Syalom,

Redaksi mempostingkan kejadian yang terjadi lagi di Ambon pada pagi hari
tadi. Mohon terus dukungan doanya.

Redaksi Eskol-Net
--------------------

Penembakan Warga Kristen
Dok. FKKI
======================

Hari ini (15/5) Ambon dilanda kerusuhan lagi. Bermula dari adanya pembawaan
obor yang diarak secara estafet dari Saparua ke lapangan Merdeka (tugu
Pattimura) dalam rangka perayaan hari Pattimura dan sekaligus peresmian
Kodam XVI Pattimura Ambon.

Kejadian ini diawali dengan adanya ketegangan antar dua warga, yaitu warga
Batu Merah (Islam) dengan warga Mardika. Dimana persoalannya adalah masalah
obor yang akan dibawa ke lapangan Merdeka (tugu Pattimura). Ketika pemuda
Batu Merah yang mendapat giliran membawa obor tiba diperbatasan Mardika
menolak untuk menyerahkan obor tersebut kepada pemuda Mardika. Hal ini
dilakukan dengan alasan bahwa desa Mardika bukan desa adat dan tidak layak
membawa obor itu ke lapangan Merdeka. Walau sebenarnya sudah ada intruksi
dari camat Sirimau untuk memberikan obor tersebut kepada pemuda Mardika ,
ternyata intruksi itu tidak disosialisasikan kepada masyarakat. Kemudian
obor dibawa masuk ke dalam mesjid yang terletak di perbatasan kedua daerah
itu. Pemuda Mardika tetap menunggu di perbatasan untuk menerima obor.
Tiba-tiba di daerah Batu Merah ada 8 (delapan) rumah mengalami kebakaran.
Sebagian besar rumah yang terbakar adalah milik orang Islam (7 rumah).
Sebab musabab dari kebakaran 8 (delapan) rumah tersebut masih dicari.
Akhirnya obor dibawa oleh Kopassus melalui jalan memutar ke lapangan
Merdeka (tugu Pattimura).

Akibat dari persoalan ini, para pemuda Mardika protes kepada aparat
keamanan. Bentrokan pun terjadi antara pemuda Mardika (Kristen) dengan
aparat keamanan (Kostrad & anggota SECATA B sekolah calon tamtama tipe B).
Yang kemudian terjadinya penembakan secara brutal ke arah massa. Penembakan
itu mengakibatkan 4 (empat) orang tewas & beberapa lainnya luka-luka.

Para pemuda Mardika lalu membawa 1(satu) jenasah korban penembakan itu dari
RS ke Korem Batu Gajah dengan maksud agar adanya perhatian dari pihak Korem
bahwa telah terjadi penembakan yang membawa korban jiwa. Tapi yang terjadi
kemudian ketika memasuki Korem aparat keamanan menembaki massa. Penembakan
ini mengakibatkan 3(tiga) orang tewas & beberapa orang luka-luka.
Disinyalir penembakan di Korem dilakukan oleh anggota SECATA B(sekolah
calon tamtama tipe B).

Korban jiwa pada kerusuhan antar warga Mardika dengan aparat keamanan
adalah SBB:
1. Korban jiwa 7 (tujuh) orang
2. Luka-luka 17 (tujuh belas) orang

Tindakan yang sedang dilakukan:
Pihak Posko Maranatha & tim pengacara sedang mengautopsi mayat-mayat korban
penembakan untuk nantinya sebagai bukti di pengadilan.


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke