'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Selasa, 11 Mei 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

**Habibie: Tak Ada "Reshuffle"
**Kejagung Tak Mengerti Mengapa Amien Anggap Kecil Pemanggilan
**Danrem 011 Membantah Munir
**Ada Partai Pesan Ratusan Senjata Tajam

====Berita Luar Negeri=====
**Hubungan Cina-AS Memburuk
**Malaysia Bantah Kirim Amunisi ke Sambas

====English Section=====
**US offers riot training for Indonesia cops

+++++++++++++++++++++++++++++++

Habibie: Tak Ada "Reshuffle"
====================
Jakarta, Kompas
Presiden BJ Habibie menegaskan, tidak akan mengadakan reshuffle kabinet
menyusul pengunduran diri Menteri Negara Sekretaris Negara (Mensesneg)
Akbar Tandjung dan Menteri Negara Investasi/Kepala BKPN (Menives) Hamzah
Haz. Untuk selanjutnya, jabatan Mensesneg dirangkap Menteri Kehakiman
Muladi dan Meninves dirangkap Menparsenibud Marzuki Usman
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9905/11/UTAMA/habi01.htm

Kejagung Tak Mengerti Mengapa Amien Anggap Kecil Pemanggilan
==============================================
Jakarta, Pembaruan
Kejaksaan Agung, Senin (10/5), menyatakan tak dapat mengerti apa maksud dan
tujuan Ketua Umum DPP PAN Amien Rais untuk tidak mau memenuhi undangan
Kejagung guna suatu klarifikasi terhadap tudingan Amien sendiri yang
menyatakan ada aparat kejaksaan yang memeras bankir.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Prof Dr Amien Rais mengatakan
di Kebumen, Jateng, Minggu (9/5) panggilan Jaksa Agung terhadapnya
merupakan persoalan kecil.
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/05/100599/Headline/hl04/hl04.html

Danrem 011 Membantah
Munir Tuduh Insiden Krueng
Guekueh Hasil Rekayasa
=====================
Banda Aceh, Pembaruan
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Munir
SH mengatakan, tragedi Krueng Guekueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara yang
membawa korban lebih dari 34 orang, Senin (3/5) lalu, bukanlah sebuah
insiden yang terjadi dengan tiba-tiba dan sporadis. Tetapi suatu rekayasa
yang telah disiapkan dan terencana.
Sedangkan Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Johny Wahab dalam
percakapan dengan Pembaruan Senin (10/5) pagi lewat telepon interlokal
menyebutkan, pernyataan Kontras tidak benar. Jika Kontras mengatakan
peristiwa ini adalah rekayasa, maka pihaknya pun bisa menyatakan pernyataan
Munir sebagai rekayasa semata-mata untuk kepentingan pihaknya
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/05/100599/Headline/hl07/hl07.html


Ada Partai Pesan Ratusan Senjata Tajam
============================
SEMARANG - Di tengah keprihatinan masyarakat terhadap bentrokan antarmassa
partai, ternyata tidak otomatis membuat seluruh partai cooling down. Panwas
I Jateng justru memperoleh temuan ada salah satu partai memesan ratusan
senjata tajam. Berbagai senjata seperti pedang, parang, dan golok itu
dipesan dari sebuah industri logam di Ceper, Delanggu, Klaten.
''Pesanan mencapai 125 buah. Kami tak tahu apakah itu pesanan pertama,
kedua, atau terakhir. Yang jelas ada partai tertentu telah memesan. Entah
untuk apa,'' kata Ketua Panwas Gunanto Suryono SH didampingi Sekretaris
Kamaluddin S Pelawi SH, seusai audiensi dengan Gubernur Mardiyanto, kemarin
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9905/11/nas6.htm



====Berita Luar Negeri=====

Hubungan Cina-AS Memburuk
----------------------------------
Beijing, Senin
Hubungan Cina-AS memburuk menyusul kasus pemboman pasukan udara Pakta
Pertahanan Atlantik Utara (NATO) atas Gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Cina
di Beograd yang merenggut setidaknya empat nyawa dan 20 luka berat. Hal itu
ditandai dengan keputusan Cina menunda hubungan militer tingkat tinggi
dengan AS sejak Senin (10/5).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9905/11/LN/hubu06.htm

Malaysia Bantah Kirim Amunisi ke Sambas
--------------------------------------------
Kuching, JP.-
Kepolisian Malaysia masih menyelidiki laporan ditemukannya amunisi buatan
negara itu yang telah disuplai ke pihak tertentu yang bertikai di Sambas,
Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Tetapi, sejauh ini pihak Malaysia
belum menemukan bukti-bukti kuat yang mendukung kebenaran laporan tersebut.
Bahwa, belum ada bukti meyakinkan peluru-peluru senapan yang dipakai di
Sambas itu benar-benar made-in-Malaysia. Sebelumnya ada dugaan bila peluru
itu dihasilkan oleh dua perusahaan di ibu kota Kuala Lumpur, lalu dibawa ke
Sarawak, untuk dikirim ke Sambas.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/10mei/in10me4.htm


====English Section=====

US offers riot training for Indonesia cops
-------------------------------------------
WASHINGTON -- The Clinton administration has decided to offer riot-control
training to the Indonesian police in preparation for next month's
elections, according to administration officials.
The training programme, organised by the State Department and the Justice
Department, has drawn a mixed reception from human-rights groups.
More: http://straitstimes.asia1.com/reg/sea2_0510.html










"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke