''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Jumat, 18 Juni 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""'
Enam Besar Partai   (DPR;   DPRD I;     DPRD II)
Last Updated : 18 Jun 1999 06:33:00 (Data KPU)
I.   PDI P      19,219,799     19,181,011     18,016,788
II.  PKB         9,659,035        9,703,593       9,598,933
III. Golkar      8,902,774        8,869,929       8,554,924
IV. PPP         4,986,930         5,005,677       4,565,313
V.  PAN        3,501,081         3,439,773       3,006,283
VI. PBB           790,240         788,583             728,420
...........................................................................
...
@ PDI Perjuangan Raih 139 Kursi DPR-RI, Golkar 99
@ Kesuksesan Pemilu Dukung Perbaikan Ekonomi
@ TNI akan Jadi Penentu di MPR
@ Ismudjoko Siap Usut KKN Soeharto
@ Ancaman 23 Parpol Tak Pengaruhi Keabsahan Pemilu
@ Korps Kejaksaan Berada Pada Titik Minus
@ Bagaimana Menghancurkan Orba kalau Megawati Dihadang terus
@ Kendati ''One Man One Vote'' Megawati Siap Bertarung
@ Diharapkan PDI Perjuangan Berkoalisi dengan PKB dan TNI
@ Neiss: IMF Dukung Pemerintah Baru, asal...
@ Dimyati: Tak Perlu Amandemen, Cukup UU

--------English Section-----------------
**Bush Gets Majority Over Gore in Poll
-----------------------------------------
    S E L A M A T    M E M B A C A
.............................................................


PDI Perjuangan Raih 139 Kursi DPR-RI, Golkar 99
-----------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
PDI Perjuangan sampai Kamis (17/6) kemarin pukul 15.00 WIB diperkirakan
meraih 139 kursi DPR-RI dari 25 propinsi, disusul Partai Golkar dengan 99
kursi dari 25 propinsi. Sementara PKB meraih 38 kursi dari basis massanya
di Jawa. Berdasarkan penghitungan suara yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum
(KPU), PPP juga meraih 39 kursi DPR-RI, PAN 29 kursi, PBB tiga kursi, dan
PK satu kursi.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/18/p11.htm

Kesuksesan Pemilu Dukung Perbaikan Ekonomi
------------------------------------------------
Nusa Dua, Kompas
Suksesnya penyelenggaraan Pemilu 1999, yang telah diakui berjalan jujur dan
adil oleh para pengamat independen dari dalam dan luar negeri, turut
berperan mendukung perbaikan ekonomi. Presiden BJ Habibie mengungkapkan hal
itu saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Konferensi Junior Chamber
International (JCI) ke-49 untuk Kawasan Asia Pasifik, Kamis (17/6) petang
di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9906/18/UTAMA/kesu11.htm

TNI akan Jadi Penentu di MPR
-------------------------------
Jakarta, Kompas
Pengamat militer Dr Salim Said berpendapat, TNI melalui wakil-wakilnya di
MPR akan menjadi penentu (king maker) dalam pemilihan presiden pada Sidang
Umum MPR mendatang, bila Megawati Soekarnoputri dan BJ Habibie sama-sama
mengajukan diri sebagai calon presiden. Ia memperkirakan, suara yang
diberikan partai-partai politik tidak akan cukup untuk menentukan siapa
yang jadi presiden. "Andaikata seluruh suara yang dimiliki PAN (Partai
Amanat Nasional-Red) diberikan kepada Habibie, atau sebaliknya kepada
Megawati, jumlah suara yang diperoleh kedua calon itu belum mencukupi untuk
dapat terpilih jadi presiden. Jadi seruan yang pernah saya sampaikan agar
TNI tidak usah memberikan suara dalam pemilihan presiden akan sia-sia,"
kata Salim Said dalam diskusi yang diselenggarakan Lembaga Studi Agama dan
Filsafat (LSAF) di Jakarta, Kamis (17/6).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9906/18/UTAMA/tni01.htm

Ismudjoko Siap Usut KKN Soeharto
-------------------------------------
Jakarta - Surabaya Post
Wakil Jaksa Agung Ismudjoko SH, yang Kamis (17/6) malam ini akan diumumkan
sebagai caretaker Jaksa Agung oleh Mensesneg Muladi, menyatakan akan
melakukan segala-galanya sesuai dengan kemampuannya, serta menjadikan
penyelidikan mantan presiden Soeharto atas tuduhan KKN sebagai prioritas
utama agenda kerjanya.
"Masalah KKN Soeharto itu telah diamanatkan Tap MPR kepada pemerintah,
untuk itu tidak ada alasan lain untuk menolak menjalankan tap tersebut,"
ujar Ismudjoko kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Kamis siang.
Ismudjoko mengakui dalam masa transisi, jabatan itu hanyalah sementara.
Karena itu selama menjabat dia akan berbuat sebaik mungkin kepada
mayarakat, negara, maupun korps.
Selengkapnya: http://www.surabayapost.co.id/

Ancaman 23 Parpol Tak Pengaruhi Keabsahan Pemilu
------------------------------------------------------
Surabaya - Surabaya Post,
Ancaman 23 partai politik (parpol), untuk tidak meneken hasil perolehan
suara dari seluruh Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Tk. II tidak akan
mempengaruhi keabsahan hasil Pemilu 1999.
Demikian dikatakan Ketua PPD I Bisri Abdul Djalil di Hotel Bandara Juanda,
Sidoarjo, Kamis (17/6) siang tadi menjelang Penandatanganan Rekapitalisasi
Hasil Perolehan Suara Seluruh PPD II Jawa Timur.  "Mereka kan bermaksud
mempengaruhi kinerja PPD I karena takut terlikuidasi karena perolehan suara
mereka tidak mencapai dua persen," kata Bisri.
Hal senada dikemukakan Ketua DPW PKB Jatim Drs Choirul Anam dan Sekretaris
DPW PPP Jatim Ahadin Mintarum.
Kesepakatan ke-23 parpol itu dilaksanakan di kantor DPD KPK Jl. Polisi
Istimewa Surabaya, Rabu malam. Itu merupakan komunike kedua. Komunike
pertama dilakukan di PPD I Jatim.
Selengkapnya: http://www.surabayapost.co.id/

Korps Kejaksaan Berada Pada Titik Minus
--------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Tujuh orang mantan jaksa menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas
citra korps kejaksaan yang sudah berada pada titik minus. Untuk itu, tujuh
sesepuh kejaksaan Kamis (17/6) siang menemui Wakil Jaksa Agung Ismudjoko di
Gedung Kejaksaan Agung.
Ketujuh sesepuh tersebut adalah Sugih Arto (mantan Jaksa Agung),
Soehadibroto (mantan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata usaha
Negara), M Salim (mantan Jaksa Agung Muda Operasional), M Silaban (mantan
Direktur Penuntut Pidana Khusus), Ridwan Sani (mantan Kajati Sumsel), dan
Andi Hamzah (mantan Kepala Penelitian dan Pengembangan Kejaksaan Agung).
Selengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/06/170699/index.html

Cornelis Lay, M.A. Bagaimana Menghancurkan
Orba kalau Megawati Dihadang terus
--------------------------------------
MASYARAKAT pendukung PDI Perjuangan tetap teratas. Sebagian besar
masyarakat berharap akan muncul pemerintahan baru yang punya basis
legitimasi kuat jika PDI Perjuangan tampil sebagai pemenang. Sayangnya
kemenangan PDI Perjuangan tampak tidak berbanding lurus dengan kans
Megawati Soekarnoputri, sang ketua umum, ke kursi presiden. Kini muncul
satu diskursus baru bahwa PDI Perjuangan boleh berjaya, namun Megawati
jangan sampai jadi presiden. Lawan politik Mega sejak dini sudah melakukan
manuver untuk mengganjal langkah putri proklamator itu, bahkan sejak dini
sudah diembuskan aroma deadlock dalam pemilihan presiden November nanti.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/18/p10.htm

Kendati ''One Man One Vote'' Megawati Siap Bertarung
---------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Kendati banyak pihak dengan berbagai cara merintangi jalan Megawati menuju
kursi kepresidenan, putri Bung Karno itu sedikit pun tidak gentar.
Ketegaran sikap istri Taufik Kiemas itu diungkapkan Wakil Sekjen DPP PDI
Perjuangan Mangara Siahaan di Jakarta, Kamis (17/6) kemarin.
''Megawati siap bertarung, kendati pemilihan presiden memakai sistem one
man one vote,'' kata Mangara. Ia menjelaskan, apa pun sistem pemilihan yang
dipakai, asal sesuai dengan konstitusi, Megawati akan terus melaju.
''Keputusan MPR merupakan keputusan tertinggi tentang masalah negara. Kami
akan siap dengan segala keputusannya,'' ujar Mangara.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/18/p7.htm

Diharapkan PDI Perjuangan Berkoalisi dengan PKB dan TNI
--------------------------------------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Ketua PW NU Jatim K H Hasyim Muzadi mengharapkan adanya pemerintahan
koalisi pascapemilu yang tak mematikan demokrasi. Untuk mewujudkan hal itu,
hendaknya PDI Perjuangan segera menjalin koalisi dengan Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
''Tetapi koalisi dengan TNI harus dengan paradigma baru,'' kata Hasyim
Muzadi, ketika berceramah dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Walhi
Jatim bertajuk ''Agenda Politik Transisional Pasca-Pemilu'' di Surabaya,
Kamis (17/6) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/18/n3.htm

Neiss: IMF Dukung Pemerintah Baru, asal...
--------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Inilah penegasan Direktur Asia Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF)
Hurbert Neiss. Dikatakan, pihaknya mendukung siapa pun yang akan memerintah
Indonesia, asal pemerintahan baru tersebut mau bekerja sama dengan IMF
untuk melanjutkan program pemulihan ekonomi.
��Bukan urusan IMF untuk mencampuri urusan politik Indonesia. Namun, IMF
akan mendukung kelangsungan program pemulihan ekonomi. Jadi, siapa pun yang
akan memimpin dalam pemerintahan tidak masalah, asalkan program ekonomi
jalan,�� katanya kepada wartawan begitu tiba di Jakarta kemarin.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/18jun/de18jn6.htm

Dimyati: Tak Perlu Amandemen, Cukup UU
--------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri dipojokkan lagi. Kali ini
soal status PDI Perjuangan yang dinilai tidak reformis karena platform-nya
tidak menyetujui amandemen UUD 1945. Tetapi, tudingan dari lawan-lawan
politik PDI Perjuangan itu dibantah keras oleh PDI Perjuangan.
��PDI Perjuangan tidak risau dengan pendapat seperti itu. Kami menganggap
orang yang mengatakan PDI-P tidak reformis karena tidak menyetujui
amandemen adalah orang yang tidak mengerti,�� kata Ketua DPP PDI Perjuangan
Prof Dr Dimyati Hartono kepada Jawa Pos kemarin. Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/18jun/de18jn4.htm

-------------English Section----------
Bush Gets Majority Over Gore in Poll
--------------------------------------
By Richard Morin: Washington Post Staff Writer
Thursday, June 17, 1999; Page A5
Vice President Gore enters the early blooming 2000 presidential race
comfortably ahead of his Democratic rival but badly trailing Republican
front-runner Gov. George W. Bush of Texas, according to a new Washington
Post-ABC News poll.
Bush claimed 53 percent of the hypothetical vote while Gore was the choice
of 36 percent of those surveyed. Other polls released recently also have
found Bush with comfortable leads ranging from 13 to more than 20
percentage points.
Even the bad news for Bush is good: Like all recent GOP presidential
candidates, he is less popular with women than he is among men. Still, Bush
has a 50 to 39 percent advantage over Gore among women while men support
him 56 to 33 percent.
More:
http://www.newsweek.com/nw-srv/topnews/daily/polls/vault/stories/poll061799
.htm


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke