'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Senin, 14 Juni 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Isu Suap Jegal Mega Jadi Presiden
*Tandjung Siap Akui Kemenangan Megawati
*Berkoalisi dengan PDI-P, ''Bom Waktu'' bagi PKB
*Soeharto Dan Sejumlah Perwira
  Masuk Daftar Hitam AGAM
*Pasar tak Percaya "Status Quo"
*Suara Masuk 64,44 Persen PDI Perjuangan tetap Teratas
*Merasa Kalah, Amien Rais Tahu Diri
*ANALISIS KWIK KIAN GIE
*Amien Dipengaruhi Orang-orang ICMI
*Sejak Awal TNI Dukung PDI Mega ;PPP Akan Bersikap Oposisi
*Kubu Habibie Tantang Mega Voting

-----------English Section----------
**Indonesia Leader Won't Claim Victory
------------------------------------
S E L A M A T    M E M B A C A
......................................................

Isu Suap Jegal Mega Jadi Presiden
------------------------------------
Surabayaa (Bali Post) -
Ketua PW NU Jatim K H Hasyim Muzadi menyatakan kini sudah ada pihak-pihak
tertentu yang berupaya menjegal Megawati untuk menjadi presiden, dengan
menawarkan sejumlah uang suap kepada caleg PKB. Sasarannya adalah caleg PKB
untuk DPR RI serta anggota MPR dari daerah pemilihan Jatim. ''Imbalan yang
ditawarkan cukup menggiurkan yaitu mencapai sekitar Rp 3 milyar s.d. Rp 5
milyar/orang. Siapa yang tak tergiur dengan iming-iming uang sebanyak
itu,'' ujarnya Sabtu (11/6) di Surabaya.
Selengkapnya:  http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/14/n3.htm

Tandjung Siap Akui Kemenangan Megawati
---------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Jika sampai akhir penghitungan suara PDI Perjuangan yang meraih angka suara
terbesar, Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan bahwa
pihaknya akan berbesar hati untuk mengakui kemenangan itu dan mengucapkan
selamat untuk Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Seandainya hingga akhir penghitungan suara nanti ternyata PDI Perjuangan
unggul, kami tidak akan ragu untuk menyampaikan ucapan selamat untuk Megawa
ti," kata Akbar Tandjung di Jakarta, Minggu (13/6).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9906/14/UTAMA/tanj01.htm

Berkoalisi dengan PDI-P, ''Bom Waktu'' bagi PKB
---------------------------------------------------
JAKARTA -- Isu koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan PDI
Perjuangan (PDI-P) menimbulkan reaksi kiai dan pengamat politik. Mereka
menilai selain tidak menguntungkan bagi Nahdlatul Ulama, koalisi kedua
partai tersebut akan menjadi ''bom waktu''.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9906/14/16516.htm

Soeharto Dan Sejumlah Perwira Masuk Daftar Hitam AGAM
-------------------------------------------------------------
BANDA ACEH (Waspada): Foto Perwira tinggi ABRI (baca TNI) dari Jenderal
Besar Soeharto sampai Danrem masuk dalam black list (daftar hitam) AGAM.
Terungkapnya nama-nama jenderal yang akan diculik ini setelah enam anggota
GAM diciduk oleh petugas Den Zipur Lhoknga, Aceh Besar, Minggu Tengah
malam. Selengkapnya: http://waspada.com/

Pasar tak Percaya "Status Quo"
--------------------------------
Jakarta, Kompas
Selama ini selalu dikatakan baik atau buruknya kondisi politik akan sangat
besar pengaruhnya pada perekonomian. Kini hal itu terbukti. Sebelum pemilu,
secara relatif ekonomi hanya berkutat pada masalah yang terus sama, yakni
kesuraman. Sebaliknya, kini, sinyal keunggulan partai-partai reformis
langsung meniupkan optimisme perekonomian. Pasar tak bisa bersikap
diplomatis lagi, dan secara langsung atau tidak langsung tak percaya pada
status quo. Demikian ungkapan implisit ekonom dari Universitas Gadjah Mada
(UGM) Tony
Prasetiantono, dalam acara Forum Pertemuan Jumper MDI Club yang bertema
"Prospek Perekonomian Indonesia Pasca Pemilu 1999", di Jakarta, Jumat
(11/6). Selengkapnya:
http://kompas.com/kompas-cetak/9906/14/UTAMA/pasa01.htm

Suara Masuk 64,44 Persen PDI Perjuangan tetap Teratas
----------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Hingga pukul 17.00 WIB Minggu (13/6) kemarin, total suara untuk DPR yang
dihimpun Antara dari PPD I se-Indonesia berjumlah 74.918.651 (64,44 persen)
dari 116.254.217 pemilih terdaftar, dan PDI Perjuangan tetap teratas dengan
perolehan suara sementara 33,48 persen (25.079.762 suara). Disusul Partai
Golkar yang memperoleh suara sementara 16.200.717 (21,62 persen). Urutan
ketiga PKB 10.930.067 (14,59 persen), PPP 7.764.585 (10,36 persen), PAN
5.322.516 (7,10 persen), PBB 1.365.473 (1,82 persen), Partai Keadilan
847.045 (1,13 persen), dan PKP 728.067 (0,97 persen). (Tabel selengkapnya
di halman 12). Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/14/p6.htm

Merasa Kalah, Amien Rais Tahu Diri
-------------------------------------
PENGHITUNGAN suara belum selesai seluruhnya. Namun gambaran kira-kira
bagaimana hasilnya, sudah kelihatan. PDI Perjuangan tampaknya akan menjadi
pemenang dalam pemilihan umum kali ini. Di urutan berikutnya, ada beberapa
partai besar, antara lain PKB, Golkar, PPP, dan PAN. Tentu saja kalau benar
hasilnya begitu, maka seperti sudah diperkirakan akan terjadi
power-sharing. Sehingga masing-masing pihak yang merasa mempunyai kekuatan
akan melakukan bargaining. Amien Rais, pimpinan Partai Amanat Nasional
(PAN), rupanya sudah menghitung tak mungkin partainya jadi pemenang.
Sehingga, dia berani angkat bicara, untuk mencalonkan diri sebagai pimpinan
oposisi. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9906/14/analisis1.htm

Penjelasan tentang Sistem Kurs Tetap
ANALISIS KWIK KIAN GIE
--------------------------------
YANG saya tulis ini bukan hal baru, karena sudah pernah ditulis di rubrik
ini pada tanggal 23 Februari 1998. Tetapi saya ingin mengulanginya lagi
dengan penjelasan-penjelasan. Sebabnya adalah muncul sangat banyak reaksi
dan tanda tanya dari masyarakat nasional maupun internasional tentang
sistem kurs tetap nilai rupiah yang pernah saya kemukakan. Hal itu mungkin
disebabkan oleh seminar yang diselenggarakan oleh Strategic Intelligence
pada tanggal 8 April 1999. Ditimbulkan kesan bahwa saya ngotot dengan
sistem kurs tetap, walaupun harus bertentangan dengan IMF yang sampai saat
ini memang tidak menyetujuinya.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9906/14/UTAMA/kkg01.htm

Amien Dipengaruhi Orang-orang ICMI
---------------------------------------
JAKARTA - Pengamat politik UI, Drs Arbi Sanit, menilai, Ketua Umum DPP PAN
Prof Dr HM Amien Rais dipengaruhi oleh orang-orang ICMI, baik yang di
Partai Golkar maupun PAN, untuk melakukan pendekatan dengan Golkar.
"Itu bukan maunya Amien, melainkan maunya orang-orang sekitarnya yang
kebetulan sama-sama di ICMI,'' ujar Arbi Sanit, di Jakarta, kemarin.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9906/14/nas2.htm

Sejak Awal TNI Dukung PDI Mega ;PPP Akan Bersikap Oposisi
------------------------------------------------------------------
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terpaksa akan mengambil sikap
oposisi, karena TNI akan mendukung PDI Perjuangan dan PKB. Jika terjadi
koalisi tiga kekuatan politik itu, jelas posisi partai berlambang Kakbah
itu tak bakal lagi dibutuhkan untuk mendukung mereka. "Sejak dua bulan
sebelum pemilu, sudah ada 'warna' PDI Perjuangan-TNI. Apalagi sudah jelas
bahwa TNI akan mendukung partai yang menang. Karena itu, tak perlu lagi
dengan PPP,'' ujar Ketua DPP PPP Drs HM Husni Thamrin kepada Suara Merdeka
di Jakarta, kemarin. Selengkapnya:
http://suaramerdeka.com/harian/9906/14/nas1.htm

Kubu Habibie Tantang Mega Voting
PDI Perjuangan Diminta Agresif Rangkul Gus Dur-Wiranto
-----------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Meski penghitungan suara hasil Pemilu 1999 belum usai, perdebatan tentang
presiden mendatang sudah mulai memanas. Kubu B.J. Habibie mulai
terang-terangan menyatakan bahwa pihaknya berpeluang sangat besar untuk
menjadi presiden dibandingkan dengan Megawati Soekarnoputri yang partainya
dipastikan tampil sebagai pemenang pemilu. Apalagi jika mekanisme pemilihan
presiden pada Sidang Umum MPR kelak menggunakan sistem voting.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/14jun/de14jn1a.htm

--------English Section----------------
Indonesia Leader Won't Claim Victory
---------------------------------------
By Geoff Spencer Associated Press Writer
Sunday, June 13, 1999; 1:52 p.m. EDT
----------------------------------------
JAKARTA, Indonesia (AP) -- Opposition leader Megawati Sukarnoputri, the
popular favorite to be the next president, has dropped from sight as her
party leads the vote count from Indonesia's historic parliamentary
elections a week ago.
Rival parties, including the long-ruling Golkar Party, have conceded
defeat, but Megawati has declined to claim victory for her Indonesian
Democratic Party for Struggle.
Even with the most votes, the party isn't expected to win a majority of
seats in Parliament, and it and Golkar are competing to put together a
governing coalition with smaller parties.
Aides for Megawati, the notoriously media-shy daughter of Indonesia's late
founding President Sukarno, said Sunday she had left Jakarta and had no
immediate plans to make a statement.
More:
http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990613/V000901-061399-idx.ht
ml

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke