''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Selasa, 18 Mei 1999 """""""""""""""""""""""""""""""""""""" **Wiranto: Kasus Aceh Direkayasa Separatis **Mega, Amien, Gus Dur Sepakat Hadang "Status Quo" **Presiden Janji akan Hapus Biaya SPP Secara Bertahap **''Time'' Lebih Baik dari Kejakgung ====Berita Luar Negeri===== **Ratusan Ribu Anak-Anak Bekerja di Pertambangan **Duma Gagal, Posisi Yeltsin Menguat ====English Section===== **Clinton congratulates Israeli winner Ehud Barak +++++++++++++++++++++++++++++++ Wiranto: Kasus Aceh Direkayasa Separatis ============================= Solo, Kompas Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto menegaskan, TNI tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan kasus-kasus kerusuhan yang terjadi di Tanah Air belakangan ini. Sebenarnya, sudah banyak hasil pengusutan dan ada pihak yang dihukum, sekalipun TNI masih dinilai lamban dan tidak tuntas menyelesaikan kasus-kasus tersebut. "Banyak kalangan mengatakan bahwa kerusuhan-kerusuhan di Indonesia akhir-akhir ini tidak diusut secara tuntas, lamban, dan tidak diselesaikan secara baik. Saya tidak akan lepas tanggung jawab," demikian Wiranto dalam acara dialog dengan ulama dan tokoh agama-Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha-se-Surakarta, di Pondok Assalam, Kartasura (Jateng), Minggu (16/5) malam. Selengkapnya:http://kompas.com/kompas-cetak/9905/18/UTAMA/wira01.htm Mega, Amien, Gus Dur Sepakat Hadang "Status Quo" ======================= Jakarta, Kompas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sepakat untuk menggalang kekuatan bersama untuk menghadang kekuatan status quo. Kesepakatan itu tertuang dalam komunike bersama yang ditandatangani ketiga tokoh itu, Senin (17/5), di Jakarta. Sedangkan pernyataan komunike itu dibacakan Amien Rais dan Gus Dur Selasa dini hari di kediaman Ketua DPP PKB Alwi Shihab di Jl Paso No 22, Ciganjur. Megawati tidak dapat hadir dalam jumpa pers tersebut karena pagi ini dia harus melakukan kunjungan kerja ke daerah. Selengkapnya:http://kompas.com/kompas-cetak/9905/18/UTAMA/hada01.htm Presiden Janji akan Hapus Biaya SPP Secara Bertahap ====================================== JAKARTA (Media): Presiden BJ Habibie mengemukakan SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dapat dikurangi atau dihapuskan sama sekali guna menekan angka putus sekolah (drop-out--DO) akibat terjadinya krisis moneter. "Untuk mengurangi angka putus sekolah maka sumbangan orang tua (SPP) dapat diminimalkan atau dihapuskan sama sekali," jelas Presiden saat membuka Rakernas Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Istana Negara, kemarin. Menurut Presiden, krisis moneter telah merambat ke sektor pendidikan dan kebudayaan sekalipun dampaknya tidak separah di bidang ekonomi. Untuk itu, ujar Presiden, pemerintah bertekad melanjutkan pemberian beasiswa dan penyaluran biaya operasional pendidikan kepada ribuan sekolah, kendati ada peluang penghapusan atau pengurangan SPP. Selengkapnya:http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/05/18/POL03.html ''Time'' Lebih Baik dari Kejakgung -Dalam Mengungkap Kekayaan Cendana -Pengacara Soeharto Akan Menuntut ============================== JAKARTA - ''Kemampuan investigasi majalah Time ternyata lebih baik daripada Kejaksaan Agung (Kejakgung), setelah menemukan fakta-fakta mengenai kekayaan keluarga Cendana. Karena itu, Kejakgung harus menjadikan temuan majalah tersebut untuk melakukan pengecekan dan investigasi lanjutan,'' kata Direktur YLBHI Bambang Widjoyanto, kemarin. Saat menanggapi artikel dan temuan majalah Time edisi 17 Mei 1999, yang memuat kekayaan Soeharto dan putra-putrinya di luar negeri yang mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 120 triliun, Bambang Widjoyanto mengatakan, temuan tersebut harus ditindaklanjuti oleh Kejakgung sebagai suatu informasi yang dapat dipercaya. Selengkapnya:http://www.suaramerdeka.com/harian/9905/18/nas1.htm ====Berita Luar Negeri==== Ratusan Ribu Anak-Anak Bekerja di Pertambangan ----------------------------------------------------- WASHINGTON (AFP): Ratusan ribu anak-anak di negara-negara sedang berkembang bekerja di tambang-tambang skala kecil dengan lingkungan yang sangat menyedihkan, bahkan sangat berbahaya. Seperti terangkum dalam laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang dipublikasikan di Washington, Minggu lalu (16/5), para pekerja anak-anak itu menghadapi risiko tertelan banjir, terjebak dalam gua-gua sempit, terserang penyakit tubercolosis (TBC), dan keracunan berbagai zat kimia. ILO menyatakan sekitar 13 juta pekerja di seluruh dunia--sekitar 4 juta di antaranya adalah wanita--dipekerjakan di pertambangan skala kecil yang beroperasi tanpa izin. Mereka tersebar di 35 negara-negara yang tergolong sangat miskin. Tingkat kefatalan di pertambangan seperti ini mencapai 90% lebih tinggi dibanding risiko di pertambangan negara-negara maju. Selengkapnya:http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/05/18/INT02.html Duma Gagal, Posisi Yeltsin Menguat -------------------------------------- Moskwa, Senin Kegagalan Majelis Rendah Rusia, Duma, untuk meloloskan usulan agar Presiden Boris Yeltsin kena proses impeachment, Sabtu (15/5) lalu, membuat posisi pemimpin Kremlin ini kembali menguat. Sejumlah analisis politik mengungkapkan, Yeltsin bahkan mungkin akan "menyerang balik" serangan bertubi-tubi atas dirinya oleh kelompok oposisi di Duma. Meski demikian, Ketua Majelis Tinggi Yegor Stroyev, toh mengingatkan agar dipikirkan pembatasan kekuasaan Presiden Boris Yeltsin, agar tak terjadi lagi perubahan pemerintahan tak terduga seperti yang sudah-sudah. Selengkapnya:http://kompas.com/kompas-cetak/9905/18/LN/duma06.htm ====English Section===== Clinton congratulates Israeli winner Ehud Barak By Jonathan Wright ------------------------------------------------ WASHINGTON, May 17 (Reuters) - President Bill Clinton offered his "warmest congratulations" to Israeli Labor Party leader Ehud Barak on Monday for his victory in Israel's election for prime minister. Clinton said in a statement he had spoken by telephone to Barak as well as to Prime Minister Benjamin Netanyahu and had pledged to work "energetically for a just, lasting and comprehensive peace that strengthens Israel's security." More:http://www.feeds.cc/news_web/news/GLANCE-G:RCOM/GLANCE-G:RCOM-nN172928 77.01-34-41.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
