********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
********************************
Artikel Eskol-Net
=============
"Tinjauan Iman Kristen Atas Komunisme"
------------------------------------------
(Oleh : Augustinus Simanjuntak)
Di era Orde Baru, pemerintah dalam mengatasi paham komunis seringkali
menghadapinya dengan cara-cara yang justru melanggar Hak Asasi manusia
(HAM), seperti pemenjaraan. Bahkan di era itu terdapat sanksi yang sudah
berada di luar kewajaran dengan mematikan hak-hak tertentu sebagai warga
negara, misalnya tidak boleh mendaftar jadi Pegawai Negeri Sipil dan ABRI
hingga beberapa turunan, seperti yang dialami oleh pihak yang terlibat G 30
S/PKI. Bagaimana sebenarnya pandangan Kekristenan menghadapi masalah
komunisme ?
Mengutip pemikiran dari T.B. Simatupang yang mengatakan bahwa :
sebetulnya kita harus berusaha untuk mempelajari marxisme itu dengan
kesungguhan, sehingga kita kemudian dapat �mengatasi�nya dalam
pemikiran kita. Dengan demikian kita akan berkenalan dengan
komunisme, sedikit banyak ada unsur-unsur pemikiran komunis yang diserap
dalam pemikiran kita, dan selanjutnya kita sampai kepada kesadaran
bahwa komunisme itu adalah ajaran yang keliru�. Dari pemandangan
T.B. Simatupang ini dapat dianalogikan bahwa �musuh� utama bangsa
kita, terutama Kekristenan ialah konsep-konsep atau filsafat-filsafat
yang tidak sesuai dengan nilai-nilai/filsafat Kekristenan maupun filsafat
Pancasila. Jadi, bukan dengan menjauhi/mengucilkan atau apalagi membasmi
orangnya.
Bila diamati, sebenarnya paham maupun filsafat yang melanda dunia saat ini
bukan lagi didominasi oleh paham komunisme/marxisme. Justru sebagian
besar paham komunisme semakin ditinggalkan orang sehubungan dengan semakin
kuatnya paham lain di luar komunisme itu sendiri. Begitu banyak
filsafat-filsafat yang sedang berkembang di dunia saat ini, termasuk
filsafat yang pada dasarnya sangat bertentangan dengan ajaran Kekristenan.
Misalnya paham-paham yang mentolerir seks bebas, pola hidup materialisme,
hedonisme, individualisme, relativisme, dan sebagainya. Bahkan,
akhir-akhir ini muncul ajaran yang sedang mencuat di masyarakat yakni
ajaran gereja setan. Ternyata ajaran setan ini sudah meluas di beberapa
kota di tanah air, seperti di Manado, Surabaya dan Malang. Paham-paham
semacam ini jelas sangat bertentangan dengan ajaran kekristenan.
Alangkah berbahayanya jika paham-paham semacam ini melanda generasi
muda Kristen.
Namun, patut disayangkan karena hingga saat ini belum ada semacam
fatwa/peringatan dari lembaga-lembaga gereja di Indonesia dalam menyikapi
ajaran itu, walaupun sudah jelas salah dan sangat perlu diwaspadai.
Soalnya, cara-cara pendekatan untuk menyebarkan/mensosialisasikan ajaran
setan ini disinyalir mirip-mirip acara persekutuan. Oleh karena itu, dalam
hal ini peranan iman Kekristenan sangat menentukan dalam menangkal
paham-paham yang menyesatkan ini.
Moralitas seseorang yang dibangun atas dasar iman Kekristenan yang
menjalankan segala FirmanNya dipastikan bisa menangkal segala macam
ajaran-ajaran yang menyesatkan, termasuk paham komunisme. Semakin
bermoral berarti ia semakin bisa membedakan mana nilai-nilai/ajaran
yang benar/baik dan mana nilai-nilai yang salah; atau membedakan mana
nilai-nilai yang bisa mensejahterakan manusia dan mana nilai-nilai
yang bisa merugikan manusia, termasuk dalam menilai paham-paham yang
sedang berkembang di masyarakat. Sebaliknya, bila umat Kristiani mengalami
krisis iman (jarang ke gereja, jarang berdoa, jarang persekutuan, jarang
belajar Firman Tuhan), maka dikhawatirkan moralitasnya juga bisa diragukan,
atau biasa disebut sebagai krisis moral. Akibat krisis moral maka orang
tersebut dikhawatirkan akan mudah dipengaruhi oleh nilai-nilai dari luar
dirinya yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai/ajaran
Kekristenan.
Di sinilah pentingnya penanaman nilai-nilai Kekristenan (dengan memotifasi
untuk lebih rajin berdoa, persekutuan/ke gereja, dan belajar Firman Tuhan)
dalam kehidupan setiap individu Umat Kristen agar mampu menghadapi pengaruh
nilai-nilai/paham-paham yang tidak sesuai. Para hamba Tuhan harus mampu
membuktikan kepada umatnya bahwa sesuatu ajaran itu bertentangan dengan
nilai-nilai Kekritenan berdasarkan tinjauan Firman Tuhan. Bahkan jemaat
dituntut lebih dari sekedar menangkalnya, melainkan dituntut UNTUK BISA
MEMEPERTOBATKAN ORANG YANG MASIH TERIKAT ATAU ORANG YANG MENYEBARKAN
AJARAN-AJARAN SESAT TERSEBUT UNTUK DIMENANGKAN BAGI KRISTUS. Kiranya Tuhan
Yesus memampukan kita.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l