~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    Layanan Informasi Aktual
         [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kamis, 21 Agustus 2003

Kronologis Penutupan Bandung Festival 2003
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandung, Eskol-Net:
Bandung Festival 2003 dilaksanakan mulai tanggal 13-17 Agustus 2003 yang
bertempat di GOR Saparua dan seminar dilaksanakan mulai tanggal 14 -16
Agustus 2003 bertempat di Balai Sartika Jl. Surya laya No. 01 Bandung.
Peserta seminar sebagian besar adalah hamba-hamba Tuhan yang ada di Jawa
Barat � 2000 orang.

Pada hari Sabtu, 09 Agustus 2003 Panitia Bandung Festival 2003 bersama World
Impact Ministry mengadakan silaturahmi ke Pondok Pesantren Da'arut Tauhid
pimpinan KH. Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal dengan nama A'a
Gym.
Dalam pertemuan tersebut panitia menyampaikan dan menjelaskan tentang tujuan
dan maksud diadakannya  Bandung Festival 2003.

Kemudian  hari Selasa, 12 Agustus 2003 pada jam 19.00 Wib dilaksanakan
Konferensi Pers dengan wartawan dari Koran Pikiran Rakyat, Metro, Galamedia,
Suara Pembaharuan, Galura, radio Maestro, Raka, Ardan, MJT, SE, RRI serta
dari media eletronik RCTI, TVRI dan isi konferensi menjelaskan tentang
pelaksanaan Bandung Festival dan Seminar serta setiap pertanyaan yang
diajukan,  langsung dijawab oleh  Rev. Peter Youngren didampingi Panitia
Bandung Festival 2003.

Pada hari Rabu, 13 Agustus 2003 dari MUI dan ulama-ulama yang
mengatasnamakan umat Islam menyatakan keberatan diadakan Bandung Festival
dan mereka mendatangi Kapolwiltabes  Bandung agar mencabut surat ijin
pelaksanakan kegiatan tersebut. Perlu diketahui panitia sudah mendapat surat
ijin dari Kapolri, Kapolda Jawa Barat, Depag Kanwil Propinsi Jawa Barat dan
Pemda Kota Bandung. Kemudian MUI mengeluarkan pernyataan sikap melarang
pelaksanaan Bandung Festival dan tidak bertanggungjawab apabila terjadi
kekerasan atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Oleh keberatan MUI ini, Panitia Bandung Festival kemudian membuat penyataan
sikap yang isinya bahwa kegiatan Bandung Festival hanya ditujukan kepada
Umat Kristiani saja.

Pada Rabu, 13 Agustus 2003 , Pk. 17.00 WIB, pembukaan Bandung Festival 2003
dilaksanakan. Walaupun pembukaan Bandung Festival 2003 ini diwarnai demo
ormas Islam di PUSDAI yang menuntut menghentikan kegiatan dengan alasan
meresahkan masyarakat dan Kristenisasi, acara tetap berlangsung tertib dan
diakhiri Pk. 21.00 WIB dengan doa penyembuhan (menurut kesaksian banyak
orang lumpuh berjalan dan berbagai penyakit lainnya disembuhkan, red). Untuk
pengamanan, selain dilakukan oleh aparat keamanan, panitia juga didukung
oleh ratusan Banser dan Ansor kota Bandung serta satgas PDIP.

Kemudian hari kamis, 14 Agustus 2003, MUI dan ulama-ulama meminta kembali
kepada Kapolwiltabes Bandung untuk mencabut surat ijin pelaksanaan kegiatan.
Oleh karena tutntunan ini kemudian turun surat dari Kapolwiltabes Bandung
nomor: B/393/VIII/2003/Intelkam yang isinya penghentian kegiatan Bandung
Festival 2003 yang disusul dengan surat dari Kapolda Jabar  nomor:
R/52/VIII/2003/Dit Intelkam tentang pencabutan Rekomendasi Kapolda Jabar dan
saran pencabutan ijin yang ditujukan kepada Kapolri. Kemudian Bandung
Festival 2003 harus ditutup pada hari Kamis, 14 Agustus 2003 pukul 19.00
Wib.

Pada hari Kamis, 14 Agustus 2003 Bandung Festival dibuka pukul 18.00 Wib dan
jumlah orang yang hadir membludak hingga memanjat tembok di sekeliling GOR
Saparua dan banyak terjadi mujizat, orang lumpuh berjalan, buta melihat,
tuli mendengar yang sakit kanker serta berbagai penyakit lainnya sembuh.
Sesuatu yang luar biasa, walaupun disebelah kiri GOR Saparua malam itu ada
sekitar 2000 orang  ormas-ormas Islam yang demo tetapi umat yang hadir dalam
festival tersebut tetap tenang memuji dan menyembah Tuhan bahkan hingga
acara berkahir. Inilah mujizat yang dinyatakan Tuhan pada saat itu.

Kemudian hari Jum'at, 15 Agustus 2003 Kapolri mengirimkan surat berupa fax
bernomor B/220/VIII/2003/Baintelkam  ke Sekretariat Panitia Bandung Festival
yang isinya pencabutan ijin kegiatan, tetapi pada hari itu kira-kira pukul
18.00 Wib di GOR Saparua sudah banyak didatangi oleh orang-orang yang mau
mengikuti festival bahkan rombongan dari luar kota. Banyak orang-orang sakit
dibawa dan mereka menunggu sampai malam karena tidak tahu bahwa
kegiatan Bandung Festival sudah dihentikan. Panitia sendiri tidak dapat
berbuat banyak. Melihat banyaknya orang berdatangan, para hamba Tuhan
peserta seminar tergerak untuk mendoakan orang-orang yang sakit tersebut dan
luar biasa banyak terjadi kesembuhan walaupun tanpa kehadiran Rev. Peter
Youngren.

Pada tanggal 16 Agustus 2003, yaitu penutupan seminar banyak  orang yang
hadir dan mereka membawa orang-orang sakit hingga panitia kewalahan sebab
kapasitas gedung tidak cukup untuk menampung orang yang datang. Kemudian di
luar gedung dipasang TV monitor agar mereka tetap dapat mendengar firman
Tuhan yang disampaikan. Hari itu Rev. Peter Youngren tetap mendoakan
orang-orang sakit yang merindukan kesembuhan.

Selama berlangsungnya Seminar dan Bandung Festival 2003 ini, berbagai
kesaksian muncul, bahkan beberapa orang peserta mengatakan bahwa Bandung
sedang dilawat Tuhan dengan kuasa kesembuhan dan berbagai mujizat.

Mohon dukungan doa buat panitia Bandung Festival beserta keluarga, FKKI
Jabar, BKSG Jabar serta Gereja-gereja di Jawa Barat agar senantiasa dalam
perlindungan Tuhan. (eskol)






Kirim email ke