~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
     [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hidup atau sekedar Hidup?
```````````````````````````````````````
Apa yang menjadi persoalan bukanlah berapa lama kita hidup, tapi seberapa
berarti kita hidup. Sebagian orang hidup selama 85 tahun dan melakukan
sedikit hal. Yang sebagian lagi hidup relatif singkat, tapi mereka penuh
dengan waktu melayani Tuhan dan sesama, dan hidup mereka memberi pengaruh.

Banyak orang hanya konsentrasi untuk memperpanjang tinggal mereka di atas
bumi ini, dan dengan demikian mereka berusaha untuk menambahkan tahun-tahun
buat usia mereka.

Tiap tahun kita menghabiskan jutaan rupiah atau dolar untuk pengobatan,
untuk vitamin, dan untuk makanan khusus untuk bertahan hidup. Dan masih kita
lupakan bahwa bukan hidup secara kuantitas akan tetapi kualitas hidup, dan
apa yang kita perbuat/ hasilkan buat Tuhan yang membuat hidup penuh arti.

Hanya ketika kita mencurahkan hidup kita bagi Sang Pencipta kita membuat
hari-hari kita di atas bumi ini diperhitungkan dalam kekekalan.

Hari ini, marilah kita menemukan sesuatu untuk memenuhi jam-jam kehidupan
ini dengan melayani, memuji, dan bekerja buat Raja kita, yaitu Allah dalam
Kristus Yesus.

Jika ini merupakan hari terakhir kita (sebab siapa tahu, mengkin saja
terjadi), lebih baik daripada menghabiskannya untuk bermimpi suatu hidup
yang lama. Perbuatlah hari-hari terakhir itu, mengisinya dengan memproduksi
buah yang berlimpah dan menjadi berkat.

Sebagai pengganti dari sekedar hanyut dengan tanpa tujuan dalam jam-jam dan
hari-hari kita, marilah sungguh-sungguh hidup. Ya, hidup yang berarti/
bermanfaat (lama atau singkat) adalah yang menghabiskannya dalam melayani
Tuhan dan membawa berkat bagi yang lain.

LEBIH BAIK MENAMBAHKAN HIDUP KE TAHUN-TAHUN KITA, DARIPADA MENAMBAH
TAHUN-TAHUN KE HIDUP KITA.....

(ODB/ penerjemah: Augus S)















Kirim email ke