************************
Layanan Informasi Aktual
[email protected]
************************
Hot Spot: Senin, 3 Juli 2006
Syariat Islam Harga Mati
Laporan: Reiny Susanti
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandung-RoL-- Syariat Islam di Indonesia harus diperjuangkan oleh seluruh
ummat Islam. Pasalnya, Islam adalah jalan keselamatan. Demikian disampaikan
Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Jawa Tengah, Abu Bakar Ba'asyir, dalam
pidatonya pada acara Silaturahmi Ummat islam dan Tabligh Akbar dengan tema
pelaksanaan Syariat Islam secara kafah di Jabar, Jumat (30/6).
Ba'asyir menjelaskan, ummat Islam harus lemah lembut dalam persoalan dunia
ketika berhadapan dengan orang kafir. Namun ketika bermasalah dengan syariat
Islam, ummat Islam harus tegas. Ia mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW keras
terhadap orang kafir tapi lembut terhadap ummatnya. ''Itulah salahnya ummat
Islam, syariat dikompromikan dengan orang kafir,'' katanya menandaskan.
Dikatakan Ba'asyir, ummat Islam harus mendukung syariat Islam. Bahkan,
ulamapun harus menjadi penggalang untuk penegakan syariat Islam. Hal ini
sebagai upaya untuk menyelamatkan bangsa. Ketika ditanya apakah ponpesnya
diawasi intel, ia menjawab sudah tidak diawasi.
Kedatangan Ba'asyir ke Bandung untuk membuka musyawarah wilayah (muswil)
Majelis Mujahidin 2 Jabar, merupakan bentuk dukungan pelaksanaan syariat
Islam di Jabar. Ba'asyir tiba di Masjid Istiqamah pukul 11.40 WIB untuk
melaksanakan shalat Jumat sekaligus mengikuti pembukaan muswil Majelis
Mujahidin 2. Ba'asyir yang dikawal ketat anggota Majelis Mujahidin disambut
dengan ucapan takbir.
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=254496&kat_id=23
Sebarkan Syariat Islam Jangan Sambil Merusak
CITARUM, (GM).-
Umat Islam hendaknya jangan menyosialisasikan syariat Islam dengan sikap
yang emosional, keras, merusak, dan mengundang permusuhan. Walaupun diyakini
penerapan syariat Islam merupakan persoalan yang tidak bisa ditawar-tawar
lagi bagi setiap muslim. "Masyarakatkanlah penerapan syariat Islam dengan
cara-cara yang sesuai syariat Islam. Jangan dengan cara-cara yang tidak
simpatik," kata Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustaz Abu Bakar
Ba'asyir dalam tablig akbar pembukaan Muswil MMI II Jabar di Masjid
Istiqomah, Jln. Citarum Bandung, Jumat (30/6).
Mubalig yang akrab dipanggil Ustaz Abu ini menyitir ucapan Aa Gym (K.H.
Abdullah Gymnastiar, red), bahwa dalam menegakkan syariat Islam perlu
ditunjukkan akhlak yang mulia. "Dalam hal dunia, kita tidak perlu bertengkar
dengan penganut agama lain. Tapi kalau sudah soal syariat Islam, kita
diajarkan untuk tegas," tuturnya.
Dicontohkan, Nabi Muhammad SAW bersikap lemah lembut dengan nonmuslim
tatkala bermuamalah. Suatu saat, pernah terjadi Nabi Muhammad SAW diludahi
oleh seorang nonmuslim. Ketika itu, Nabi Muhammad SAW tidak marah, bahkan
bertanya ketika orang yang meludahinya tidak ada.
Menurut Ustaz Abu, krisis multidimensi di Indonesia terjadi karena banyaknya
kasus pelanggaran terhadap syariat Allah. Karena itulah, satu-satunya solusi
dalam memecahkan persoalan bangsa Indonesia sekarang ini adalah
diterapkannya syariat Islam di berbagai bidang.
"Repotnya, persoalan syariat ini dirundingkan dengan orang-orang yang jauh
dari Tuhan. Mudah-mudahan Presiden, Wapres, menteri, gubernur, wali kota,
bupati, dan seluruh aparat terkait memperoleh hidayah Allah sehingga
mendukung penerapan syariat Islam," ungkap Abu Bakar Ba'asyir.
Toloh agama yang belum lama bebas dari Lapas Cipinang ini menyatakan, fakta
sejarah mengungkapkan, ketika syariat Islam diberlakukan, ternyata tidak ada
orang nonmuslim yang dirugikan. "Bahkan ketika saya masantren (di Lapas
Salemba dan Lapas Cipinang, red), sejumlah pendeta dan biksu datang menengok
serta menyatakan dukungan bagi penerapan syariat Islam. Alasan mereka,
syariat Islam membawa ketenteraman dan kedamaian," tutur Ba'asyir.
Ibarat sepak bola
Sebelum Ba'asyir tampil, sejumlah tokoh Islam menyampaikan orasinya. Mereka
adalah K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Drs. K.H. Muchtar Adam, K.H.
Syaeful Abdullah, Ir. H. Ismail Yusanto, M.M., dan K.H. Saeful Malik. Mereka
mengemukakan hal senada, tentang pentingnya segera menegakkan syariat Islam
agar krisis multidimensi bisa teratasi dan berbagai musibah terhindari.
Aa Gym mengemukakan, penegakan syariat Islam itu bisa diibaratkan permainan
sepak bola. Maksudnya, tidak seluruh pemain harus memasukkan bolanya
bersama-sama ke gawang. Karena, bola memang hanya satu buah. Dalam hal ini,
yang penting adalah bagaimana sesama pemain memberikan operan bola, saling
mengerti, menghargai, dan bersatu untuk mencapai satu tujuan, yakni
memasukkan bola ke gawang.
"Begitu pula bangunan gedung yang terdiri atas pasir, kerikil, semen, dan
besi beton. Mustahil akan jadi gedung yang indah kalau masing-masing saling
ingin menonjolkan dan meremehkan perannya. Bahkan adukan semen beton itu
bisa membentuk gedung karena peran air yang lembut. Justru kelembutan air
itu bisa melubangi tembok, menghanyutkan dan menghancurkan segala sesuatu
sebagaimana ditunjukkan oleh tsunami dan banjir," ujar Aa Gym.
Ismail Yusanto, Syaeful Abdullah, dan Muchtar Adam mengimbau pihak terkait
segera memberantas kemaksiatan karena terbukti menjadi sumber terjadinya
berbagai musibah di Indonesia. Secara khusus, Ismail Yusanto dan Muchtar
Adam mendesak pemerintah menutup pabrik minuman keras dan menghentikan
berbagai kemaksiatan.
Muswil II MMI Jabar yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jabar, Danny
Setiawan itu, menurut Ketua SC Panitia Muswil II MMI Jabar, H.M. Soleh, akan
berlangsung hingga Sabtu (1/7) malam. Pesertanya adalah utusan pengurus MMI
di berbagai daerah di Jabar. (A.44)**
GALAMEDIA
01/07/2006
*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap
menghubungi
Redaksi Eskol-Net <[email protected]>
*************************************************************************************************