20 dipimpin Ketua Majelis Hakim Amiruddin Zakaria.
Sesaat sebelum tuntutan tersebut dibacakan, tidak hanya Tandjung, Dadang
Sukandar, dan Simatupang yang terlihat agak tegang, penasihat hukum,
wartawan, serta pengunjung sidang juga terlihat demikian. Kursi pengunjung
yang pada sore hari sempat terlihat kosong terisi penuh dan banyak yang
berdiri. Sejumlah fungsionaris Golkar dan istri Akbar Tandjung juga dengan
setia menunggu JPU membacakan berapa tuntutan hukuman terhadap Tandjung.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0207/25/utama/akba01.htm
Kamis, 25/07/2002, 09:54 WIB
Sebaiknya PPP tidak ekstrim perjuangkan Piagam Jakarta
=======================================
satunet.com - Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Sulawesi Tengah
Zainuddin Bolong menghimbau Fraksi PPP tidak ekstrim memperjuangkan tujuh
kata dalam Piagam Jakarta.
Ketua AIPI Sulawesi Tengah ini mengharapkan Fraksi PPP di DPR/MPR tidak
ekstrim memperjuangkan tujuh kata dalam Piagam Jakarta agar dimasukkan ke
dalam UUD 1945 pada Sidang Tahunan (ST) MPR Agustus mendatang.
"Saya melihat proses amandemen UUD 1945 tetap berjalan baik, namun ada
sinyal bakal terjadi perdebatan alot jika PPP terus memperjuangkan tujuh
kata pada Piagam Jakarta dimasukkan ke dalam UUD 1945," kata Zainuddin.
http://www.satunet.com/nasional/artikel.php?article_id=98403
Kamis, 25/07/2002
Mega Kebalikan Ayahnya
Cak Nur: Cari Presiden Mendatang yang Komunikatif
=====================================
JAKARTA - Meskipun Megawati Soekarnoputri lebih banyak berdiam diri, para
tokoh tak bosan-bosannya memberikan masukan. Nurcholish Madjid pun ikut
menyorot gaya kepemimpinan Megawati yang telah setahun duduk di kursi
kepresidenan.
Yang menarik, walaupun Megawati memimpin partai yang digolongkan partai kaum
nasionalis, Cak Nur justru mempertanyakan komitmen kebangsaannya. Tentu
saja, ini sangat bertolak belakang dengan sikap ayahnya, Bung Karno.
"Dulu, sebelum jadi presiden, kita bayangkan, dia itu seperti bapaknya.
Ternyata, dugaan kita meleset sama sekali," kata rektor Universitas
Paramadina Mulya ini setelah berbicara dalam Forum Rektor, di Hotel
Borobudur, Jakarta, kemarin.
Padahal, menurut Cak Nur, Bung Karno dikenal mati-matian dalam
mempertahankan komitmen kebangsaannya.
http://www.jawapos.co.id/print/index.php?cat=news&id=89994
Di Konbes NU dan Munas Alim Ulama
Gus Dur & Megawati Bersalaman
Reporter : Danang Sangga Buwana
===========================
detikcom - Jakarta, Presiden Megawati akhirnya bertemu dengan mantan
Presiden Gus Dur. Keduanya bertemu dalam acara Konferensi besar NU dan Munas
Alim Ulama. Tetapi dalam pertemuan itu, Gus Dur bukan orang pertama yang
disalami Megawati.
Pertemuan dua tokoh itu menarik perhatian hampir seluruh peserta Konbes NU
dan Munas Alim Ulama, yang digelar di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta
Timur, Kamis (25/7/2002). Mereka ingin menyaksikan bagaimana jalannya
pertemuan dua tokoh yang dulu mengaku kakak beradik itu.
Megawati didampingi suaminya Taufik Kiemas tiba di arena Konbes NU itu
sekitar pukul 09.05 WIB. Kedatangan Megawati disambut oleh Sekjen PKB
Syaifullah Yusuf. Oleh Syaiufullah Megawati langsung diantar menuju ke
tempat di mana Gus Dur sudah datang sebelumnya.
http://www.detik.com/peristiwa/2002/07/25/20020725-102540.shtml
Hubungan RI-AS
Bush Menelepon Mega, Separatisme Ditumpas
================================
25/7/2002 05:31 - Presiden Bush menelpon Mega untuk mendukung upaya
penanganan separatisme di Indonesia. Menko Polkam menyiapkan sejumlah materi
pertemuan dengan Powell.
Liputan6.com, Jakarta: Pencabutan embargo militer Amerika Serikat kepada
Indonesia nampaknya tak akan lama lagi. Buktinya, Presiden AS George Walker
Bush kembali menyatakan dukungannya kepada pemerintah Indonesia dalam
menangani masalah separatisme di dalam negeri. Dukungan Bush ini disampaikan
dalam pembicaraan informal per telepon dengan Presiden Megawati Sukarnoputri
pada Selasa kemarin pukul 19.00 WIB. Demikian diungkapkan Menteri Luar
Negeri Hassan Wirajuda di Jakarta, Rabu (24/7).
Pada telewicara itu, Menlu mengungkapkan pula, Presiden Bush sekaligus
menginformasikan mengenai kedatangan Menlu AS Colin Powell ke Indonesia awal
Agustus mendatang [baca: Menlu: Tak Ada Pembicaraan Khusus dengan Powell].
Mengenai rencana pencabutan embargo militer AS kepada Indonesia, Wirajuda
menyebutkan hal itu bisa saja dibicarakan oleh kedua kepala negara tersebut.
Apalagi Presiden Bush sendiri telah mengisyaratkan akan hal itu. Sedangkan
Sub Komite Senat AS sudah menyetujui langkah pencabutan embargo tadi meski
secara terbatas (diaktifkan kembali IMET)
http://www.liputan6.com/fullnews/38478.html
Kasus Kerusuhan
Tukang Ojek di Batungsangkar Rusuh, Seorang Tewas
=====================================
24/7/2002 18:11 - Ratusan tukang ojek berunjuk rasa menuntut pembebasan
rekannya yang ditahan di Mapolres Tanah Datar. Aksi berbuntut rusuh sehingga
jatuh korban tewas dari pengunjuk rasa. Sejumlah ruas jalan sempat
diblokade. Seorang korban tewas tertembak polisi
Liputan6.com, Batusangkar: Suasana mencekam masih menyelimuti Kota
Batusangkar, Sumatra Barat, menyusul aksi ratusan tukang ojek, Rabu (24/7).
Aksi ini digelar menuntut pembebasan rekan mereka yang ditahan di Markas
Kepolisian Resor Tanah Datar. Peristiwa yang melibatkan ribuan warga itu
diwarnai penyerangan ke Mapolres Tanah Datar dan Markas Kepolisian Sektor
Tanjung Emas, Tanah Datar. Untuk mengamankan situasi, polisi terpaksa
membalas dengan melepaskan tembakan. Akibatnya, seorang pengunjuk rasa
bernama Alfian tewas tertembak dan mencederai tujuh orang, yang di antaranya
Komandan Rayon Militer Tanjung Emas Sersan Mayor TNI Yonefis.
Menurut pemantauan SCTV, hingga kini suasana tegang masih terasa di
sepanjang jalanan Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Massa yang masih
belum puas dengan banyaknya korban akibat tembakan polisi, sempat mengarak
jenazah Alfian yang tertembak saat menyerang ke Mapolsek Tanjung Emas.
Selain itu, massa juga memblokade jalan dari pusat kota menuju Pagaruyung,
Kecamatan Tanjung Emas.
http://www.liputan6.com/fullnews/38460.html