'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Senin, 12 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
@Semua Capres tak Penuhi Syarat
@Parpol Jangan Cari Kambing Hitam
@AS Siapkan Mega-Militer-Islam
@Sejumlah Tokoh Partai dan LSM Mendesak Bank Dunia
@Dukung Megawati Jadi Presiden IV
@Gegabah, Pernyataan Habibie Tentang Polri
@ICMI Tak Keberatan Presiden Wanita, tapi...
@Habibie Capres Terbaik ICMI
---------English Section-----------
**Report: Jakarta Training Militia
**Israel's Barak to Arafat: Yasser, I�m No Bibi
............................................
SELAMAT  MEMBACA
===================
Semua Capres tak Penuhi Syarat
---------------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Pertemuan kiai dan ahli fiqh NU Jatim yang menyoroti kepemimpinan nasional
menyimpulkan, sejumlah figur calon presiden (capres) yang muncul dan sering
dibicarakan, sampai saat ini belum ada yang layak sekaligus memenuhi syarat
menjadi presiden. ''Sampai saat ini, di Indonesia belum ada seseorang yang
memenuhi syarat jadi presiden,'' tegas Ketua Syuriah PWNU Jatim K.H. Imrom
Hamzah kepada wartawan usai pertemuan sehari di rumah KH Anwar Manshur,
pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (10/7). Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/12/p1.htm

 Pemerintah Pertahankan PP No 33/1999
* Parpol Jangan Cari Kambing Hitam
--------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Pemerintah akan tetap mempertahankan keberadaan PP yang mengatur
pelaksanaan Undang-Undang No 3/1999 tentang Pemilihan Umum itu, meski
sebagian anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) me-nuntut Peraturan Pemerintah
(PP) No 33/1999 dibatalkan, de-mikian penegasan Menteri Dalam Negeri
Syar-wan Hamid. Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Feisal Tanjung meminta, partai politik peserta pemilu yang tidak memenuhi
ke-tentuan dua persen suara (10 kursi DPR) agar mematuhi peraturan yang
ada, bukan malah mencari kambing hitam. Upaya partai politik mencari
kambing hitam dengan tidak menerima kekalahan dalam Pemilu 1999 dinilai
dapat mengganggu stabilitas.
 Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/12/UTAMA/peme01.htm

AS Siapkan Mega-Militer-Islam
--------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Pengamat sosial politik dari Universitas Newcastle Dr George Junus
Aditjondro memiliki analisis menarik tentang pemerintahan mendatang.
Menurut dia, pemerintahan Amerika Serikat sebagai benteng utama sistem
kapitalis global akan lebih memilih transisi yang halus menuju era
pasca-Soeharto yang sebenarnya. Tampaknya, kata dia, baik pemerintahan
Amerika Serikat maupun pihak militer akan mencoba menyiapkan trio
Megawati-militer-Islam. ��Pola trio ini untuk memuaskan keinginan kelompok
Megawati, massa Islam, militer, dan investor asing,�� tulis George dalam
paper berjudul The aftermath of the June 7, 1999 Indonesian general
election and its implications for the region yang bakal diterbitkan Centre
for Asia Pacific Social Transformation Studies (Capstrans), lembaga milik
sebuah universitas di Australia.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/11jul/de11g1a.htm

Sejumlah Tokoh Partai dan LSM Mendesak Bank Dunia
Tunda Pertemuan CGI
--------------------------
Jakarta, Kompas
Sejumlah tokoh dari partai dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) tetap
menuntut Bank Dunia untuk menunda pertemuan Consultative Group on Indonesia
(CGI). Alasannya, pemerintahan sekarang ini tidak legitimate untuk
memutuskan sesuatu, apalagi namanya utang. Dikhawatirkan, pemerintahan
sekarang tidak cukup serius memikirkan dampak-dampak dari beban utang pada
generasi mendatang. Demikian tuntutan sejumlah kalangan dari LSM dan
partai-partai yang mengadakan jumpa pers di Jakarta, Sabtu (10/7). Hadir di
acara itu antara lain Kepala Departemen Hubungan Internasional Partai
Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan, Ketua Indonesia Panitia Pengarah
International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), Zoemrotin K
Soesilo, Kordinator Konsorsium Kemis-kinan Kota (atau Urban Poor
Consortium/UPC) Wardah Hafids, serta Sekjen PKB Muhaimin Iskandar.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/12/UTAMA/tund01.htm

SARAS Kumpulkan Ribuan Tanda Tangan
* Dukung Megawati Jadi Presiden IV
--------------------------------------------
Yogyakarta (Bali Post)-
Setelah Prof.Dr.Mary Astuti menggalang aksi sejuta tanda tangan sebagai
dukungan terhadap Megawati Soekarnoputri menjadi presiden, aksi serupa
dilakukan kelompok lain dengan menyertakan masyarakat di Yogyakarta, Sabtu
(10/7). Ribuan masyarakat membubuhkan tanda tangan dukungannya dalam
selembar kain spanduk putih yang ditempatkan di depan istana negara yang
dikenal sebagai Gedung Agung.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/12/n2.htm

Gegabah, Pernyataan Habibie Tentang Polri
-----------------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Mantan Kapolri Jenderal Pol (Pur) Prof Dr Awaloedin Djamin mengatakan,
pernyataan Presiden BJ Habibie yang menyatakan Kapolri nantinya akan
bertanggung jawab kepada Presiden dan anggarannya masuk ke Departemen Dalam
Negeri, adalah pernyataan yang sangat gegabah dan sangat disesalkan. Dia
menilai jika pernyataannya itu dilaksanakan Pemerintah Indonesia, maka akan
membuat Polri hancur berantakan satu dengan lainnya. Sehingga, Polri tidak
bisa lagi seperti sekarang bersatu di bawah satu lingkup organisasi yang
solid.
Dia mencontohkan Jepang dan Filipina pernah menginginkan sistem seperti
ini. Tetapi tidak berhasil, sehingga polisi mereka tetap menjadi Polisi
Nasional.
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/07/110799/Headline/hl02/hl02.html

ICMI Tak Keberatan Presiden Wanita, tapi...
------------------------------------------------------
Bandung, Jawa Pos.-
Inilah sikap politik Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Pejabat
Ketua Umum ICMI Ahmad Tirtosudiro menegaskan, ormas yang dipimpinnya pada
dasarnya tidak keberatan dengan tampilnya presiden wanita. Tapi, diperlukan
syarat khusus agar wanita tersebut bisa memimpin.
Apa itu? Syarat-syarat yang memungkinkan wanita jadi presiden, menurut
Tirtosudiro, antara lain, ia harus merupakan salah seorang putri terbaik,
memiliki moral, kemampuan, dan sistem. Ia mengatakan, apakah saat ini ada
calon presiden wanita yang memenuhi syarat itu atau tidak ada, maka itu
harus dibuktikan.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/11jul/de11g4.htm

Habibie Capres Terbaik ICMI
------------------------------------
BANDUNG -- Rakornas Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) 1999
telah menegaskan sikapnya tentang calon presiden (capres) RI. Dan seperti
disampaikan Pejabat Ketua Umum ICMI Achmad Tirtosudiro melalui chairman
note-nya, Rakornas telah menetapkan BJ Habibie sebagai capres terbaik yang
didukung oleh ICMI.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/12/18804.htm

Gula Pasir Bulog Merusak Harga
---------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Kendati gula pasir yang dilepaskan Badan Urusan Logistik (Bulog)
berkualitas rendah, tapi tetap saja merusak harga gula pasir yang sudah
terbentuk di pasar.
''Stok yang dilepas sebanyak 600 ribu ton itu, akan mengganggu harga di
pasar,'' tutur Sekjen Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) Husin Tandjung di
Jakarta, Sabtu malam (10/7), menanggapi pelepasan stok gula pasir milik
Bulog, (Pembaruan 10/7).
Dia menyesalkan sikap Bulog yang melepas stok gula pasir, hanya pada
kelompok pedagang gula tertentu. Artinya, Bulog telah melakukan pelepasan
stoknya di luar mekanisme yang selama ini berlaku, yakni menawarkan kepada
seluruh pedagang gula pasir.
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/07/110799/Headline/hl03/hl03.html

---------English Section-----------
Report: Jakarta Training Militia
---------------------------------------
Saturday, July 10, 1999; 4:50 p.m. EDT
LISBON, Portugal (AP) -- The Indonesian army is training a 300-strong
militia group at its headquarters in Jakarta before sending them to East
Timor, a Portuguese newspaper said Saturday. Thirty newly trained fighters
were to land next Friday in Dili, the capital of East Timor, the Weekly
Expresso reported. The paper did not name sources, and independent
verification was not immediately possible.
More:
http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990710/V000614-071099-idx.ht
ml

Israel's Barak to Arafat: Yasser, I�m No Bibi
-------------------------------------------------------
Summit goes swimmingly, but both men are looking ahead to the same choppy
Mideast waters
The honeymoon isn�t quite over yet. In his first meeting with PLO leader
Yasser Arafat since his election as the anti-Netanyahu of Israeli Prime
Ministers, Ehud Barak kept his kid gloves on and his olive branch extended.
The Palestinians were politic enough to do the same, if a little
circumspect. "It is a beginning, and nothing else," said Palestinian
negotiator Nabil Sha'ath after the 65-minute summit at Erez, a checkpoint
along the Israel-Gaza border, had concluded. While both leaders made all
the right noises -- "Both sides have suffered enough," said Barak; "It's
time for the new dawn," said Arafat �- neither wanted to leave without
making their respective positions clear. And those positions are as far
apart as ever.
More: http://cgi.pathfinder.com/time/daily/0,2960,27923-101990711,00.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke