********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
Wacana Mingguan :
Edisi 10 April 1999
================
REFORMASI KASIH
�Kasih itu Harus Membenci �.�
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
(Hendra S/ Mhs FH Unair)
Mengamati kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia; mulai dari
peristiwa Mei 1998 (aksi penjarahan, pembakaran dan pemerkosaan massal),
tragedi Trisakti, Semanggi, Banyuwangi, Ketapang, Kupang, Poso, Ambon,
Sambas, dan sebagainya memunculkan sejumlah pertanyaan. Satu diantaranya
adalah �Dimana suara Umat Kristiani ?�. Ibarat iklan TV �Nyaris tak
terdengar�, demikianlah kenyataan yang ada. Umat Kristiani yang dikenal
dengan �kasih� �nya, ternyata juga mengalami degradasi kasih. Krisis kasih
telah terjadi. Ketika melihat banyak penyelewengan dan ketidakbenaran di
sekelilingnya, sikap diam (pasif) tanpa memberikan reaksi atau kritik lebih
banyak dilakukan dibandingkan dengan sikap aktifnya dalam bentuk protes
atau sikap pro aktif lainnya.
Sebagai umat yang telah dipanggil untuk memberitakan kasih Allah pada
sesamannya, berbuat kebenaran adalah mutlak harus diperbuat. Entah karena
takut atau memang karena tidak berani, umat Kristiani justru kebanyakan
bersikap pragmatis (atau apatis ?). Dengan hanya berdiam diri, menciptakan
hubungan vertikal dengan Allah lewat doa tetapi jika mengabaikan sesamanya
akan membuat �makna salib� itu kurang dihayati. Hubungan horizontal yang
seharusnya dibangun justru berkurang. Tidaklah salah jika di dalam
menyikapi suatu masalah, pendekatan yang sering dilakukan adalah dengan
kebaikan untuk melawan kejahatan dan ketidakadilan dengan cinta kasih.
Namun umat Kristiani juga harus dapat berdiri pada posisi yang tepat dan
benar. Tahu kapan mereka harus berbicara dan bertindak (Mat: 10 : 16).
Roma 13 :1-7 yang berbicara tentang hubungan antara pemerintah dan
masyarakat, bagi sebagian besar umat Kristiani menjadi salah satu momok
bagi mereka dalam menyuarakan hati nuraninya. Umat Kristiani tidak boleh
melawan pemerintah karena pemerintah adalah hamba Tuhan di bumi ini, yang
telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Benarkah demikian ? Bagaimana jika
mereka salah atau bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran Firman
Tuhan ? Akankah sikap �nrima� (pasrah) itu dilakukan tanpa berusaha
memberikan warna kekristenan di dalamnya ?
Apabila umat Kristiani alergi terhadap masalah ini tanpa mau memberikan
sumbangsihnya demi perbaikan kondisi negaranya pada dasarnya sama dengan
membantu mempercepat ke arah �lubang kehancuran�. Tanpa adanya suara-suara
kritis tentang kebenaran dan keadilan yang sumbernya adalah Kristus,, tidak
akan ada yang namanya demokrasi tapi �demonkrasi (demon = setan).
Seperti yang dikatakan oleh Marthin Luther, tokoh reformator Gereja (abad
XV � XVI), bahwa umat Kristiani tidak boleh tinggal diam melihat kebobrokan
yang terjadi di sekitarnya. Umat Kristiani harus mampu mendobrak
pintu-pintu kesesatan yang ada. Umat Kristiani tidak bisa hanya berpangku
tangan, menutup mata dan telinganya tanpa berbuat sesuatu ketika melihat
adanya pembodohan dan pemutarbalikkan fakta yang sebenarnya. �KASIH ITU
HARUS MEMBENCI �..�, demikian ditegaskannya.
Pernyatan itu memang dapat menimbulkan pertanyaan �Mengapa kasih itu harus
membenci ?� Padahal kalau dilihat misalnya 1 Korintus 1: 1-13, prinsip
kasih itu mengajarkan kebaikan. Demikian pula Tuhan Yesus mengajarkan agar
mengasihi sesama, termasuk orang yang membenci dan bahkan menganiaya (Mat
5:43-48). Jadi salahkan yang dinyatakan oleh Martin Luther tersebut ?
Kasih dan benci adalah dua kata yang sangat paradoksial. Kasih tidak dapat
disatukan maupun disejajarkan dengan benci. Keduanya memiliki relevansi
theologi yang berbeda. Tetapi sebenarnya antara kasih dan benci tidak dapat
dipisahkan; ada relevansi tindakan iman.
Bagi umat Kristiani hal ini mungkin terlupakan (atau dilupakan), bahwa
esensi di dalam kasih sebenarnya juga tercakup pula benci. KASIH ITU
MEMBENCI SEGALA SESUATU YANG BERTENTANGAN DENGAN ESENSI KASIH ITU SENDIRI�.
Inilah prinsip dasar kehidupan Kristiani yang membedakannya dengan dunia di
luar kekristenan.
Kasih bagi umat Kristiani berarti harus membenci ketidakbenaran,
ketidakadilan, kesewenang-wenangan, segala bentuk penyelewengan,
diskriminasi, penindasan serta berbagai bentuk kejahatan maupun pelanggaran
atas hukum dan ketetapan Allah.
Manakah yang kita pilih, tunduk kepada Allah dengan cara berani
berprofetis ataukah tunduk pada manusia dengan cara tetap membiarkan
�borok� itu semakin membesar ? Inilah jawabannya : �KITA HARUS LEBIH
TAAT KEPADA ALLAH DARIPADA KEPADA MANUSIA � (Kisah 5 : 29). Semoga
tulisan ini bermanfaat.
Himbauan :
1. Berdoa untuk situasi saudara-saudara kita (baik yang seiman maupun yang
tidak seiman) di Maluku pada umumnya dan Tual pada khususnya, agar Tuhan
campur tangan dalam kasus ini.
2. Selalu mewaspadai perubahan situasi keamanan di lingkungan anda
masing-masing.
3. Mempererat persekutuan dengan saudara seiman.
4. Mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi dengan lingkungan anda.
*******************************************************
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
[Eskol-Net]- Wacana Mingguan : 10 April 1999
Buletin Elektronik Eskol-Net Mon, 19 Apr 1999 00:12:27 -0700
