~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
     [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Selasa, 15 Oktober 2002
Berita terakhir dari Bali hingga pk 14.00
===========================
Denpasar,Eskol-Net :
Semua relawan yg sudah ikut bahu membahu sejak Minggu pagi, tampaknya sampai
siang ini sudah kepayahan sekali. Mereka perlu istirahat sejenak.
Tolong DOA kan mereka yg menjadi Sukarelawan, dan tolong DOA kan juga supaya
Tuhan mengirimkan para Sukarelawan lain dgn tenaga yg baru !

Sampai pk 14.00 Wita, korban tewas sudah mencapai 188 orang dari data
terakhir di kamar Jenazah.
Korban luka berat, ringan dan rawat inap lebih dari 600 orang yg tersebar di
seluruh RS yg ada, berarti ada lebih dari 800 korban secara keseluruhan.
Sungguh jumlah yang besar sekali.

Dari lokasi ledakan dan sekitar tempat puing2, diperkirakan masih ada korban
yg belum terevakuasi, sementara evakuasi dari lokasi ledakan sudah
dihentikan.

Para pejabat Muspida rapat dgn berbagai komponen yg ada pada sore hari ini
dalam rangka pengaman dll. Juga BAMAG (di Bali disebut MPAG) dan rapat2 lain
juga masih terus berlangsung !

Dalam beberapa hari ke depan, tim relawan yang beragama Kristen dari
berbagai wadah yg ada akan mengadakan renungan malam di pantai Kuta,
tepatnya di belakang sebuah hotel berbintang 5.

Dari PMI dilaporkan kantong tranfusi darah yg didonorkan oleh para tourist
asing, sudah mencapai ribuan kantong, Puji Tuhan semua orang begitu peduli
dgn tragedy Kuta !

Lokasi ledakan di Legian Kuta, saat ini jalan masuk ke lokasi dari radius
200 Meter sudah ditutup total, tidak sembarang orang boleh masuk kesana,
bangunan yg hancur pun sudah di tutupi oleh terpal / plastik goni seperti
pembangunan gedung bertingkat yg sering kita temui di kota2 besar.

Di RSUP Sanglah, yg pada hari pertama ledakan BOM, semua orang bisa leluasa
keluar masuk di UGD dan juga bebas bulak-balik ke ruang jenazah yg mayat2nya
masih ditaruh dilantai, kini sudah dijaga ketat dan tidak semua orang
diijinkan masuk.

Dimana-mana tampak Polisi, Polantas dan Pecalang (Security desa adat Bali)
berjaga-jaga dan mereka semua begitu serius mengamankan lokasi dimana mereka
bertugas. Rupanya kekompakan masyarakat Bali tidak diragukan lagi, sudah
sejak dulu memang mereka saling bahu membahu.

Demikian informasi terakhir dari Bali hingga siang ini. (TRB)



Kirim email ke