'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Jumat, 14 Mei 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
**Gus Dur, Amien, dan Mega, akan Keluarkan Komunike
**Ratusan Transmigran Eksodus Dari Aceh Barat
**Masyarakat Dilecehkan

====Berita Luar Negeri=====
**Duma Lancarkan 'Impeachment' pada Yeltsin
**PM Netanyahu Isyaratkan Kekalahan

====English Section=====
**Serbian Jewish activists horrified by the war, stress common history

+++++++++++++++++++++++++++++++

Menjelang Pemilu 1999
Gus Dur, Amien, dan Mega, akan Keluarkan Komunike
=======================================
Surabaya, Kompas
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdurrahman Wahid
menegaskan, berkaitan dengan Pemilu 1999 mendatang, pihaknya bersama
komponen kekuatan bangsa seperti Amien Rais selaku Ketua Umum DPP Partai
Amanat Nasional (PAN) dan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, bersepakat mengeluarkan
komunike bersama untuk suksesnya pemilu tersebut.
"Kita ingin melihat pemilu yang baik, dan sekarang ini yang terpenting
pemilu berlangsung sukses," ujar Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus
Dur, di hadapan puluhan ribu warga Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser
pada apel akbar Gerakan Pemuda Ansor dan Banser se-Jatim, Kamis (13/5), di
Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya.
Selengkapnya:
http://kompas.com/kompas-cetak/9905/14/UTAMA/gusd01.htm

Ratusan Transmigran
Eksodus Dari Aceh Barat
=====================
MEULABOH (Waspada) : Ratusan warga transmigrasi asal Pulau Jawa di Aceh
Barat, eksodus dari wilayah itu sehubungan makin maraknya aksi provokator
yang menggangu ketenteraman mereka, kata kalangan masyarakat setempat.
Aksi "minggat" warga transmigrasi ini ketara sekali terlihat di wilayah
Patek, Kecamatan Sampoiniet, dan lokasi transmigrasi lainnya. Di Patek,
sebagian basar warga trans ini bahkan rela menjual kendaraan dan kebun
mereka dengan harga miring karena ketakutan.
Selengkapnya:
http://www.waspada.com/051499/headline/headlin8.htm

Rekomendasi TGPF Kerusuhan Mei tidak Ditindaklanjuti
Masyarakat Dilecehkan
=======================================
Jakarta, Kompas
Belum adanya pertanggungjawaban politis dari pemerintah terhadap kasus
kekerasan politis, di antaranya Kerusuhan 13-15 Mei 1998 sangat
mempengaruhi citra pemerintahan BJ Habibie. Tidak ditindaklanjutinya
rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk sendiri oleh
pemerintah merupakan pelecehan terhadap masyarakat.
Selengkapnya:
http://kompas.com/kompas-cetak/9905/14/UTAMA/masy01.htm


====Berita Luar Negeri====

Duma Lancarkan 'Impeachment' pada Yeltsin
------------------------------------------------
MOSKOW (AFP): Pemimpin Parlemen Rusia yang dipimpin kelompok komunis
melancarkan impeachment bersejarah terhadap cara kerja Presiden Boris
Yeltsin kemarin, dengan membuka perdebatan konstitusi yang panjang untuk
menyingkirkan pemimpin Kremlin itu. Perdebatan muncul sehari setelah
Yeltsin menjerumuskan Rusia ke dalam ketidakstabilan politik dengan memecat
Yevgeny Primakov, perdana menteri yang populer dan didukung kelompok kiri
yang mendominasi Duma, majelis rendah parlemen. Perdebatan yang akan
berlangsung tiga hari dibuka oleh Vadim Filimonov, Ketua Komite Impeachment
di Duma, dengan menyatakan lima tuduhan terhadap kepala negara.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/05/14/INT04.html

PM Netanyahu Isyaratkan Kekalahan
---------------------------------------
Cairo, Kompas
Empat hari menjelang pemilu, PM Israel Benjamin Netanyahu dicemaskan
menanjaknya popularitas pimpinan Partai Buruh rivalnya, Ehud Barak. Dalam
rapat Partai Likud Rabu (12/5) malam, Netanyahu bahkan mengungkapkan
kecemasannya kemungkinan akan kalah dari rivalnya tersebut.
Kecemasan Netanyahu dipicu hasil jajak pendapat terakhir, yang menyatakan
bahwa pimpinan Partai Buruh Ehud Barak unggul 17 persen dari Netanyahu.
Selengkapnya:http://kompas.com/kompas-cetak/9905/14/LN/pmne06.htm


====English Section====

Serbian Jewish activists horrified
by the war, stress common history
By Tom Tugend
------------------------------------
LOS ANGELES, May 12 (JTA) -- When Dusica Savic Benghiat makes her daily
phone call to her mother in Belgrade, she can frequently hear the air raid
sirens as a backdrop to the 78-year-old woman's increasingly discouraged
voice.
``My mother tells me she doesn't care anymore. She just stays in bed. If
the bombs miss her, that's fine, and if they hit, somebody will pick up
what's left," says Benghiat, an activist for Serbian-Jewish friendship.
The Los Angeles resident understands her mother's mood. ``If I had to go to
the shelter every day, I don't know what state I'd be in," she says. ``How
long can you go on before you go crazy and give up on life completely?"
More:http://www.jta.org/may99/12-serb.htm




"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke