~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sari Berita: Senin, 19 Juli 2004
Peristiwa Penembakan di Gereja Efatha Palu
<*> Dibunuh di hadapan Jemaat Gereja Efatha Palu
Pendeta Tewas Ditembak Saat Berdoa di Mimbar
<*> Kapolda Sulut: Penembakan Pendeta di Palu Berbuatan Biadab
<*> BKSAU Minta Warga Gereja di Palu tidak Terpancing
<*> Suasana Duka Warnai Rumah Keluarga Korban Penembakan di Palu
<*> Kapolri Bertolak ke Palu Cek Penembakan Pendeta Susianti
<*> Kapolri Minta Maaf Atas Penembakan di Gereja Efata Palu
<*> Presiden Megawati: Ungkap Bom Bandung dan Penembakan di Palu
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
``````````````
Dibunuh di hadapan Jemaat Gereja Efatha Palu
Pendeta Tewas Ditembak Saat Berdoa di Mimbar
http://www.hariankomentar.com/hl001.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aksi biadab terjadi Palu. Seorang pendeta bernama Susianti Lusiana Tinulele,
tewas secara mengenaskan saat memimpin doa di Gereja Jemaat Efatha, Jalan
Banteng, Palu Selatan, Minggu kemarin (18/07).
Pendeta Tinulele ditembak saat memimpin doa di depan mimbar gereja. Tio,
seorang saksi mata menuturkan, peristiwa terjadi saat pelaku memasuki gereja
dan terlihat menenteng senjata api. Jemaat mengira dia orang gila yang
mem-bawa senjata api mainan. Tiba-tiba terdengar bunyi rentetan tembakan
sebanyak empat kali. "Saat itu pendeta jatuh tersungkur dengan kepala pecah.
Otaknya berhamburan di lantai mimbar gereja termasuk serpihan batok
kepalanya," kata Tio.
Aksi penembakan itu tentunya membuat kalang kabut jemaat yang tengah berdoa.
Dalam situasi yang kalang kabut itu, digunakan pelaku untuk meninggalkan
gereja. Pelaku diketahui menggunakan baju warna krem dan berjumlah dua
orang. Satu pelaku lagi menodong satpam penjaga gereja untuk memudahkan aksi
penembakan.
Sampai berita ini diperoleh, tim identifikasi Polda Sulteng telah membawa
jenazah ke RSUD Undata untuk diotopsi. Tim identifikasi dan olah TKP juga
hingga kini masih melakukan pemeriksaan. Diperoleh informasi juga,
sedikitnya tiga jemaat dilarikan di rumah sakit untuk dirawat, tapi belum
diketahui, apakah mereka ikut terkena peluru yang dimuntahkan dari senjata
yang diduga jenis M16.
Aksi itu sendiri belum diketahui motifnya. Sebelumnya, ada seorang warga
Poso yang dibunuh. Ada kecurigaan penembakan itu sebagai balasan atas
terbunuhnya Mohamad Melky Rauf, warga Bonesompe di Kecamatan Poso yang
diketahui dilakukan YM. Di sisi lain, Kapolres Poso AKBP Abdi Dharma
menyatakan, pelaku pembunuhan terhadap Melky, adalah kriminal murni.
''Ini kriminal murni dan motifnya perampokan, motor dan dompetnya milik
korban hilang,'' kata Kapolres. Korban Kiki diketahui sebagai tukang ojek
yang terbunuh Jumat (16/07) lalu dan telah dikebumikan Sabtu (17/07)
lalu.(dtc/zal*)
Kapolda Sulut: Penembakan Pendeta di Palu Berbuatan Biadab
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
MANADO--MIOL: Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen John Lalo mengatakan,
penembakan seorang Pendeta Susianti Tinulele Sth di Gereja Efatha Palu,
Sulawesi Tengah (Sulteng), merupakan perbuatan sangat biadab.
Penembakan tersebut sangat keji dan dilakukan oleh orang tidak beragama,
kata Kapolda John Lalo ketika menjawab pertanyaan wartawan dalam pertemuan
pers diruang kerjanya, Manado, Senin, sehubungan dengan akan berakhir
tugasnya sebagai Kapolda Sulut.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=44754
BKSAU Minta Warga Gereja di Palu tidak Terpancing
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PALU--MIOL: Badan Kerjasama Antar-Umat (BKSAU) Sulawesi Tengah minta kepada
warga gereja tetap tenang dan tidak terpancing dengan kasus penembakan di
Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Efata Palu yang menewaskan pendeta
Susianti Timulele dan mencedera empat jemaat lainnya.
Permintaan itu disampaikan Ketua BKSAU Sulteng di Palu, Senin menanggapi
insiden berdarah yang terjadi pada hari Minggu (18/7) sekitar pukul 19.30
Wita saat prosesi kebaktian di gereja itu sedang berlangsung.
"Saya mengimbau kepada semua warga gereja di Palu tetap tenang dan tidak
terprovokasi," katanya seraya menambahkan serahkan kasus ini sepenuhnya
kepada pihak berwajib.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=44760
Suasana Duka Warnai Rumah Keluarga Korban Penembakan di Palu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PALU--MIOL: Suasana duka dan haru menyelimuti rumah keluarga Pendeta
Susianti Tinulele, korban penembakan orang tak dikenal di Gereja Kristen
Sulawesi Tengah (GKTS) Efata di kawasan Jln Banteng Palu Selatan Minggu
malam (18/7).
Isak tangis sanak keluarga dan kerabat dekat almarhum nyaris tak
henti-hentinya mewarnai rumah duka di bilangan Jln Lembu, Keluraha Tutura
Kecamatan Palu Selatan.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=44759
Kapolri Bertolak ke Palu Cek Penembakan Pendeta Susianti
Reporter: Anton Aliabbas
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
detikcom - Banjarmasin, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar bertolak ke Palu
untuk mengecek langsung penembakan Pendeta Susianti Tinulele. Pengamanan
kegiatan keagamaan akan ditingkatkan.
"Saya baru mau ke sana untuk mengecek langsung peristiwa tadi malam.
Selongsong senjata sedang diperiksa. Kita ingin melihat secara menyeluruh
latar belakang, motif dan modus operandi bisa sehingga menentukan langkah
selanjutnya," kata Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar sebelum bertolak ke Palu
di
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (19/7/2004).
Selengkapnya:
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/07/tgl/19/
time/95340/idnews/177908/idkanal/10
Kapolri Minta Maaf Atas Penembakan di Gereja Efata Palu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Palu, Senin
Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar menyampaikan permohonan maaf kepada
Gubernur Sulawesi Tengah Prof Drs Aminuddin Ponulele dan pihak keluarga
korban aksi penembakan berdarah di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST)
Efata Palu.
Pormohonan maaf Kapolri Da'i Bachtiar itu disampaikannya saat tiba di
Bandara Mutiara Palu hari Senin (19/7) pagi dengan pesawat khusus untuk
melayat korban penembakan tersebut sekaligus mendengarkan laporan dari
kepolisian setempat kronologis terjadinya tragedi berdarah itu. "Mohon
maaf atas insiden yang terjadi di GKST Efata Palu," katanya.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/utama/news/0407/19/130314.htm
Presiden Megawati: Ungkap Bom Bandung dan Penembakan di Palu
Laporan : Erlangga Djumena
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Presiden Megawati Soekarnoputri memerintahkan Menko Polkam dan Kapolri untuk
mengungkap kasus bom di Bandung, Poso, dan penembakan seorang pendeta di
Palu.
"Kita sedang mencari tahu mereka-mereka yang sedang melakukan hal ini karena
tentunya sejak tadi malam saya juga mendapatkan Kapolri dan Menko Polkam
untuk segera menangani hal-hal tersebut," ujar Megawati di Istana Negara,
Jakarta, Senin (19/7).
Presiden juga meminta masyarakat untuk selalu waspada serta menjaga
kestabilitas keamanan dan politik menjelang putaran kedua Pemilu Presiden 20
September mendatang.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/utama/news/0407/19/134708.htm