'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 13 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Kebocoran US$ 6,1 Miliar
Dewan Komisaris Pertamina Harus Bertanggung Jawab
*Jangan Habiskan Energi untuk Capres
*Lagi, Jamdatun Dilaporkan Terima Suap

===Luar Negri===
*Mahasiswa Iran Desak Presiden Khatami Lakukan Reformasi
*Newsweek" Bikin Marah Pejabat Tinggi Thailand

===English Section===
*Church restores heresy trials for priests who defy doctrine
*Drugs, Money and Lives
++++++++++++++

Kebocoran US$ 6,1 Miliar
Dewan Komisaris Pertamina Harus Bertanggung Jawab
------------------------------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Kebocoran dana di Pertamina periode 1996/97 hingga 1997/98 yang mencapai
US$ 6,1 miliar harus segera ditindaklanjuti. Dalam hal ini, Dewan Komisaris
Perusahaan Pertamina (DKPP), yang diketuai Menteri Pertambangan dan Energi,
harus bertanggung jawab atas kebocoran itu.
Demikian pengamat Migas, Bachrawi Sanusi, ketika ditanya Pembaruan, di
Jakarta Senin (12/7) siang, menanggapi hasil temuan auditor independen dari
Australia, Pricewaterhouse Cooper (PWC). Jumlah kebocoran dana di Pertamina
sebesar US$ 6,1 miliar itu, kata Sanusi sangat besar, angkanya hampir dua
kali lipat penerimaan pajak, minyak dan gas dalam APBN 1999/2000.
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/07/120799/Headline/hl01/hl01.html

Untuk Hentikan Kekerasan di Aceh
Tarik PPRM

 Jakarta, Kompas
Mustahil menyelesaikan masalah Aceh tanpa mengakhiri penggunaan kekerasan
dan arogansi pemerintah pusat terhadap Aceh. Oleh karena itu, pasukan non
organik yang ada di wilayah "Serambi Mekkah" itu harus ditarik mundur
terlebih dahulu, sebelum upaya ke arah penyelesaian politik masalah Aceh
dilakukan secara adil. Demikian kesimpulan dari pendapat yang disampaikan
secara terpisah oleh para tokoh masyarakat Aceh di Jakarta kepada Kompas,
Senin (12/7). Pandangan yang disampaikan Ismail Hasan Metareum, Hasballah M
Saad, dan Muchtar Azis itu untuk menanggapi semakin berlarut-larutnya
penyelesaian masalah Aceh, yang ditandai dengan merebaknya aksi-aksi
kekerasan dan membanjirnya arus pengungsi Aceh dalam beberapa waktu
terakhir ini.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/13/UTAMA/tari01.htm

Jangan Habiskan Energi untuk Capres
----------------------------------------------
JAKARTA - Presiden BJ Habibie mengingatkan, di tengah euforia politik
pascapemilu hendaknya energi tak terkuras untuk membicarakan masalah
pemilihan presiden. Sebab, mekanisme pemilihan presiden sudah cukup jelas
diatur dalam konstitusi, UUD 1945.
"Terfokusnya perhatian pada pemilihan presiden memang dapat dipahami karena
selama ini jabatan presiden sarat dengan kekuasaan dan berpotensi terhadap
pengultusan individu. Walau hal itu semula tak dikehendaki. Pengultusan itu
terjadi karena selama ini kita lebih mementingkan figur seseorang ketimbang
institusi sebagai sistem yang dilembagakan.''
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/13/nas3.htm

Lagi, Jamdatun Dilaporkan Terima Suap
-------------------------------------------------
Jakarta, JP.-
Suap lagi, suap lagi. Ya, masalah suap sepertinya tak habis-habis. Berawal
dari keberanian ICW (Indonesian Corruption Watch) mengungkap temuannya
berkaitan dengan dugaan suap terhadap Jaksa Agung Letjen TNI Andi Muhammad
Ghalib, yang kemudian dinonaktifkan dari jabatannya, aib suap di Kejagung
itu terus membubung.

Sepertinya, lembaga penuntutan tertinggi di Indonesia itu benar-benar
menjadi "sarang tikus" yang amat merugikan negara. Kasus suap terbaru yang
mencuat dari Kejagung adalah dugaan suap dengan pelaku Jamdatun (Jaksa
Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara) Yacob R. Saleh. Jaksa orbitan
Ghalib ini dilaporkan ACC (Anti Corruption Committee) Sulsel telah terlibat
berbagai kasus suap. Tetapi, laporannya tak ditujukan ke Kejagung, tetapi
ke Mabes Polri
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/13jul/de13g13.htm

===Luar Negri===

Mahasiswa Iran Desak Presiden Khatami Lakukan Reformasi
-----------------------------------------------------------------------
Teheran, Pembaruan
Para mahasiswa pro-demokrasi Iran, hari Senin, merencanakan protes baru
terhadap operasi pembersihan berdarah terhadap rekan-rekan mereka, walaupun
badan keamanan tertinggi di negara itu mengeluarkan peringatan keras
mengenai demonstrasi yang tidak mendapat izin.

''Pertemuan tanpa izin dianggap tidak sah, dan pelanggarnya akan ditangani
sesuai peraturan,'' bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi,
yang dimuat oleh kantor berita IRNA Minggu malam
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/07/120799/LuarNegr/ln01/ln01.html

Newsweek" Bikin Marah Pejabat Tinggi Thailand
-----------------------------------------------------------
Bangkok, Senin
Buruk muka cermin dibelah. Begitulah pejabat tinggi Thailand bereaksi
terhadap laporan utama majalah mingguan internasional Newsweek edisi pekan
lalu mengenai industri seks di Bangkok yang sangat terkenal itu. Menteri
Luar Negeri Thailand, Surin Pitsuwan, Senin (12/7), sampai mengeluarkan
kata-kata tak senonoh
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/13/LN/news16.htm

Church restores heresy trials for priests who defy doctrine
------------------------------------------------------------------------
HERESY trials for clergy are to be reintroduced to try to rid the Church of
England of its reputation "for believing anything or nothing". For the
first time in more than 150 years, clergy who err on doctrine may be tried
by a closed tribunal.
The General Synod agreed yesterday to the proposal by bishops to include
offences against "doctrine, ritual and ceremonial" matters in new
streamlined structures for disciplining clergy
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=awNs2RNL&atmo=HHHHH8w
L&pg=/et/99/7/13/nher13.html

Drugs, Money and Lives
------------------------------
July 8 � Worldwide, 33 million people are infected with HIV or have
full-blown AIDS; 90 percent of them live in Africa, Asia and Latin America.
     But they may as well live on the moon when it comes to the drugs that
can control AIDS and keep them alive, because most simply cannot afford the
steep costs
South Africa Seeks AIDS Drugs
Treating the more than 3 million AIDS-infected patients in South Africa is
a hopeless endeavor.
     AZT and the newer AIDS drugs that prolong life cost between $500 and
$1,000 a month. That�s not only out of reach of the average South African,
but also of the government.
More: http://abcnews.go.com/onair/CloserLook/wnt990708_aidsdrugs.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke