"""""""""""""""""""""""""""""""""""""" Sari Berita: Sinin, 10 Mei 1999 ===================== * Massa PDIP Vs. Golkar Akbar Diserang; Kantor Golkar Hancur * Amien Rais Tolak Panggilan Jaksa Agung * 500 Warga Thailand Di Indonesia Akan Dievakuasi * Mungkinkah Komunisme Bangkit Kembali? * PMKRI Ruteng unjuk rasa memprotes pernyataan Baramuli * Gus Dur: Jangan Mudah Diadu * Satgas Kami Dibacok'' ---------------------------------- ===English Section=== * Hundreds Riot in East Timor Market * Protesters Trap U.S. Envoy in Beijing ....................................................... S E L A M A T M E M B A C A """""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" Massa PDIP Vs. Golkar Akbar Diserang; Kantor Golkar Hancur ---------------------------------------- JEMBER (Waspada): Acara ke daerah Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung kembali diobrak-abrik massa yang mengenakan atribut PDI Perjuangan. Kali ini, penyerangan terjadi ketika Akbar hadir pada temu kader dan simpatisan Golkar di lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jatim, Minggu [9/5]. Penyerangan oleh massa PDI Perjuangan terhadap Golkar juga terjadi kemarin di Semarang. Ratusan warga dan Satgas PDI Perjuangan menyerbu Kantor DPD Golkar Jateng di Jl Kiai Saleh, Semarang. Dalam pertikaian tak seimbang tersebut, seorang Satgas PDI Perjuangan Sumaryoso (45 tahun) terluka akibat sabetan parang, sedangkan gedung kantor DPD Golkar Jateng itu hancur. Dalam insiden di Jember, Akbar beserta istrinya terpaksa diselamatkan dengan truk Dalmas Polres setempat. Akbar memang telah diincar sejak sebelum datang, dan sempat mengelabui massa perusuh dengan pindah kendaraan, dari bus wisata ke sebuah Toyota Kijang. Selengkapnya: http://www.waspada.com/051099/headline/headline.htm Amien Rais Tolak Panggilan Jaksa Agung ------------------------------------------ PURWOKERTO (Waspada): Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menolak dan tidak akan memenuhi panggilan Jaksa Agung (Jagung) Andi M Ghalib untuk mengklarifikasikan dugaannya tentang adanya aparat Kejaksaan Agung yang memeras bankir karena substansi persoalannya bukan pada pemanggilan dirinya. Amien Rais yang juga anggota penasehat Centre for Banking Crisis (CBC) ketika menjawab pertanyaan wartawan sebelum acara temu kader PAN di GOR Satria Purwokerto, Jateng Minggu (9/5) mengatakan, yang penting bukan pemanggilan dirinya tetapi mereka-mereka yang melakukan tindak korupsi yang harus diselesaikan terlebih dahulu. "Berdasarkan suara masyarakat bawah, saya memang tidak boleh mendatangi dan bertamu Jagung untuk mengklarifikasi itu karena substansi permasalahannya bukan pada pemanggilan tetapi bagaimana menyelesaikan kasus korupsi. Pemanggilan itu hanya pura-pura saja," katanya menegaskan. Selengkapnya: http://www.waspada.com/051099/headline/headlin5.htm 500 Warga Thailand Di Indonesia Akan Dievakuasi ---------------------------------------------------- Bangkok, Pembaruan Pemerintah Thailand sudah merencanakan untuk melakukan evakuasi darurat bagi 500 warganya yang tinggal di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya tindak kekerasan selama masa kampanye pemilu yang akan dimulai bulan ini, demikian sebuah laporan hari Minggu (9/5). Duta Besar Thailand untuk Indonesia Somphan Kokilanond mengatakan, keduataan di Jakarta telah menasehati warga Thailand untuk menyediakan berbagai kebutuhan penting dan bersiap-siap guna dievakuasi ke kedutaan selama masa kampanye pemilu yang berlangsung 19 Mei-4 Juni, tulis Bangkok Post. Indonesia akan melaksanakan pemilu pada 7 Juni. ''Setiap lembaga juga memperkirakan akan terjadi berbagai bentrokan, khususnya muncul secara emosi antara pendukung partai politik,'' ujar Duta Besar Thailand. tersebut. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/05/090599/Headline/hl06/hl06.html Mungkinkah Komunisme Bangkit Kembali? ------------------------------------------- Oleh M Dawam Rahardjo Akhir-akhir ini perhatian masyarakat memang ditarik oleh gejala dan spekulasi tentang kemungkinan bangkitnya kembali komunisme di Indonesia. Indikator utamanya, pertama adalah masuknya tokoh-tokoh yang disebut komunis ke dalam partai-partai politik tertentu. Novelis, alumnus Pulau Buru, Pramudya Ananta Toer, umpamanya, terang-terangan bergabung dengan dan diterima baik oleh PRD yang radikal dan militan, pimpiman Budiman Sujatmiko. Dalam suatu keterangannya, Sujatmiko pernah pula menyatakan simpatinya kepada PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9905/10/13797.htm PMKRI Ruteng unjuk rasa memprotes pernyataan Baramuli Jangan percaya, Golkar ular berkepala dua ------------------------------------------- Ende, PK Masyarakat harus waspada terhadap Partai Golongan Karya (Golkar), karena Golkar ibarat ular berkepala dua. Untuk itu, partai-partai baru yang reformis harus bersatu, sebab jika tidak maka Golkar akan mempertahankan status quo. Pernyataan keras itu disampaikan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Ende, Agil P. Ambuwaru, menanggapi pernyataan Ketua Dewan Panasihat DPP Golkar, Dr. A.A Baramuli, S.H. ketika melakukan temu kader Golkar di Ende, Kamis (6/5). Pernyataan menantang ini disampaikan Agil P. Ambuwaru kepada Pos Kupang di Sekretariat PAN Cabang Ende, Jalan Banteng, Jumat (7/5). Pernyataan senada disampaikan pula oleh sejumlah pimpinan dan fungsionaris partai politik (Parpol) di Kupang dan Ende. Yang dimaksudkan dengan ular berkepala dua, demikian Ambuwaru, karena Golkar tidak saja golongan tetapi juga partai. Seperti ular, Golkar bisa memagut sini, memagut sana asal keinginannya terpenuhi, walaupun itu dilakukan dengan cara yang tidak benar. Selengkapnya: http://www.indomedia.com/poskup/9905/08/EDISI08/0805utm1.htm Gus Dur: Jangan Mudah Diadu Ada yang Naik Panggung Minta Maaf ------------------------------------- JEPARA-Kehadiran Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid di Jepara kemarin dapat menjadi obat dan penenteram warga, setelah terjadi bentrokan massa PPP dan PKB di Desa Dongos yang menewaskan empat orang. Walau ada kekhawatiran sebagian pihak, kehadiran Gus Dur akan memancing "memanaskan'' suasana, tak terbukti. Kemarin pagi hingga sore warga NU dan PKB dari Jepara dan sekitarnya berjubel di alun-alun kota Jepara. Berdasarkan pantauan petugas keamanan hingga tadi malam, semua warga kembali dengan selamat, tak ada insiden. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9905/10/nas2.htm "Mereka Menyobek Bendera'' ------------------------------ Versi Satgas Golkar, Karyanto Dkk : Pagi hari kami mengadakan patroli rutin. Di sejumlah jalan protokol, satgas menemukan ratusan bendera Golkar diturunkan, disobek, dan dibakar massa PDI Perjuangan. Kami berinisiatif mengumpulkan bendera-bendera tersebut. Rencananya kasus perusakan bendera itu kami laporkan ke Poltabes. Sebelum lapor, kami mampir dulu ke kantor DPD II. Ada 17 orang yang bersantai di dalam kantor ini. Waktu menunjukkan pukul 11.00. Baru sejenak beristirahat dan menonton televisi, mendadak di luar kantor terdengar suara motor di-blayer-blayer keras sekali. Beberapa di antara kami melongok ke luar, ada seorang warga PDI Perjuangan mengendarai RX King berputar-putar di halaman kantor. Beberapa di antara kami marah, tetapi masih mencoba menahan diri. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9905/10/nas3.htm "Satgas Kami Dibacok'' Versi Satgas PDI Perjuangan ----------------------------- W Sugianto Dkk : Siang hari sekitar pukul 12.30-13.00, kami lewat di depan kantor DPD II Golkar. Sebelumnya kami putar-putar kota, semua berlangsung aman dan tertib. Sampai di Jl Veteran kami dicegat Satgas Golkar. Nggak boleh lewat. Apa alasan mereka, kami tak tahu. Selain itu, mereka melempari kami dengan batu dan paving block. Kami jadi jengkel. Apalagi waktu itu ada kabar salah seorang anggota kami disandera Satgas Golkar. Kemarahan massa meluas. Untuk menjernihkan situasi, sejumlah personel Satgas PDI Perjuangan rembukan. Hasilnya, kabar itu akan kami cek. Kebetulan waktu itu kami bersama ratusan pendukung PDI Perjuangan. Ketika seorang satgas kami, Joko, masuk ke kantor DPD Golkar untuk klarifikasi, tahu-tahu dia dibacok. Kami tentu saja marah, lalu membalas dengan melemparkan batu. Waktu itu kami punya pikiran kalau masuk kantor bisa bernasib seperti Joko, digobang sama mereka. Terbukti Agus dan Suparno terkena pedang. Melihat korban di pihak kami bertambah, massa marah besar, lalu mengamuk. Sejumlah mobil dan sepeda motor dibakar, kantor Golkar dirusak. (B15,D4,F3,D2-24g) Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9905/10/nas4.htm ===English Section=== Hundreds Riot in East Timor Market ------------------------------------- By Geoff Spencer Associated Press Writer Sunday, May 9, 1999; 2:15 p.m. EDT DILI, Indonesia (AP) -- Rival factions rioted in East Timor Sunday, killing one man in the latest outbreak of violence in advance of a crucial vote on the future of the half-island territory. The escalating attacks threaten to undermine U.N. efforts to bring peace to the troubled region. U.N. officials have begun preparations for a crucial August ballot on whether East Timor will break away from Indonesia, which invaded the former Portuguese colony in 1975. Full story: http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990509/V000780-050999-idx.ht ml Protesters Trap U.S. Envoy in Beijing ------------------------------------- By John Pomfret Washington Post Foreign Service Monday, May 10, 1999; Page A1 Riot military police stand guard against protesters outside the U.S. Embassy in Beijing on Sunday. (AP) BEIJING, May 9 � Thousands of demonstrators massed in front of the U.S. Embassy for a second day today, trapping the ambassador and 13 other staff members as protests continued over the NATO attack on the Chinese Embassy in Belgrade. Ambassador Jim Sasser said he was a "hostage" of the protesters, who hurled rocks and debris at the building, while others attacked the British and Albanian missions and continued to demonstrate at U.S. consulates elsewhere in China. Sasser said he was unable to leave the premises because he didn't have adequate protection. Full story: http://www.newsweek.com/nw-srv/topnews/daily/china.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
