~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
I Petrus 2:11
"Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 
September 13, 2002
Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI):
Polri Diduga Rekayasa Penangkapan Pdt Damanik
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusi (PBHI) mencurigai, Polri telah melakukan semacam rekayasa dalam kasus penangkapan Sekum Majelis Sinode GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah), Pendeta Rainaldy Damanik. Hal itu ditegaskan Ketua PBHI, Hendardi saat menggelar konperensi pers di kantornya bersama penasihat hukum Pdt Damanik, Johnson Panjaitan SH, Kamis (12/09) kemarin. 
“Pada dasarnya kami juga harus mencurigai ada semacam rekaya-sa di dalam kasus penangkapan ini,” tegas Hendardi. Menurut dia, pola pencarian kambing hitam menyusul terjadinya konflik di daerah-daerah yang telah dita-ngani aparat keamanan, adalah hal yang lazim digunakan polisi dan militer untuk membersihkan diri. “PBHI menyampaikan protes yang keras terhadap Mabes Polri dengan kejadian dan cara-cara semacam ini, yang menurut kami lazim digunakan polisi dan aparat keamanan, militer dalam menye-lesaikan persoalan-persoalan di daerah konflik,” lanjut Hendardi.
Menurutnya, konflik Poso yang belakangan kembali memanas, menunjukkan ketidakberhasilan pemerintah dengan upaya perda-maian yang telah dilakukan. Se-mentara aparat keamanan pun tidak pernah  melakukan tinda-kan penegakan hukum sejak awal tindakan kriminal muncul.
“Itu yang seharusnya mutlak di-lakukan. Tapi tidak pernah dila-kukan. Inilah yang jadi tuduhan masyarakat selama ini, bahwa ada usaha-usaha provokasi dan kepentingan politik di balik ini. Ini yang tak pernah diungkap oleh pemerintah,” katanya.
Ia menganggap hal ini terjadi, ka-rena aparat negara tersediri terli-bat. Setelah
konflik kemudian ber-kepanjangan dan tak terkendali, pe-merintah melakukan upaya perda-maian. “Kalau tidak bisa juga, darurat sipil, polanya sama saja. Tapi yang pasti dihindari adalah pe-negakan hukum,” papar Hendardi.
Hendardi berkesimpulan Polri selalu melakukan praktik penca-rian kambing hitam dari tokoh masyarakat, sehingga aparat da-pat bersih dari tuduhan-tuduhan tentang keterlibatan mereka pada konflik tersebut. “Mereka diang-gap tidak
terlibat, pada dasarnya ini cara yang tidak menyelesaikan masalah, karena tidak adanya penegakan hukum,” lanjutnya.
Pemaparan Hendardi ini sebelum-nya diawali penjelasan Johnson Pan-jaitan yang menyebutkan Rainaldy Damanik telah berubah statusnya menjadi tersangka, meski sebenar-nya proses pemeriksaan sebagai saksi belum tuntas. Johnson juga me-ngaku belum menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan surat perintah penahanan dari polisi.(kcm/*)
http://www.hariankomentar.com/hl001.html
 
Berita lain:
 
September 13, 2002
GMKI-GP Ansor  soal kasus Pdt Damanik
Penegakan Supremasi Hukum dan Iman Terus di Uji
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berkaiatan dengan kasus Pdt Rainaldy Damanik ,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manado dan Gerakan Pemuda (GP)Ansor mengingatkan kepada penegak hukum untuk menegakan supremasi hukum sesuai aturan yang berlaku dan mengecam jika terdapat muatan politik dalam proses peradilan tersebut.
''Ditetapkannya Pdt Damanik sebagai tersangka kasus pemilikan senjata api oleh Mabes Polri akan menjadi ujian bagi penegakan supremasi hukum dan juga ujian berat bagi iman percaya umat Kristen untuk mencermati kondisi negeri ini,'' kata Ketua Cabang GMKI Manado Jeane Rondonuwu. GMKI Manado menghimbau kepada semua civitas organisasi bermoto Ut Omnes Unum Sint tersebut untuk tetap tenang dan terus bedoa sambil mencermati proses peradilan yang sementara berjalan.
http://www.hariankomentar.com/mbr001.html
 

Kirim email ke