'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Rabu, 16 Juni 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*KISDI Demo Polri, Tagih Kasus Theo Syafei
*Etnis Tionghoa masih Jadi Persoalan Horizontal
*Penonaktifan Ghalib Ada Kepentingan Formal
*Penonaktifan Ghalib Ada Kepentingan Formal
*23 Parpol Sepakat tak Tanda Tangani Hasil Pemilu
*PKB Bentuk Tim Bahas Presiden Wanita
*Feisal Tandjung Ditolak Ramai-Ramai
*Sekjen Dan Ketua Harian PGSI
  Beri Keterangan Berbeda

--------English Section-------------------
**Indonesia Revives Memory of Sukarno
...............................................................
S  E  L  A  M  A  T    M  E  M  B  A  C  A
=============================

KISDI Demo Polri, Tagih Kasus Theo Syafei
----------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Partainya menang pemilu, tak berarti Ketua DPP PDI Mayjen (Pur) Theo Syafei
bisa bersenang hati. Sebab, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam
(KISDI) mulai mengungkit lagi kasus tuduhan penghinaan umat Islam yang
diduga menjadi pemicu kerusuhan Kupang beberapa waktu lalu. Kelompok Islam
beraliran keras ini kemarin menggelar demo di Mabes Polri, Jakarta. Aksi
itu langsung dipimpin H Ahmad Sumargono. Mereka meminta laporannya yang
menuding Theo Syafei telah menghina umat Islam tak dipetieskan. Aksi
tersebut berlangsung dua jam sejak pukul 11.00 WIB.  Langkah yang dilakukan
Gogon �demikian Sumargono biasa dipanggil� dan rombongannya ini sempat
memacetkan jalan Trunojoyo (di kawasan Blok M). Namun, secara keseluruhan,
aksi yang melibatkan ratusan peserta dari API (Asosiasi Pembela Islam) itu
berlangsung tertib.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/16jun/de16jn2.htm

Etnis Tionghoa masih Jadi Persoalan Horizontal
-----------------------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Etnis Tionghoa merupakan bagian dari masyarakat Indonesia sejak
berabad-abad yang lalu. Namun, hingga kini persoalan etnis Tionghoa,
tampaknya masih menjadi persoalan horizontal masyarakat Indonesia yang
serius. Hal itu dikemukakan beberapa pakar seperti Dr. Lukas Musianto,
Sosiolog Universitas Kristen (UK) Petra, Dr. Anita Lie dan Ir. Lukito
Kartono yang dihubungi secara terpisah, di Surabaya, Selasa (15/6) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/16/n3.htm

Penonaktifan Ghalib Ada Kepentingan Formal
----------------------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Direktur LBH Surabaya Indro Sugianto, S.H. mengatakan, dinonaktifkannya
Jaksa Agung Andi M Ghalib, oleh Presiden Habibie, sebagai buntut kasus
korupsi Rp 9,2 milyar dinilai ada kepentingan formal. Artinya, Habibie
ingin membuktikan bahwa pemerintahannya memiliki keinginan untuk
memberantas KKN seperti yang diamanatkan dalam TAP MPR 1998. ''Selain ada
bukti kuat ICW, penonaktifan itu memiliki kepentingan politis,'' katanya
kepada Bali Post di Surabaya, Selasa (15/6) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/16/n2.htm

23 Parpol Sepakat tak Tanda Tangani Hasil Pemilu
---------------------------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Sedikitnya 23 parpol di Jatim sepakat tak akan menandatangani berita acara
hasil pemilu 7 Juni lalu. Kesepakatan itu diputuskan dalam pertemuan di
sekretariat PPD I Jatim, di Surabaya, Selasa (15/6) kemarin. Ke-23 parpol
yang sepakat tak akan menandatangani berita acara itu adalah Partai
Persatuan, Partai KAMI, Partai Abul Yatama, Partai Islam Demokratis, Partai
Rakyat Indonesia, Partai Pilihan Rakyat, PSII, PSII 1905, Partai Kebangsaan
Merdeka, Partai Umat Muslim Indonesia, PRD, PKP, PDR, PNI Supeni, PDI (Budi
Hardjono), Partai Indonesia Baru, Partai SPSI, Partai Buruh Nasional,
Partai Bhineka Tunggal Ika, Partai Demokrasi Kasih Bangsa, Partai Cinta
Damai, Partai Nasional Bangsa Indonesia, dan Partai Krisna. Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/16/n1.htm

PKB Bentuk Tim Bahas Presiden Wanita
PPP Putuskan Capres Harus Putra Indonesia Islam
---------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Diam-diam, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk tim khusus yang
bertugas mencari dalil-dalil fikih yang bisa memberikan legitimasi hukum
bagi keberadaan presiden wanita. Tim khusus ini beranggota lima orang:
Matori Abdul Djalil, Muhaimin Iskandar, Dr Alwi Shihab, KH Ma�ruf Amin, dan
KH Yusuf Muhammad dari Jember.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/16jun/de16jn3.htm

Feisal Tandjung Ditolak Ramai-Ramai
Kelanjutan Pemeriksaan Soeharto Makin Kabur
------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Baru diumumkan sehari dan belum sempat duduk di kursi jaksa agung, Menko
Polkam Feisal Tandjung, jaksa agung ad interim, sudah dihujani kritik dan
ditolak banyak kalangan. PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia),
misalnya, menyatakan menolak keras penunjukan Feisal. Alasannya, Feisal
tidak kredibel. ��Track record Feisal selama Orde Baru tidak terpuji,��
ujar Direktur PBHI Hendardi dalam jumpa pers kemarin.
Pengacara senior Luhut M.P. Pangaribuan menganggap pengangkatan Feisal
tidak tepat karena seharusnya posisi jaksa agung diserahkan kepada
Ismudjoko yang sekarang menjadi wakil jaksa agung. Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/16jun/de16jn5.htm

Sekjen Dan Ketua Harian PGSI
Beri Keterangan Berbeda
--------------------------
JAKARTA (Waspada): Sekjen PGSI, Chairuman Harahap, dan Ketua Harian PGSI,
Endro Sumarjo, yang ditemui wartawan secara terpisah usai pemeriksaan di
Polda Metro Jaya sehubungan dengan kasus Jaksa Agung Andi M Ghalib yang
juga ketua umum PGSI, memberi keterangan berbeda mengenai pembukaan
rekening PGSI.
Andi Ghalib dilaporkan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) menerima uang
suap dari sejumlah pengusaha, namun Jaksa Agung yang menonaktifkan diri
sementara itu mengatakan, dana tersebut merupakan sumbangan bagi PGSI.
Endro mengatakan dia menghadiri rapat pleno pembentukan pengurus besar PGSI
pada 22 Maret 1999 namun tidak mengetahui adanya kesepakatan membuka
rekening organisasi atas nama Andi M. Ghalib.  Selengkapnya:
http://www.waspada.com/

-------English Section-----------------
Indonesia Revives Memory of Sukarno
---------------------------------------
By Geoff Spencer Associated Press Writer
Tuesday, June 15, 1999; 3:48 p.m. EDT
JAKARTA, Indonesia (AP) -- Sukarno boldly declared Indonesia's independence
at the end of World War II and became a hero. But he died in disgrace a
quarter century later, his chaotic anti-Western policies having brought the
sprawling island nation to its knees.
Now, his eldest daughter, Megawati Sukarnoputri, is a front-running
candidate for president. And, bitter memories of starvation, economic
disaster and social calamity under his erratic authoritarian rule have
given way to nostalgia.
His memory no longer suppressed as a matter of government policy,
Sukarno -- known as ``Bung,'' or Brother Karno -- is once more a national
icon.
Selengkapnya:
http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990615/V000255-061599-idx.ht
ml

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke