|
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Matius 7:3
"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata
saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau
ketahui?"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Polri Terus Cari Dalang Konflik di
Indonesia
Reporter : Danang Sangga Buwana detikcom - Jakarta, Merebaknya konflik horizontal di berbagai daerah, seperti di Papua, Aceh, Poso dan Ambon, masih jadi PR besar bagi Polri. Makanya Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar menegaskan jajarannya akan terus mengejar kelompok besar yang jadi dalang konflik tersebut. Menurut Kapolri, Polri terus mencari fakta dan
informasi mengenai kelompok tersebut. Disimpulkan, semua konflik tersebut
berdiri sendiri, kecuali kecuali Poso dan Ambon. Alasannya, kedua daerah itu
memang berdekatan secara geografis.
“Apakah ada kelompok besar yang melakukan ini, kami terus menelusuri. Tapi sekarang memang belum ditemukan,” kata Kapolri usai diterima Wapres Hamzah Haz di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2002). Kapolri mengaku, saat ini sudah ada orang-orang
yang sudah dicurigai tetapi masih belum bisa disentuh secara hukum. “Soal
keterkaitan dengan kelompok besar itu, saat ini baru dianalisis oleh pihak
intelijen,” lanjut mantan Kapolda Jawa Timur tersebut.
Kapolri juga menjelaskan kenapa Pendeta Reynaldi
Damanik, salah seorang penggagas Deklarasi Malino yang dituduh memiliki senjata
dan amunisi, diperiksa di Jakarta. Menurutnya, hal itu dilakukan semata-mata
untuk memudahkan proses pemeriksaan agar tidak terjadi ekses jika Damanik
diperiksa di Poso. “Ini sudah berjalan sesuai dengan aturan. Di samping itu
Damanik selalu menolak pemeriksaan di tempat,” ungkapnya.
Ditambahkan Kapolri, saat ini situasi di Poso sudah
mulai kondusif. Demikian pula di Ambon. Mengenai insiden peledakan di Lapangan
Merdeka Ambon, Kapolri menerka mungkin ada kelompok avonturir yang tidak senang
bila perdamaian terjadi.
Lebih lanjut, Kapolri memperkirakan, suhu politik
di Maluku akan meningkat. Pasalnya, saat ini di sana sedang menghadapi pemilihan
gubernur karena pejabat lama sudah habis masa jabatannya. “Biasanya kalau ada
pemilihan kepala daerah, suhu politik meningkat,” kata Kapolri menganalisa.
Soal Aceh, Kapolri mengaku masih banyak terjadi
penyerangan terhadap aparat di sana. Hal itu dikhawatirkan akan mengganggu
proses dialog. “Untuk itu aparat yang berada di daerah harus mampu berkomunikasi
dengan baik bersama dengan rakyat setempat dan harus bisa membedakan mana yang
GAM, mana yang rakyat,” demikian Kapolri.(ani)
http://www.detik.com/peristiwa/2002/09/13/20020913-144635.shtml |
