~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Eskol-Netters yang terkasih,
Pandangan masyarakat dunia saat ini sedang tertuju ke Bali, International
Tourist Resort yg sudah terkenal sejak jaman penjajahan dulu, akhirnya kini
betul2 mengalami kehancuran seperti WTC.
Kejadian ini bukan sekedar tragedi nasional, tetapi sudah menjadi sebuah
tragedi International.
'Sari Club' & 'Paddy's Cafe' di Legian Kuta, pada hari2 biasa kalau siang
hari sepi, menjelang malam hari akan menjadi ramai terutama di malam Minggu
akan sangat ramai hingga dini hari.
Club ini biasanya setelah Pk 21.00 mulai hingar-bingar dikunjungi tourist
Australia, Jepang, Jerman, dan juga dari negara2 lainnya.
Pria maupun wanita dari berbagai bangsa itu menghabiskan waktu malam dgn
minum2 bir dan berjingkrak-jingkrak, apalagi yg suka ngebir merk 'Foster'
tentunya.
Bagi anda yg pernah jalan2 ke Legian Kuta, pasti tahu salah satu Bar yg
ramai diseputaran Legian.
Sekitar 200 meter dari Mc. Donald, Legian - Kuta yg buka 24 Jam, lokasi yg
strategis letaknya, tidak heran kalau kawasan ini disebut sbg 'jantung'nya
Kuta.
Di seberang Sari Club, ada cafe lain yg bernama Paddy's, maju sedikit lagi
ada 'Mini Restaurant' yg menyediakan masakan sea food, terutama menu Lobster
BBQ.
Masih di seputaran sana ada sebuah Club Italian yg bernama 'Macaroni',
tempat ini sering dikunjungi oleh banyak orang Italy.
Sudah sejak lama jalan Legian - Kuta ini dibuat one way.
Kawasan ini menjadi daerah perdagangan yg sangat bagus untuk penjualan
retail. Kalau kita berjalan berlawanan arah, akan ketemu Bounty Club, yakni
Bar yg berbentuk kapal kayu buatan yg juga banyak dikunjungi berbagai
tourist setiap malam.
Diseberang Sari Club ada Bank Panin, saat ini juga terbakar, sebelah kiri
Bank ada sebuah hotel yg bernama 'White Rose'
Lokasi sekitar club ini adalah lokasi yg ramai setiap high season, biasanya
malam hari. Seringkali kalau kita berkendaraan lewat sini, pasti harus
perlahan-lahan, karena sering macet, disebabkan banyaknya kendaraan parkir
di sebelah kiri ruas jalan, dan banyaknya orang yg lalu lalang.
Di belakang Sari Club yg masuk lewat lorong2 sempit, adalah perkampungan
tourist yg banyak disukai oleh para pelancong.
Bungalow2 kecil yg cukup murah, banyak bertebaran di belakang dari lokasi
ledakan. Kalau mau menuju pantai Kuta yg terkenal lewat lorong2 kecil juga
bisa, cukup sekitar 5 - 7 menit jalan kaki dari lokasi ledakan.
Masih di sekitar Sari Club juga banyak toko2 baju & souvenir, saat ini habis
terbakar semua.
Diperkirakan lokasi ledakan dimulai dari sebuah mobil yg belum diketahui
sedang diparkir atau sedang berjalan, karena menurut saksi mata, ada dua
mayat di dalam mobil saat ledakan yg diperkirakan dari mobil tsb.
Menurut saksi mata, ledakan pertama berbentuk spt gumpalan bola api dan asap
(seperti ledakan bom di Hiroshima & Nagasaki) yg naik ke angkasa dan
mencapai ketinggian smp 200 mtr. kemudian bola api itu pecah dan bertebaran
ke seluruh penjuru di radius sekitarnya, sehingga banyak tempat2 di sekitar
yg ikut terbakar, karena api yg menyambar secara cepat, apalagi di Paddy's
yg atapnya banyak pakai alang2.
Korban2pun berjatuhan dan tewas dgn cara yang sangat mengenaskan.
Sore ini Pemerintah Australia dgn cepat mengirim team Medis dari negaranya.
Pesawat Quantas bolak-balik terbang untuk mengevakuasikan para tourist
Australia yg tampaknya sudah di warning untuk segera kembali. Pesawat
Hercules angkatan udara pemerintah Australia juga sudah mengevakuasi para
korban untuk segera meninggalkan pulau Bali untuk dirawat di Darwin.
Menurut rekanan yg terus berada di Airport, sudah ribuan orang mabur pulang
kampung.
Dari Taiwan, seorang famili menelpon, pemerintah Taiwan hari ini tidak
mengizinkan para warga negaranya berkunjung ke Bali sampai waktu yg belum
ditentukan.
Bahkan pemerintah Jepang sudah warning warga negaranya untuk tidak pergi ke
tempat Mall, Club yg ramai, Super Market dsb.
Yg luar biasa adalah masyarakat Bali yg saat ini terus membantu menjadi
sukarelawan dadakan, di lokasi ledakan banyak sekali warga Kuta dgn pakaian
adat ikut menjadi Security (Kuta adalah desa adat yg masyarakatnya sangat
kuat kebersamaannya sejak dulu).
Situasi jalan2 di Denpasar & sekitarnya, sampai berita saya tulis masih
tampak sepi, namun semua RS Pemerintah & Swasta hiruk pikuk.
Begitu juga suasana di kawasan Kuta, yang biasanya ramai dgn turis2 yang
berjalan kaki, sekarang menjadi sepi dan berkabung.
Tampaknya kali ini seluruh masyarakat Bali harus menanggung akibat yang
panjang untuk menerima kenyataan pahit, tourist tidak akan berkunjung ke
Bali untuk waktu yg lama !
Puluhan tahun yg lalu, saya masih ingat saat perang teluk terjadi, pulau
Bali sampai harus 1 tahun lamanya paceklik Tourist, sekarang apa yg mau
dikatakan lagi ? " Every things finished ". Sumpah serapah keluar dari mulut
masyarakat Bali yg terkenal selalu friendly. Semua orang Bali yg saya
temukan saat berada di kamar jenazah, berduka. Padahal masyarakat yg datang
berbondong-bondong bukan semuanya mau mencari sanak familinya, tetapi
sekedar ingin tahu siapa yg tewas secara tragis seperti ini ?
Mulut2 berteriak dan mengecam ledakan BOM, mengutuk pelaku peledakan. Semua
masyarakat Bali membicarakan peristiwa peledakan BOM yg menewaskan lebih
dari 181 jiwa.
Staff dari Sari Club yg malam itu bertugas ada sekitar 50 orang, saat ini
belum diketahui keadaannya.
Dari pengamatan kami langsung dari kamar jenazah, tidak terlalu banyak orang
Indonesia, seperti berita yg sudah saya tulis sebelumnya.
Sejak hari Minggu kemarin, Pemda Bali menyerukan kepada seluruh masyarakat
yg tinggal di Bali untuk menaikkan bendera setengah tiang selama 3 hari
berturut-turut, sebagai tanda berdukacita.
Tunggu laporan selanjutnya sisi lain dan perkembangan sampai hari Senin 14
Oktober 2002.
Silahkan infokan terus berita ini ke rekanan seiman.
Terima kasih & Tuhan Memberkati.
TRB