''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Jumat, 16 Juli 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" *Gus Dur: Ciganjur II Tetap Akan Diadakan *Cap Darah Berhenti jika Mega Meminta *Komnas HAM Tolak Masuk Tim Bentukan Pemerintah *Habibie tidak Minta Dukungan TNI ===Luar Negeri=== *Milosevic Ditentang di Seluruh Yugoslavia *Cina Nyatakan Mampu Kembangkan Bom Neutron ===English Section=== *N. Ireland Peace in Disarray *Don't let politics block reforms, IMF warns Jakarta ++++++++++++++++ Gus Dur: Ciganjur II Tetap Akan Diadakan ---------------------------------------------------- JAKARTA - Pertemuan Ciganjur II yang bakal melibatkan Ketua Umum PBNU KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PAN Prof Dr Amien Rais, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X tetap bakal berlangsung. Penegasan itu disampaikan Gus Dur seusai ceramah seminar yang dilaksanakan LKNU di Jakarta, kemarin. Bahkan deklarator PKB itu membantah jika terjadi perpecahan sesama tokoh deklarator Ciganjur, karena setiap pihak melakukan manuver politik Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/16/nas3.htm Cap Darah Berhenti jika Mega Meminta ----------------------------------------------- JAKARTA - Meski dinilai agak berlebihan, aksi pengumpulan cap jempol darah yang dikoordinasi oleh Barisan Rakyat Pendukung Setia Megawati (BRPSM) akan terus berlanjut hingga seminggu menjelang SU MPR. "Kami akan terus melanjutkan aksi pengumpulan cap jempol darah sampai sepekan menjelang SU MPR. Kami baru mau berhenti, jika Ibu Megawati Soekarnoputri yang menghendaki,'' tegas Koordinator BRPSM, Drs Irwan Setiawan, kepada wartawan, di Jakarta, kemarin. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/16/nas4.htm Komnas HAM Tolak Masuk Tim Bentukan Pemerintah ------------------------------ JAKARTA (Waspada): Komnas HAM menolak masuk dalam tim yang dibentuk pemerintah untuk menangani pelanggaran HAM di Aceh. "Komnas HAM tidak mau masuk ke tim tersebut karena kita menghendaki seluruh kasus harus diusut, sebab masalah Aceh itu merupakan kesinambungan dari pemerintah lama sampai kepada pemerintah yang baru," kata anggota Komnas HAM Samsudin kepada wartawan di Jakarta Kamis (15/7. Selengkapnya: http://waspada.com/071699/headline/headlin3.htm Habibie tidak Minta Dukungan TNI --------------------------------------------- JAKARTA (Media): Presiden BJ Habibie tidak akan meminta dukungan TNI berkaitan dengan pencalonannya menjadi presiden masa bakti lima tahun mendatang meski saat ini dia sekaligus menjabat sebagai Panglima Tertinggi (Pangti) TNI. Mensesneg Muladi mengemukakan hal tersebut dalam percakapan dengan Media kemarin di Jakarta. Habibie telah secara resmi dicalonkan Partai Gokar. Langkah Habibie akan lebih mulus jika mendapat dukungan dari TNI dan hal tersebut wajar karena Habibie sebagai Pangti TNI. "Saya tidak pernah mendengar Pak Habibie memerintahkan Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto agar mendukungnya untuk dicalonkan kembali sebagai presiden mendatang," tegas Muladi Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/07/16/UTAMA04.html ====Luar Negeri==== Milosevic Ditentang di Seluruh Yugoslavia -------------------------------------------------- BELGRADO - Protes menentang Presiden Yugoslavia (Serbia-Montenegro) Slobodan Milosevic menjalar ke seluruh negeri itu, sementara jumlah penentang pemerintah juga makin luas. Di Subotica, provinsi Vojvodina, lebih dari 5.000 pengunjuk rasa mengecam Milosevic dan menyerukan perlindungan terhadap etnik lokal Hongaria. Para demonstran di sejumlah kota memasang tanda dan plakat yang mendukung politikus oposisi Zoran Djindjic. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/16/int4.htm Cina Nyatakan Mampu Kembangkan Bom Neutron -------------------------------------------------------------- BEIJING (AFP): Ketegangan di kawasan Asia Timur, khususnya hubungan lintas batas makin tegang. Setelah mengancam Taipei dengan kekuatan militer, Dewan Negara --kabinet-- Cina, kemarin, menyatakan telah menguasai teknologi pengembangan bom neutron. Pernyataan yang dipublikasi bersama catatan teknis tentang program pengembangan senjata nuklir itu muncul hampir bersamaan dengan ancaman Cina yang akan menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan langkah-langkah ke arah pendirian negara Taiwan merdeka Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/07/16/INT03.html N. Ireland Peace in Disarray -------------------------------------------- New From The Post BELFAST, July 15 � In an angry torrent of insults, tears, and threats, the Northern Ireland peace process fell to pieces today, leaving British and Irish politicians a long and potentially dangerous summer to ponder how � or even whether � it can be put back together More: http://www.newsweek.com/nw-srv/topnews/daily/n_ireland.htm Don't let politics block reforms, IMF warns Jakarta SENDING RIGHT SIGNALS TO INVESTORS ------------------------------------------------------- By PAUL JACOB THE International Monetary Fund's point man in Asia, speaking amid intense political horse-trading in the wake of the June 7 election, yesterday warned Indonesia against allowing politics to get in the way of on-going economic reforms. Asia-Pacific director Hubert Neiss also reminded the country's politicians and presidential aspirants of the importance of sending right signals to investors by removing any uncertainties that might exist about the outcome of the upcoming presidential election. More: http://straitstimes.asia1.com/one1/one1.html +++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
