''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 3 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Tujuh Besar Partai  DPR Pusat dan Jumlah Kursi
Last Updated : 03 Jul 1999 06:30:01 (Data KPU)

I.   PDI P (11)     23,460,547     (135 Kursi)
II.  Golkar (33)  12,491,322     (97  kursi)
III.PKB  (35)      11,236,018     (42  kursi)
IV. PPP   (9)        6,534,391      (35 kursi)
V.  PAN  (15)       4,465,456      (20 kursi)
VI. PBB  (22)       1,079,367      ( 2  kursi)
VII PK  ( 24)         799,416         (1  kursi)
...........................................................................
@Mei Sampai 1 Juli 1999: 69 Sipil, 29 TNI/Polri Tewas
@Ghalib Jadi Tersangka Jika Saksinya Cukup
@Rakyat Butuh Pemerintahan Baru
@Rakyat Butuh Pemerintahan Baru
@Berbagai Kalangan Sesalkan Polisi
@Menhankam: Massa PRD Paksakan Kehendak
@Wiranto Jamin TNI takkan Ambil Alih Kekuasaan


--------English Section---------------------------------
**UN Staff Intimidated in E. Timor
............................................
SELAMAT  MEMBACA
===================

Mei Sampai 1 Juli 1999: 69 Sipil, 29 TNI/Polri Tewas
------------------------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Jumlah warga sipil yang tewas akibat gangguan keamanan
di Aceh sejak Mei sampai 1 Juli mencapai 69 orang, sedangkan TNI/Polri
gugur 29, sementara dari pihak GBPK (Gerakan Bersenjata Pengacau Keamanan)
8 orang.
Sedangkan jumlah masyarakat yang menjadi korban luka-luka dalam masalah
Aceh menurut perhitungan waktu yang sama justru sangat mencolok yakni, 146
orang. Dari pihak TNI/Polri 30 orang dan anggota GBPK yang luka-luka hanya
4 orang.
Demikian penjelasan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto dalam rapat kerja
dengan Komisi I DPR RI di Jakarta Jumat (2/7) yang dipimpin Ketua Komisi I
Aisyah Amini SH.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Ghalib Jadi Tersangka Jika Saksinya Cukup
-----------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Jangan banyak berharap Andi M Ghalib segera menjadi
tersangka dalam kasus dugaan suap yang dilaporkan Indonesian Corruption
Watch (ICW) sebab, untuk menjadikan Ghalib sebagai tersangka, Puspom ABRI
yang menyidik kasus itu perlu banyak saksi untuk melengkapi data-datanya.
Demikian keterangn Dan Puspom ABRI, Mayor Jenderal (TNI) Djasri Marin
kepada wartawan seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung
DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta Jumat (2/7).
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

 Insiden Berdarah di Depan KPU
Berbagai Kalangan Sesalkan Polisi
----------------------------------------
Jakarta, Kompas
Berbagai kalangan hari Jumat (2/7) sangat menyesalkan insiden berdarah yang
terjadi ketika massa Partai Rakyat Demokratik (PRD) melakukan aksi unjuk
rasa di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari Kamis. Mereka
memrotes tindakan aparat kepolisian yang kasar dan tidak mencerminkan
fungsinya sebagai pengayom masyarakat. Insiden berdarah itu seharusnya
tidak perlu terjadi apabila kedua belah pihak dapat menahan emosi.
Sementara Kapolda Metro Jaya Mayjen (Pol) Drs Noegroho Djajoesman, kemarin,
menyatakan, unjuk rasa massa PRD itu, jelas melanggar hukum. Hal senada
dikemukakan Kadispen Polri Brigjen (Pol) Togar Sianipar, sambil menegaskan
bahwa penanganan terhadap aksi massa PRD itu sudah sesuai prosedur.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/03/UTAMA/beb01.htm

Rakyat Butuh Pemerintahan Baru
MacDougall: AS Akan Dukung, asal Demokratis
--------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Pengamat politik dari University of Alabama Amerika Serikat Prof John James
MacDougall berpendapat, partai yang memenangi pemilu sebaiknya diberi
kesempatan memimpin pemerintahan. Megawati Soekarnoputri yang memimpin
partai pemenang pemilu harus diberi kepercayaan menjadi presiden.
��Saya sangat berharap yang memenangi pemilu sebaiknya menjadi presiden
(mendatang),�� kata MacDougall kepada Jawa Pos usai berbicara dalam diskusi
terbatas bertema Situasi Politik Indonesia 1965�1999 yang digelar majalah
Forum Keadilan di Jakarta, kemarin. Selenglapnya:
http://www.jawapos.com/3jul/de3g1.htm

Menhankam: Massa PRD Paksakan Kehendak
* 23 Polisi Luka-luka
-------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto mengatakan, kasus bentrokan aktivis
Partai Rakyat Demokratik (PRD) dengan aparat kepolisian di depan kantor
KPU, Kamis (1/7), tidak perlu terjadi bila massa PRD tidak memaksakan
kehendaknya masuk ke gedung KPU. Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/3/p6.htm

Wiranto Jamin TNI takkan Ambil Alih Kekuasaan
-----------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Banyak yang menilai pusat kekuasaan mulai bermain untuk mengkondisikan agar
SU MPR deadlock. Dengan situasi itu memudahkan para pemegang kekuasaan
mengambil alih pemerintahan dengan alasan stabilitas nasional.
Terhadap penilaian itu, Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto menegaskan
tidak mungkin. ''Dari nilai-nilai yang ada pada TNI, tidak ada terlintas
sedikit pun dari kami akan mengambil langkah-langkah inkonstitusional,''
tandasnya di hadapan Komisi I DPR ketika raker dengan komisi itu, Jumat
(2/7) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/3/p1.htm

-----------English Section-------------
UN Staff Intimidated in E. Timor
Friday, July 2, 1999; 6:02 a.m. EDT
-------------------------------------------
DILI, Indonesia (AP) -- After being threatened by militiamen, six members
of a United Nations mission were evacuated from a town in East Timor, a
U.N. spokesman said today.
It was the third time this week that U.N. officials have been forced out of
towns outside of Dili, the territorial capital, as tensions rise before a
U.N.-supervised independence ballot in August.
Spokesman Yasuhiro Ueki said the six left Liquica on Thursday night for the
safety of Dili, about 25 miles to the west.
Liquica is a stronghold of anti-independence sentiment and the site of
atrocities against civilians in recent months.
More:
http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990702/V000159-070299-idx.ht
ml

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke