'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Selasa, 15 Juni 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Ghalib Dinonaktifkan
    * Feisal Tanjung Jaksa Agung ''Ad Interim''
*Keputusan yang Penuh Keraguan
*Wawancara Gus Dur dengan Asiaweek
*Kwik: Massa Pahami bila Mega Tidak Jadi Presiden
*Koalisi dengan Golkar, PAN Dituduh Banci
*Jika PDI-P Menang Pemilu Mega Harus Jadi Presiden
*Dosa-Dosa Andi M. Ghalib
*Hasil Exit Poll LP3ES
    *Mega Peringkat Pertama Capres
*Emas IMF Dijual Untuk Pengurangan Utang Negara Miskin
*Belajar Dari Sejarah Bangsa
*Agenda Reformasi PDI-P Dipersoalkan
    *Tak Tegas Amandemen UUD dan Dwifungsi ABRI

-----------English Section----------
**Corruption scandal further diminishes hopes of struggling Habibie
**PDI-P mum on possible coalition partners
------------------------------------
S E L A M A T    M E M B A C A
......................................................

Ghalib Dinonaktifkan
* Feisal Tanjung Jaksa Agung ''Ad Interim''
------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden BJ Habibie akhirnya menyetujui permintaan Jaksa Agung Letjen AM
Ghalib untuk dinonaktifkan sementara. Sebagai pengganti sementara (ad
interim), Habibie menunjuk Menko Polkam Feisal Tanjung. Selain itu, akuntan
publik John Prasetyo & Athur Andersen ditetapkan untuk melakukan
klarifikasi terhadap kekayaan Andi M Ghalib. ''Namun, mengingat Menko
Polkam akan menghadiri pelantikan Presiden Afrika Selatan yang baru, maka
selama 10 hari ini, jabatan Jaksa Agung ad interim akan dipegang oleh
Mensesneg/Menkeh," kata Mensesneg/Menkeh Muladi kepada wartawan, usai
diterima Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka, Senin (14/6) sore.
Keputusan itu diambil melalui pertemuan khusus Habibie dengan Menko
Wasbang/ PAN Hartarto, Menhankam/ Panglima TNI Jenderal Wiranto, Mendagri
Syarwan Hamid, dan Menpen Muhammad Yunus.
Selengkapnya:  http://www.kompas.com/kompas-cetak/9906/15/UTAMA/ghal01.htm

Keputusan yang Penuh Keraguan
----------------------------------
Jakarta, Kompas
Keputusan Presiden BJ Habibie menunjuk Menko Polkam Jenderal (Purn) Feisal
Tanjung sebagai Jaksa Agung ad interim merupakan keputusan penuh keraguan.
Tuntutan masyarakat agar Habibie memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme
(KKN) sulit terlaksana karena sebagai pejabat ad interim Feisal Tanjung tak
bisa mengambil kebijakan prinsip. Sementara posisi Jaksa Agung terlalu
tinggi untuk dirangkap.
Demikian pandangan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran
Bandung, Prof Dr Bagir Manan, dan ahli hukum Dr Todung Mulya Lubis secara
terpisah di Jakarta, Senin (14/6). Bagir Manan menilai pembebastugasan
sementara waktu AM Ghalib sebagai Jaksa Agung menunjukkan Presiden BJ
Habibie kurang tegas.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9906/15/UTAMA/kepu01.htm

Wawancara Gus Dur dengan Asiaweek
----------------------------------------
Apa pun hasilnya pemilu kali ini, tokoh seperti Abdurrahman Wahid (Gus
Dur), menurut majalah Asiaweek, akan memiliki pengaruh besar di panggung
politik Indonesia. Khususnya ketika menyangkut penentuan siapa figur
presiden yang akan datang.
Gus Dur, 59, pernah menderita stroke dan hampir-hampir kehilangan
penglihatannya. Namun, itu tak menghalangi semangatnya untuk berkampanye
berapi-api bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan bagi dirinya sendiri.
Berikut wawancara wartawan Asiaweek dengan Gus Dur seputar presiden
mendatang, yang dimuat dalam edisi 18 Juni 1999:
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9906/15/16573.htm


Kwik: Massa Pahami bila Mega Tidak Jadi Presiden
----------------------------------------------------
JAKARTA- Ketua DPP PDI Perjuangan Kwik Kian Gie menjamin massa partai
berlambang banteng mencereng itu memahami aturan ketatanegaraan bahwa
kedaulatan tertinggi ada di MPR. Sehingga, apa pun yang diputuskan lembaga
tertinggi negara itu akan diterima.
''Tak perlu khawatirkan massa PDI Perjuangan akan menolak keputusan SU MPR
yang (kemungkinan) tidak memilih Megawati sebagai presiden, kendati PDI
Perjuangan mungkin meraih suara terbanyak dalam pemilu kali ini,'' kata
Kwik, seusai membuka lokakarya GBHN yang menghadirkan sejumlah pakar,
praktisi, pengamat ekonomi, politik, sosial, budaya, dan pertahanan di
Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, massa dan kader PDI Perjuangan bisa memahami bila Megawati
Soekarnoputri tak terpilih menjadi presiden dalam SU MPR 1999.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9906/15/nas6.htm

Koalisi dengan Golkar, PAN Dituduh Banci
--------------------------------------------
Jakarta, JP.-
Upaya PAN (Partai Amanat Nasional) untuk bermain mata dengan Partai Golkar
mendapat sorotan tajam dari para pengamat politik. Dua pengamat politik, Dr
Mochtar Pabottingi dari LIPI dan Prof Dr Maswadi Rauf dari UI, menilai
bahwa perubahan sikap PAN terhadap Golkar tersebut dianggap tidak
realistis.
Bahkan, kedua pengamat itu menilai sikap melirik Golkar itu bisa mengancam
masa depan PAN sendiri. Para pendukungnya akan ramai-ramai meninggalkan
PAN. ��Sebaiknya PAN dalam saat-saat kritis penentuan kekuasaan ini tidak
salah menentukan pilihannya dalam berkoalisi,�� kata Mochtar. Selengkapnya:
http://jawapos.com/15jun/de15jn3.htm

Jika PDI-P Menang Pemilu
Mega Harus Jadi Presiden
---------------------------
JAKARTA (Waspada): Jika PDI Perjuangan dalam pemilu 1999 Megawati harus
bisa menduduki kursi kepresiden yang akan datang. Sedang partai lain harus
mau mengalah dalam calon presiden. "Itu sudah hukum alam yang harus
terjadi. Jika ada partai lain yang tetap ingin menjadi presiden, maka
partai tersebut tak bisa koalisi dengan PDI Perjuangan," kata pengamat
politik Prof. DR. Maswadi Rauf menjawab pers, seusai bicara dalam Sarasehan
menyusun GBHN 1999-2004 yang diselenggarakan Balitbang DPP PDI Perjuangan,
di Depok, Senin (14/6). Selengkapnya:
http://waspada.com/061599/headline/headlin7.htm

Dosa-Dosa Andi M. Ghalib
----------------------------
Dilantik sebagai jaksa agung pada 17 Juni 1998 dan dinonaktifkan 14 Juni
1999:
1. Mencopot H M. Gagoek Soebagyanto SH sebagai Kajati Sulsel tanpa alasan
jelas.
2. Diduga memperoleh dana SWKP sewaktu menjabat Wagub Sulsel.
3. Diduga membangun rumah mewah di Jl Hertasning, Ujungpandang, atas biaya
Nurdin Halid.
4. Dianggap punya andil membebaskan Nurdin Halid dari kasus korupsi SWKP Rp
115 M.
Selengkapnya: http://jawapos.com/15jun/de15jn7.htm

Hasil Exit Poll LP3ES
Mega Peringkat Pertama Capres
--------------------
Jakarta, Pembaruan
Sembilan di antara 10 pemilih di Jawa atau 91 persen pemilih menyatakan
bahwa pemilu 7 Juni 1999 tergolong jurdil. Begitu juga 25 persen dari
mereka mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden, disusul
Abdurrahman Wahid 12 persen, dan BJ Habibie 11 persen.
Demikian Ketua Tim Peneliti yang juga Direktur LP3ES Rustam Ibrahim,
didampingi Wakil Direktur Imam Ahmad dan M Husain anggota ketika
menyampaikan hasil Exit Poll kepada pers yang diselenggarakan Lembaga
Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan So- sial (LP3ES), Senin
(14/6), di Jakarta.
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/06/140699/Headline/hl091/hl091.html

Emas IMF Dijual Untuk Pengurangan Utang Negara Miskin
-------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Para menteri keuangan dari kelompok tujuh negara industri terkemuka (G-7)
di Frankfurt akhir pekan lalu mencapai kesepakatan mengenai penjualan 10
juta ounce emas (sekitar 300 ton emas) milik Dana Moneter Internasional
(IMF) untuk membiayai pengurangan utang bagi negara-negara termiskin dunia.
"Jadi, terdapat penjualan emas yang sangat terbatas, yakni 10 juta ounce,"
kata Menteri Keuangan Jerman, Hans Eichel, pada suatu konferensi pers
seusai pertemuan sehari para menkeu G-7 di Frankfurt, Sabtu (12/6).
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/06/140699/Ekonomi/ek03/ek03.html

Belajar Dari Sejarah Bangsa
Oleh: Boedi Martono
----------------------
Munculnya banyak partai politik di era reformasi dewasa ini mengingatkan
kita pada suatu situasi di awal berdirinya Republik ini. Beberapa bulan
setelah proklamasi, muncul berbagai partai politik, meskipun latar
belakangnya agak berbeda. Pada waktu itu ide perlunya sistem multi partai
ditandai dengan pro dan kontra. Sebelumnya memang telah terjadi perbedaan
pendapat antara multi partai dan satu partai.
Ide sistem satu partai dikemukakan oleh Presiden Soekarno dengan maksud
agar partai yang bersangkutan dapat dijadikan motor penggerak di dalam
perjuangan rakyat. Dengan adanya gerakan rakyat nasional dimaksudkan agar
segenap rakyat dapat bersatu-padu untuk mengatasi segala kesulitan yang
dihadapi. Usaha ini dilakukan dengan mendirikan Partai Nasional Indonesia
(PNI).
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/06/140699/OpEd/op01/op01.html

Agenda Reformasi PDI-P Dipersoalkan
Tak Tegas Amandemen UUD dan Dwifungsi ABRI
---------------------------------------------------
Jakarta, JP.-
Sikap konservatif yang ditunjukkan PDI Perjuangan atas sejumlah agenda
reformasi membuat pengamat politik angkat bicara. Dr Mochtar Pabottingi, Dr
Mohammad A.S. Hikam dan Dr Maswadi Rauf mendesak PDI Perjuangan bersikap
tegas atas dwifungsi ABRI, otonomi daerah, amandemen UUD 1945 maupun agenda
reformasi lain yang menjadi tuntutan masyarakat
Selengkapnya: http://jawapos.com/15jun/la15jn1.htm

--------English Section----------------
PDI-P mum on possible coalition partners
---------------------------------------
JAKARTA -- Indonesia's leading opposition party, ahead in the vote count
from last week's election, said yesterday that it had been approached by
parties eager to join it in the nation's first democratic government in
four decades.
But the Indonesian Democratic Party-Perjuangan (Struggle), or PDI-P for
short, which looks unlikely to win a majority of the votes from the June 7
parliamentary poll, was silent on possible coalition partners.
More: http://straitstimes.asia1.com/reg/sea1_0615.html

Corruption scandal further diminishes hopes of struggling Habibie
---------------------------------
Jakarta: A corruption scandal involving Indonesia's Attorney-General, Mr
Andi Ghalib, is damaging the already diminishing chance of Dr B.J. Habibie
staying President when the country's parliament meets later this year.
Mr Ghalib stood aside yesterday over allegations that he accepted bribes of
up to $A2.42million from businessmen who are under investigation for
banking irregularities.
More : http://www.smh.com.au/news/9906/15/world/world8.html

*********************************

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke