'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 10 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
@Gus Dur "Gawat" Di Aceh
@Dugaan Korupsi Rp 42 Triliun di Pertamina
@Pembatalan Status Ghalib Lecehkan Hukum
@Menang Gugat ''Time'' Soeharto Janji Bagi-bagi Uang
@Amien Rais Soal Pemilihan Presiden
@Soeharto Terima Dana SDSB Rp 87,5 Miliar
@AS: Ia Punya Mandat untuk Jadi Presiden
@Perhitungan Suara Versi KPU Usai 18 Juli
----------------Englis Section-----------
**Indonesia Presidential Race Narrows
**News at a Glance
............................................
SELAMAT  MEMBACA
===================
Gus Dur "Gawat" Di Aceh
-------------------------------
BANDA ACEH (Waspada) : Pernyataan Gus Dur yang menuding kerusuhan di Aceh
dilakukan oleh kelompok Islam kanan dan menganggap dirinya sebagai Nabinya
orang Aceh telah membuat suasana di Aceh "panas". Muncul reaksi keras
tokoh-tokoh agama di Aceh.
Ketua Umum MUI Aceh mengingatkan Gus Dur agar jangan terlalu sok dan
semakin memperkeruh keadaan di Aceh.
"Kalau memang pernyataan Gus Dur itu bermuatan politis demi mencari
dukungan untuk calon presiden, janganlah agama dan rakyat Aceh
dieksploitir," kata Dr. Muslim Ibrahim, MA, ketua Umum MUI Aceh, kepada
Waspada di kediamannya Jumat (9/7) malam.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Mantamben akan Tuntaskan Dugaan
Korupsi Rp 42 Triliun di Pertamina
------------------------------------------
JAKARTA -- Pertamina saat Orde Baru silam menjadi sapi perah Keluarga
Cendana dan kroninya. Tak heran kalau kemudian hasil audit Price Waterhouse
Coopers menemukan kebocoran senilai 6,1 miliar dolar AS (Rp 43 triliun)
sepanjang tahun anggaran 1996/1997 sampai 1997/1998.
''Saya akan menuntaskan kasus tersebut,'' kata Mentamben Kuntoro
Mangkusubroto pada wartawan usai shalat Jumat di Jakarta kemarin. Dan
seperti disiarkan oleh Liputan SCTV, Kuntoro merasa terkejut atas penemuan
auditor Australia tersebut.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/10/18683.htm

Pembatalan Status Ghalib Lecehkan Hukum
---------------------------------------------------
BANDUNG -- Pembatalan status tersangka pada Jaksa Agung non-aktif Andi M
Ghalib oleh Komandan Puspom dinilai melecehkan hukum.
''Penetapan seseorang menjadi tersangka difasilitasi oleh undang-undang,
karena itu pembatalan status tersebut adalah perbuatan yang tidak
menghormati hukum,'' kata praktisi hukum, yang juga Ketua IKADIN Jabar,
Dindin Maolani SH, kepada wartawan, Jumat (9/7) kemarin di Bandung.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/10/18671.htm

Menang Gugat ''Time'' Soeharto Janji Bagi-bagi Uang
-----------------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Untuk kedua kalinya, mantan pemimpin Orde Baru HM Soeharto berjanji
membagi-bagikan bonus untuk rakyat kecil. Dulu, ketika diributkan memiliki
dana trilyunan rupiah di luar negeri, Pak Harto berjanji akan menyerahkan
kepada negara --dibagikan kepada rakyat untuk membeli sembako -- apabila
itu terbukti.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/10/nus4.htm

Amien Rais Soal Pemilihan Presiden
Serahkan pada Semangat Demokrasi
-------------------------------------------
Yogyakarta, Kompas
Ketegangan politik, sebagai bagian dialektika konstitusionalisme dan
aspirasi demokratik, itu hal yang wajar. Ketegangan yang lebih bertumpu
pada persoalan pemilihan presiden itu juga sebenarnya bisa diselesaikan
secara sederhana jika semua pihak dewasa. Karena itu, serahkan saja
persoalan itu kepada semangat demokrasi, bukan kepada mekanisme MPR yang
selama ini lebih merupakan sarana manipulasi politik Orde Baru.
Demikian pendapat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional
(DPP PAN) HM Amien Rais dalam perbincangan dengan Kompas di kediamannya di
Yogyakarta, Kamis (8/7), menanggapi suasana tegang di antara masyarakat,
elite politik maupun antarpartai politik di Indonesia saat ini.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/10/UTAMA/sera01.htm

Soeharto Terima Dana SDSB Rp 87,5 Miliar
-----------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Kejayaan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) dalam menggalang dana dari
masyarakat, ternyata, memiliki andil besar menambah kekayaan mantan
Presiden Soeharto. Ini terbukti dari pengakuan Dedi Darwis, pengelola dana
tersebut.
Hanya dalam kurun tiga tahun, sejak 1990 hingga 1993, mantan orang kuat di
era Orba itu berhasil meraup dana sebesar Rp 87,5 miliar. Berdasarkan bukti
yang diperlihatkan kepada tim pemeriksa, dana sebesar itu memang diterima
langsung oleh penguasa Orde Baru selama 32 tahun itu.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/10jul/de10g4.htm

Mega Tolak Koalisi Multipartai
AS: Ia Punya Mandat untuk Jadi Presiden
--------------------------------------------------
Washington DC, Jawa Pos.-
Media massa di Amerika Serikat ternyata sudah yakin bahwa Ketua Umum PDI
Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan menggantikan B.J. Habibie sebagai
presiden RI. Langkah orang nomor satu di partai berlambang kepala banteng
berbibir putih ke Bina Graha, tampaknya, sulit digoyahkan. Tekad Mega untuk
hanya berpikir jabatan presiden dan keunggulan suara PDI Perjuangan dalam
pemilu lalu membuat jalan ke Istana makin licin.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/10jul/de10g1.htm

Perhitungan Suara Versi KPU Usai 18 Juli
--------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Perhitungan suara hasil Pemilu 1999 oleh Komisi Pemilu
(KPU) diperkirakan selesai pada 18 Juli 1999, karena batas akhir kontrak
penggunaan komputer untuk pemrosesan data adalah pada 24 Juli 1999.
"Kerja tim ini harus sudah selesai sebelum tanggal 24 Juli 1999 sebagai
batas akhir kontrak kerja dengan perbankan yang meminjamkan jaringan
komputernya kepada KPU," kata Nurdin Purnomo, ketua tim verifikasi sistem
komputer KPU, kepada pers di Jakarta Jumat (9/7). Selengkapnya:
http://www.waspada.com/

----------------Englis Section-----------
Indonesia Presidential Race Narrows
---------------------------------------------
By Irwan Firdaus Associated Press Writer
Friday, July 9, 1999; 5:07 a.m. EDT
JAKARTA, Indonesia (AP) -- Indonesia's presidential contest seemed to
narrow to a two-person race today, as the ruling Golkar party reaffirmed
its support for incumbent President B.J. Habibie and leading opposition
figure Megawati Sukarnoputri claimed she deserved the top job.
A senior Golkar official dismissed suggestions that the party, which was a
pillar of the authoritarian regime of former President Suharto, choose a
new candidate and dump the unpopular Habibie, Suharto's former protege.
More:
http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990709/V000449-070999-idx.ht
ml

News at a Glance
---------------------
Last updated Thursday, July 8, 4:25 PM ET
Israel's newly installed foreign minister played down expectations prior to
Prime Minister Ehud Barak's planned round of peace talks this week and next
with Arab and U.S. leaders. "Not every meeting must be looked at to produce
dramatic results," David Levy told Israel Radio on Thursday. "There will be
problems."
Israel's justice minister predicted that Israel will achieve peace with its
Arab neighbors within one or two years. "I don't think we will need more
than that," Yossi Beilin was quoted as saying Thursday in an interview
broadcast in Qatar. Similar optimism emanated from Syria, where a Foreign
Ministry official said, "Syria shares with Israeli Prime Minister Ehud
Barak the same wish to put an end to war."
More: http://www.vjnews.com/jta.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke