'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita:  Sabtu, 19 Juni 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Enam Besar Partai   (DPR;   DPRD I;     DPRD II)
Last Updated : 19 Jun 1999     06:33:01/KPU
I.   PDI P     19,846,288     19,805,808     18,634,574
II.  PKB         9,980,804    10,027,418        9,922,109
III. Golkar      9,350,764      9,316,591        8,998,935
IV. PPP         5,177,654      5,197,860        4,756,779
V.  PAN        3,637,912      3,574,124        3,140,174
VI. PBB           827,768       826,646              766,071
........................................................................

@ Ismudjoko Dilantik, Siap Bereskan Kasus Soeharto
@ Dengan ''One Man One Vote'' Kekuatan Mega makin Solid
@ Tak Menarik lagi, Isu Politik Pertentangkan Agama
@ Jabatan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan
  Gus Dur Usul Pisahkan Saja
@ Kerugian Perhutani Akibat Pencurian Kayu Rp 25,6 Miliar
@ IMF Ingatkan RI Segera Laksanakan Upaya Pengembalian Utang
@ Pihak Bertikai di Timtim Sepakat Lucuti Senjata
@ Akbar Tersinggung, Habibie Bertemu Mega

--------English Section----
** US show of force in Korea
----------------------------
  SELAMAT MEMBACA
==================
Ghalib ke Kejagung dengan Wajah Pucat
Ismudjoko Dilantik, Siap Bereskan Kasus Soeharto
---------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Akhirnya, Wakil Jaksa Agung Ismudjoko resmi menjadi pejabat sementara (Pjs)
jaksa agung. Pengangkatan pengganti Andi Muhammad Ghalib yang lengser
gara-gara isu suap senilai Rp 9,2 miliar itu tertuang dalam Keppres Nomor
196/M Tahun 1999. Begitu menerima keppres dari Mensesneg Muladi, Ismudjoko
langsung menyatakan akan menyelesaikan pengusutan kasus KKN mantan Presiden
Soeharto.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/19jun/de19jn1.htm

Imam B. Prasodjo:
Dengan ''One Man One Vote'' Kekuatan Mega makin Solid
------------------------------------------------------------
MEGAWATI gagal menjadi presiden? Itulah pertanyaan yang kini banyak
bermunculan di kalangan masyarakat. Kenapa gagal jadi presiden, padahal PDI
Perjuangan bisa dipastikan memenangkan pemilu? Pemilu di Indonesia hanya
menentukan wakil rakyat, bukan presiden. Sementara presiden dipilih para
wakil rakyat hasil pemilu. Guna memberikan konstelasi kekuatan saat
pemilihan presiden dan relevansinya dengan hasil pemilu, wartawan Bali Post
Agus Astapa mewawancarai pengamat sosial politik Universitas Indonesia Imam
B. Prasodjo, Ph.D. di Jakarta, Kamis (17/6).
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/19/p3.htm

Tak Menarik lagi, Isu Politik Pertentangkan Agama
---------------------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Dalam menyikapi kondisi dan perkembangan politik akhir-akhir ini, isu
mempertentangan agama yang sempat merebak cukup tajam menjelang hari
pencoblosan dinilai banyak kalangan sudah tertinggal bahkan tak menarik
lagi. Hal itu diungkapkan Ketua PHDI Pusat Letjen (Purn) Putu Soeranta
Soekreta di hadapan pengurus dan tokoh umat Hindu di Mataram, Jumat (18/6)
kemarin.  ''Bagaimana pun isu tersebut mengguncang, ternyata tak
berpengaruh terhadap misi dan visi parpol. Sebaliknya parpol tersebut
justru berhasil menarik simpati masyarakat. Ini bukti nyata perubahan
paradigma politik kita,'' ucapnya. Sedangkan yang perlu dikaji dalam
menyikapi dinamika tersebut, kata dia, upaya peningkatan kualitas sumber
daya manusia secara individual. ''Tak dipungkuri dengan kualitas yang
dimiliki kita akan mampu dan berpeluang untuk berpartisipasi lebih luas
dalam kancah perjuangan reformasi dan demokratisasi menyongsong masa
depan,'' tambahnya.
Selengkapnya:  http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/6/19/n2.htm

Jabatan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan
Gus Dur Usul Pisahkan Saja
----------------------------
Jakarta, Kompas
Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya deadlock (kebuntuan) dalam proses
pemilihan presiden akibat tarik-menarik kekuatan antarpartai untuk
menggolkan calon presidennya sebagai presiden, Ketua Umum Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdurrahman Wahid mengusulkan pemisahan jabatan
kepala negara dengan kepala pemerintahan. Abdurrahman Wahid, biasa
dipanggil Gus Dur, menjelaskan hal ini dalam jumpa pers di Kantor PBNU
Jakarta, Jumat (18/6). Gus Dur menolak anggapan bahwa pernyataannya itu
dimaksudkan sebagai proses ke arah pembagian kekuasaan. Gus Dur yang
menjawab pertanyaan pers dengan cepat, diselingi humornya yang spontan.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9906/19/UTAMA/gus01.htm

Kerugian Perhutani Akibat
Pencurian Kayu Rp 25,6 Miliar
-------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya tingkat
pencurian kayu jati di pulau Jawa, sehingga pada tahun 1998 saja kerugian
telah mencapai Rp 25,6 miliar atau meningkat 7 kali dibanding tahun
sebelumnya.
Untuk mengatasi hal itu, Perum Perhutani meningkatkan pengawasan khususnya
dalam menindak oknum yang seharusnya mengamankan hutan tetapi justru
menjadi pencuri.
Menurut data dari Perum Perhutani yang diperoleh Pembaruan di Jakarta,
Kamis (17/6), pada tahun 1997 pencurian mencapai 203 ribu pohon dan tahun
1998 meningkat tajam menjadi 1,1 juta pohon. Sedangkan nilai kerugian tahun
1997 mencapai Rp 3,4 miliar.
Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/06/180699/index.html

IMF Ingatkan RI
Segera Laksanakan Upaya Pengembalian Utang
------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan Pemerintah Indonesia agar
segera melaksanakan upaya pengembalian kembali dana-dana pinjaman berbagai
perusahaan di perbankan. Upaya itu penting untuk mengurangi atau mengatasi
beban anggaran. Permintaan IMF itu disampaikan Wakil Managing Director IMF
Stanley Fischer kepada Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta,
Jumat (18/6). Habibie antara lain didampingi Menko Ekuin Ginandjar
Kartasasmita, Mensesneg/Menkeh Muladi, dan Menhankam/Panglima TNI Jenderal
Wiranto. Hal itu disampaikan secara terpisah oleh Ginandjar dan Stanley
Fischer.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9906/19/UTAMA/sege11.htm

Pihak Bertikai di Timtim Sepakat Lucuti Senjata
------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto, pimpinan Concelho Nacional de
Resistencia Timorese (CNRT) dan Falintil, Xanana Gusmao dan Leandro Isaac,
serta pimpinan kubu pro-integrasi Domingos Soares dan Joao da Silva Tavares
mengadakan pertemuan di Markas Besar TNI Jakarta, Jumat (18/6).
Pertemuan menghasilkan kesepakatan baru mengenai tata cara (code of
conduct) demi terciptanya situasi yang aman bagi pelaksanaan penentuan
pendapat di Timor Timur, seperti tata cara kampanye dan penyerahan senjata.
Selain itu ditandatangani pula seruan bersama untuk menghentikan kekerasan
dan disinformasi.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9906/19/UTAMA/piha01.htm

Akbar Tersinggung, Habibie Bertemu Mega
--------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Rencana pertemuan khusus B.J. Habibie dengan Megawati Soekarnoputri (ketua
umum DPP PDI Perjuangan) untuk membicarakan soal pemerintahan ternyata
membuat dongkol Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung. ��Yang
berkompeten bicara dengan Megawati ya ketua umum Partai Golkar,�� tegas
Akbar kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Seperti diketahui, Mendagri Syarwan Hamid di DPR mengusulkan agar Habibie
bicara empat mata dengan Megawati. Alasan Syarwan, kedua tokoh tersebut
sama-sama memiliki kekuatan untuk muncul sebagai pemenang. Agar dalam
penyusunan pemerintahan bisa berjalan dengan baik, Syarwan menilai perlu
ada pembicaraan Habibie-Mega. (Jawa Pos kemarin)
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/19jun/de19jn3.htm

--------English Section----
US show of force in Korea
---------------------------
Move to deploy two naval vessels and four electronic surveillance aircraft
in the area raises tensions.  SEOUL -- Military tensions between North and
South Korea were raised yesterday as US warships and aircraft headed to the
region in a show of force following a high-seas gunbattle between the two
Koreas.
A Pentagon spokesman, US Navy Captain Mike Doubleday, told reporters in
Washington that two naval vessels, including the cruiser Vincennes, would
"move into waters off Korea to be in a position to monitor what's going
on".
Four EA-6B electronic surveillance planes would also be deployed.
The Vincennes, normally stationed in Japan, carries guided missiles. No
decision has been taken yet on what other Navy vessel would be sent to the
region.
Selengkapnya: http://straitstimes.asia1.com/one1/one1.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke