~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
[email protected]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Spot News: Rabu, 16 Nopember 2005
Tanah Mau Dijual; GMII Tiranus Jogjakarta Terancam Digusur
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jogjakarta, Eskol-Net:
Jika belakangan ini kita mendengar tentang penutupan atau penggusuran Gereja
yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang berbeda agama, kita sepakat
berkata "Ini merupakan tantangan Iman". Tetapi menjadi lain ceritanya jika
yang melakukan penutupan/penggusuran tersebut adalah "orang sendiri" karena
materi.
Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Tiranus Jogjakarta berlokasi di Jl. Cik
Ditiro 42 A, Jogjakarta (satu lokasi dengan UGM, red). Gereja yang telah
memiliki
ijin resmi baik dari Pemda, Depag dan masyarakat sekitar itu berdiri sekitar
tahun 1990 di atas tanah seluas 250 m2.
Tanah ini merupakan tanah hibah dari seorang jemaat. Sekitar tahun 1960, Pak
Amin (bukan nama sebenarnya, red) di depan beberapa saksi menghibahkan
beberapa lokasi tanah di Jogjakarta, yaitu di Kaliurang, di Besi (dekat
kampus UII) dan di Jl. Cik Diktiro ke YPPII (sekarang GMII Tiranus) untuk
dipakai pelayanan bukan untuk di jual. Sebelum meninggal, Pak Amin kembali
menegaskan bahwa dia tidak mau tanah tersebut dijual. Hal ini dikatakan di
depan sejumlah saksi yang sama. Tetapi seiring berjalannya waktu, tanah yang
di Besi telah dijual. Menurut keterangan sumber Eskol-Net luas tanah
tersebut sekitar seribuan m2.
Masalah GMII Tiranus
Sekitar tahun 1980, tanah dan bangunan hibah di Jl. Cik Diktiro dipakai
untuk aktivitas pelayanan GMII (dulu GPII, red) dan Majelis Perwakilan
Wilayah YPPII. Luas tanah dilokasi tersebut sekitar 905 m2. Sekitar 655 m2
tetap menjadi miliki keluarga besar Pak Amin, sementara tanah seluas 250 m2
menjadi milik YPPII/GMII. Dan kemudian sekitar tahun 1990 hingga sekarang
dipakai untuk aktifitas ibadah dan pelayanan GMII Tiranus Jogjakarta dan MPW
YPPII.
Persoalan timbul ketika keluarga Pak Amin bermaksud menjual tanah secara
utuh (905 m2) dan telah menawarkannya ke UGM. Tetapi pihak UGM masih
pikir-pikir untuk membeli karena di atas tanah tersebut berdiri GMII
Tiranus. UGM mau membeli semua tanah tersebut dengan catatan GMII Tiranus
harus pindah. Persoalan meruncing ketika tanah yang telah dihibahkan
tersebut ternyata disetujui untuk dijual. Menurut sumber Eskol-Net, tanah
hibah tersebut ternyata diatasnamakan pribadi.
Jika hal tersebut terjadi, ini berarti dengan sengaja menutup sebuah Gereja
yang notabene sudah memiliki ijin resmi. Sementara dilain tempat kita
ketahui banyak gereja ditutup dengan alasan tidak punya ijin. Tentunya hal
ini menjadi keprihatinan kita bersama. Apalagi UGM merupakan universitas
ternama di Indonesia, dimana di kompleks yang sama juga sudah berdiri sebuah
Mesjid Kampus yang terbesar dan termegah di Asia. Bukankah keberadaan 2
(dua) Rumah Ibadah ini dapat menjadi simbol kerukunan?
Berita terakhir yang Eskol-Net terima bahwa GMII Tiranus di dateline untuk
menurunkan plang Gereja selambat-lambatnya tanggal 7 Desember 2005.
Jika akhirnya karena kepentingan pribadi GMII Tiranus akhirnya
ditutup/digusur, kemanakah sekitar 75 anggota jemaat akan beribadah?
Sementara untuk mencari lokasi dan memperoleh ijin Gereja yang baru sulitnya
bukan main?
Saat ini permasalahan yang sedang dihadapi oleh Jemaat GMII Tiranus
Jogjakarta telah diserahkan kepada Tim Advokasi Forum Komunikasi Kristiani
Indonesia - Jogjakarta (FKKI - Jogjakarta). [Eskol-Net]
*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap
menghubungi
Redaksi Eskol-Net <[email protected]>
*************************************************************************************************