'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 8 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
@Berisiko, Pilih Capres tanpa Debat
@1.200 Polisi Gantikan 10 Kompi Tentara di Timtim
@Soal Pemberantasan KKN Rakyat Butuh Tindak Lanjut
@Abu Hasan: Gus Dur Ngawur
@Pendukung Mega mulai Turun ke Jalan
@Mudji Sutrisno: Parpol Gurem tak Tahu Diri
@Usul Gus Dur dengan Rencana Mega Sesuai
@'Sumber Ketegangan Politik Ada di Tangan Habibie'
............................................
SELAMAT  MEMBACA
===================


Berisiko, Pilih Capres tanpa Debat
Debat Bisa Ukur Kematangan Capres
--------------------------------------------
JAKARTA -- Mendagri Syarwan Hamid menyatakan setuju ada pengujian calon
presiden (capres) di MPR. ''Di situ digelarlah pandangannya. Nanti ditanya
oleh anggota MPR, kalau tanyanya enak, ya kelihatan matang atau tidaknya.
Mungkin kalau tanyanya kritis, mungkin bisa marah,'' tutur Mendagri sebelum
mengikuti sidang kabinet bidang Ekuin di Bina Graha Jakarta, Rabu (7/7).
Tanpa uji kemampuan capres, terlalu besar risikonya bagi rakyat. Bisa
mengakibatkan terpilihnya presiden yang kurang berkualitas.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/08/18522.htm

1.200 Polisi Gantikan 10 Kompi Tentara di Timtim
-----------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima TNI Jenderal Wiranto memutuskan
untuk mengirim 1.200 personel polisi lengkap dengan kendaraan operasional
untuk menggantikan sekitar 10 kompi (1.000 personel) TNI yang bertugas di
sana. Hal ini sebagai tanggapan atas keprihatinan Unamet (United Nations
Mission in East Timor) mengenai situasi keamanan di Timtim akhir-akhir ini
atau menjelang pelaksanaan penentuan pendapat.
''Polisi Indonesia akan memberikan perlindungan langsung kepada staf PBB
yang sedang bertugas mempersiapkan penentuan pendapat di Timtim,'' tutur
Ian Martin, Ketua Unamet, usai bertemu Wiranto di Markas Besar TNI,
Jakarta, Rabu (7/7). Martin didampingi Utusan Khusus Sekjen PBB Frances
Vendrel dan Perwira Militer Penghubung Brigjen Rezaquil Haidir.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/08/UTAMA/poli01.htm

Soal Pemberantasan KKN Rakyat Butuh Tindak Lanjut
----------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Pemerintah hendaknya tidak hanya mengumumkan adanya praktik korupsi, kolusi
dan nepotisme (KKN) di 12 departemen yang merugikan negara lebih dari Rp 2
trilyun, tetapi juga menyeret para pelakunya ke pengadilan. Rakyat juga
menuntut transparansi dari pengumuman pemerintah. Tanpa adanya tindak
lanjut, pengumuman pemerintah itu bisa dianggap sebagai iklan politik
pemerintahan transisi yang dipimpin Presiden BJ Habibie. Demikian rangkuman
pendapat yang dihimpun Kompas dari Wakil Ketua Komisi I DPR Farida Syamsi,
Ketua Gerakan Peduli Harta Negara (Gempita) Albert Hasibuan, Managing
Director Econit Rizal Ramli, Presdir PT Aspecindo Kreasi Hartojo
Wignjowijoto, dan sosiolog Kastorius Sinaga secara terpisah di Jakarta,
Rabu (7/7).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/08/UTAMA/raky01.htm

Abu Hasan: Gus Dur Ngawur
----------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Usulan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membagi-bagi kekuasaan, dikecam keras
mantan Ketua Pansus RUU Politik Abu Hasan Sadzili. Menurutnya, apa yang
dikemukakan Gus Dur sebagai pernyataan ngawur dan tidak berlandaskan
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.  ''Gus Dur itu ngawur.
Memangnya negara ini milik keluarganya. Enak saja membagi-bagi kekuasaan,
seperti membagi warisan,'' kata Abu Hasan kepada wartawan di Jakarta, Rabu
(7/7) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/8/n2.htm

Pendukung Mega mulai Turun ke Jalan
----------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Di tengah kontroversi seputar pencalonan Megawati sebagai presiden keempat
RI, sejumlah dukungan terhadap putri Bung Karno itu justru mengalir. Rabu
(7/7) kemarin misalnya, sedikitnya seratus aktivis dan simpatisan PDI
Perjuangan dari Johar Baru, Jakarta Pusat turun ke jalan berunjuk rasa di
bundaran Hotel Indonesia (HI).
Selain menyatakan dukungan kepada Megawati, melalui aksi damai tersebut,
pengunjuk rasa juga ingin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang
telah menyukseskan Pemilu 1999. ''Terutama kepada warga Jakarta yang
sebagian besar telah menja-tuhkan pilihan kepada PDI Perjuangan. Ini
kepercayaan dan amanah bagi kami,'' ujar koordinator aksi Gilbert Eduard
Tirayoh.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/8/n10.htm

Mudji Sutrisno: Parpol Gurem tak Tahu Diri
----------------------------------------------------
Yogyakarta (Bali Post) -
Usaha sejumlah parpol gurem untuk memperoleh kursi di MPR, dinilai Dr.
Mudji Sutrisno sebagai hal yang memperlihatkan secara nyata kepada rakyat
masih adanya elite politik yang belum bisa menerima kekalahan dalam pemilu
secara lapang dada. Ditemui saat menyaksikan Festival Kesenian Yogyakarta
(FKY), Rabu (7/7) kemarin di Yogyakarta, Romo Mudji secara pribadi
menyatakan, ''Itu tindakan yang tidak tahu diri.''
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/8/n14.htm

Usul Gus Dur dengan Rencana Mega Sesuai
----------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Walaupun Amien Rais menyebut usul Gus Dur -- Mega Presiden, Amien Ketua DPR
dan Gus Dur Ketua MPR -- sebagai hal yang tak serius, bagi Haryanto Taslam
usul itu merupakan hal yang serius. ''Komposisi jabatan yang diutarakan Gus
Dur itu memiliki benang merah dengan kinerja Mbak Mega, jika kelak terpilih
sebagai presiden,'' ujar Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, Rabu (7/7)
kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/8/n1.htm

'Sumber Ketegangan Politik Ada di Tangan Habibie'
---------------------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): PDI Perjuangan menyambut positif tawaran Presiden BJ
Habibie mengundang lima partai politik (parpol) besar untuk menyukseskan
Sidang Umum (SU) MPR mendatang. Namun, PDI Perjuangan baru mau hadir dalam
pertemuan itu jika Habibie berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi
sebagai presiden.
"Kami menyambut positif tawaran Presiden Habibie lewat Ketua DPA Baramuli
agar mengundang lima parpol besar untuk membicarakan hal-hal yang
diharapkan bisa mengurangi ketegangan pada SU MPR nanti," kata Ketua DPP
PDI Perjuangan Suparlan Rabu (7/7) pagi di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke