"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Timtim sepakat damai; Saksi Istiqlal ditahan;
Pembantaian di Kolorado; Pastor dituduh
terlibat pembersihan etnis di Rwanda
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Sari Berita: Kamis, 22 April 1999
-------------------------------
**Ditandatangani, Kesepakatan Damai Timor Timur
**UNDP Yakin Pemilu Tepat Waktu. AM Dituding Gagalkan Pemilu
**Saksi Pengebom Istiqlal Ditahan

**Kekerasan Terjadi Untuk Menggagalkan Pemilu

===Berita Luar Negeri===
**Tokoh Oposisi Malaysia Dikenakan Tuduhan Berkumpul tanpa Izin
**Bangkitnya Nasionalisme Cemaskan Ekonomi Turki

====English Section===
**Pupils massacred by high school gang members
**Vatican Defends Jailed Bishop
++++++++++++++++

Ditandatangani, Kesepakatan Damai Timor Timur
------------------------------------------------
Dili, Kompas

Kesepakatan damai antara kelompok prokemerdekaan dengan kelompok
pro-integrasi ditandatangani di kediaman Uskup Dili Mgr Carlos Filipe
Ximenes Belo SDB, di Lecidere Dili, Rabu (21/4). Penandatanganan ini
disaksikan Menteri Hankam/ Panglima TNI Jenderal Wiranto, Uskup Dili Belo,
Uskup Baucau Mgr Basilio do Nascimento, dan wakil Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (Komnas HAM) Djoko Soegianto.

Usai penandatanganan kesepakatan, kepada Panglima TNI, 12 anggota pasukan
pro-integrasi yang dipimpin Manuel Soussa menyerahkan sepuluh senjata laras
panjang dan satu laras pendek, yang kesemuanya adalah rakitan sendiri
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9904/22/UTAMA/dita01.htm

UNDP Yakin Pemilu Tepat Waktu. AM Dituding Gagalkan Pemilu
----------------------------------------------------------------------
JAKARTA (Media): Oknum Komisi Pemilihan Umum (KPU) berinisial AM dituding
berupaya menggagalkan Pemilu 7 Juni 1999.

Tudingan itu dilontarkan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Faisal Basri.
Kepada pers di Jakarta, kemarin, ia mengatakan ada oknum KPU yang berusaha
memperlambat kerja komisi itu, sehingga akan dapat mengundurkan jadwal
Pemilu 7 Juni.

Menurut dia, oknum itu berinisial AM. "Kehadirannya di sana memang sengaja
ingin memperlambat kerja dari lembaga ini sebagai penyelenggara pemilu,"
katanya.

Benarkah oknum AM ingin menggagalkan pemilu? Isu yang berkembang di KPU,
sejumlah anggota institusi itu sedang berupaya untuk menggusur oknum
tersebut. Seyogianya, kemarin, ada konferensi pers sejumlah wakil partai di
KPU untuk menggusur AM
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/04/22/POL01.html

Saksi Pengebom Istiqlal Ditahan
--------------------------------
Jakarta, Pembaruan

Reserse Polda Metro Jaya bersama instansi terkait di Mabes Polri sampai
Rabu (21/4) siang terus berupaya mengungkap siapa pelaku peledakan di
kompleks Masjid Istiqlal setelah ditemukan indikasi kemungkinan besar sama
dengan pelaku peledakan pusat pertokoan Hayam Wuruk Plaza yang terjadi
Kamis (15/4) siang.

Keterangan yang diperoleh dari Polda Metro Jaya Rabu (21/4) menyebutkan,
pelaku peledakan pusat pertokoan Hayam Wuruk Plaza yang saat ini diperiksa
dan dimintai keterangannya ada 35 orang. Tiga di antara mereka ditangkap di
luar kota Jakarta, Selasa (20/4) malam, dan dua di antaranya diduga
mengetahui pelaku peledakan di Istiqlal sehingga pemeriksaan secara cermat
terhadap mereka masih dilakukan. Diharapkan dari pemeriksaan kedua
tersangka itu bisa diketahui pelaku peledakan di Masjid Istiqlal.
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/04/210499/Headline/hl01/hl01.html

Kekerasan Terjadi Untuk Menggagalkan Pemilu
--------------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan

Peledakan bom di perkantoran kompleks Masjid Istiqlal, Plaza Hayam Wuruk,
Jakarta dan kerusuhan di berbagai daerah akhir-akhir ini, merupakan
serangkaian rencana untuk menciptakan atmosfer ketakutan masyarakat dengan
tujuan awalnya menggagalkan pemilu.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)
Pusat Mulyana W Kusuma menjawab wartawan di sela Seminar Pencegahan
Kekerasan Politik Dan Politik Kekerasan di Jakarta, Selasa (20/4).
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/04/210499/Politik/pl01/pl01.html


===Berita Luar Negeri===
Tokoh Oposisi Malaysia Dikenakan Tuduhan Berkumpul tanpa Izin
----------------------------------------------------------------------

KUALA LUMPUR (AFP): Seorang pemimpin oposisi Malaysia dan 23 orang lainnya,
kemarin, resmi dikenakan tuduhan berkumpul tanpa izin di Kuala Lumpur
ketika memprotes vonis enam tahun untuk Anwar Ibrahim, mantan wakil perdana
menteri dan menteri keuangan Malaysia.

Tian Chua, pemimpin koalisi oposisi dan wakil presiden Partai Keadilan
Nasional yang didirikan istri Wan Azizah wan Ismail--istri Anwar--ditangkap
saat terjadi bentrokan fisik antara pengunjuk rasa dan polisi antihuru-hara
di pekan lalu.

Di antara 24 orang yang dikenakan tuduhan itu terdapat Abdul Malik Hussin,
seorang aktivis yang tahun silam ditahan karena dianggap mengancam keamanan
nasional. Selain itu terdapat juga seorang warga Indonesia yang berprofesi
sebagai penjual sayur.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/04/22/INT02.html

Bangkitnya Nasionalisme Cemaskan Ekonomi Turki
----------------------------------------------------
Cairo, Kompas

Keberhasilan besar Partai Gerakan Nasionalis (MHP) yang beraliran Ultra
Kanan pada pemilu hari Minggu lalu, mencemaskan para pelaku ekonomi dan
politik luar negeri Turki. Harga saham di bursa Istanbul langsung turun,
segera setelah diumumkan hasil awal pemilu yang menunjukkan MHP memperoleh
kemajuan besar.

Kecemasan itu muncul lantaran pemimpin MHP Devlet Bahceli sampai saat ini
tidak bersedia menjelaskan secara rinci program ekonomi MHP. Sementara
himpunan pengusaha Turki, TUSIAD yang beraliran sekuler, menurut pers Turki
hari Rabu (21/4), ketakutan terhadap ideologi idealis MHP, yang memimpikan
terbentuknya negara Turki Raya yang membentang dari Asia Tengah hingga Laut
Adriatik. Demikian dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman, yang
memantau perkembangan Turki pascapemilu dari Cairo.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9904/22/LN/bang20.htm


====English Section====
Pupils massacred by high school gang members
-------------------------------------------------
UP to 25 people were killed yesterday after two teenagers in black
trenchcoats, armed with automatic weapons and pipe bombs, burst into their
school in Littleton, Colorado, and opened fire on fellow pupils.

 Police said it appeared that the two had gone on a suicide mission, mowing
down students before turning their weapons on themselves. The dead gunmen
were found in the library of the school. John Stone, the Jefferson County
Sheriff, said: "It is a pretty gruesome sight."
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=qsdbu9u9&atmo=HHHHH8w
L&pg=/et/99/4/21/wsho21.html

Vatican Defends Jailed Bishop
-------------------------------
By The Associated Press
VATICAN CITY (AP) -- Pope John Paul II expressed his regrets Wednesday over
the arrest of a bishop in Rwanda on genocide charges.

In his first public mention of the case that has strained the Vatican's
relations with Rwanda, the pope said the arrest last week of Bishop
Augustin Misago caused him ``pain and sorrow.''

The 56-year-old Misago was ordered Tuesday to remain in the Kigali Central
Prison for two months, until an investigation is completed into his alleged
participation in the 1994 genocide of more than 500,000 minority Tutsis and
politically moderate Hutus.
More: http://www.nytimes.com/aponline/i/AP-Vatican-Rwanda.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke