'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 15 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*PDI Perjuangan Buka Pintu untuk Marzuki Darusman
*Terlalu Dini, Tentukan Megawati Presiden
*Dindin S Maolani: Ada Konspirasi untuk ''Selamatkan'' Ghalib
*Tentang Laporan Inefisiensi US$ 6,1 Miliar

===Luar Negeri===
*Pendemo Iran Diancam Hukuman Mati
*Lima Pimpinan UMNO Masuk Daftar untuk Dibunuh

===English Section===
*Iranian Clerics Strike Back
*Senior source: If Syria wants talks, just say so
+++++++++++

PDI Perjuangan Buka Pintu untuk Marzuki Darusman
* Agum Gumelar Masuk ''Kabinet'' Megawati
-------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Sikap kontroversial Marzuki Darusman di jajaran fungsionaris Partai Golkar
menjadi perbincangan kubu PDI Perjuangan. Bahkan, partai di bawah pimpinan
Megawati Soekarnoputri itu menilai perjuangan Marzuki menegakkan demokrasi
akan berjalan maksimal jika dia keluar dari Partai Golkar dan masuk ke PDI
Perjuangan. Demikian diungkapkan sesepuh PDI Perjuangan AP Batubara di
Jakarta, Rabu (14/7) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/15/p1.htm

Terlalu Dini, Tentukan Megawati Presiden
Habibie dan Amien Rais soal Pemenang Pemilu 1999
------------------------------------------------------------
Singapura, JP.-
Meski PDI Perjuangan (PDI-P) menjadi pemenang pemilu demokratis kali
pertama dalam 44 tahun pada 7 Juni lalu, bukan berarti Ketua Umum PDI-P
Megawati Soekarnoputri otomatis menjadi presiden. Presiden B.J. Habibie,
yang juga kandidat tunggal Partai Golkar untuk presiden nanti, menilai,
pendapat demikian itu misleading (menyesatkan).
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/15jul/ut15jl7.htm

Dindin S Maolani:
Ada Konspirasi untuk ''Selamatkan'' Ghalib
----------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Penyelesaian kasus Jaksa Agung (non-aktif sementara) Letjen TNI AM Ghalib
semakin melenceng dari rel hukum dan cenderung membias ke unsur-unsur
politis. Batalnya Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) Mayjen Djasri
Marin menetapkan Ghalib sebagai tersangka dalam kasus suap, berindikasi
adanya jalinan konspirasi ''menyelamatkan'' nama baik korps militer dari
tuduhan korupsi. ''Indikasi itu patut terjadi, karena Djasri dan Ghalib
sama-sama perwira tinggi militer, apalagi mereka baru saja mengadakan
pertemuan dengan Menhankam/Panglima TNI,'' kata Koordinator Biro Hukum
Badan Pengawas Reformasi Total Dindin S Maolani kepada pers di sela-sela
Diskusi Terbatas tentang Penyelesaian Kasus Dugaan KKN mantan Presiden
(1967-1998) Soeharto dan Kroni serta Pertanggungjawaban Presiden BJ
Habibie, yang berlangsung di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat (9/7).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/10/UTAMA/adak01.htm

Tentang Laporan Inefisiensi US$ 6,1 Miliar
-----------------------------------------------------
Hartarto Hanya Akui Pertamina
Rugi Valas US$ 1,2 Juta

Jakarta, Pembaruan
Menkowasbangpan, Hartarto mengumumkan selama periode 1 April 1996 hingga 31
Maret 1998, Pertamina menderita kerugian valas senilai US$ 1,2 juta. Namun
ia menolak berkomentar terhadap laporan yang menyatakan adanya inefisiensi
(dugaan korupsi) sebesar US$ 6,1 miliar di tubuh BUMN migas tersebut selama
periode itu.
"Saya tidak tahu jumlah kerugian Pertamina secara tepat. Tapi pada periode
itu ada kerugian sebesar US$ 1,2 juta yang disebabkan oleh valas," ujar
Hartarto, usai bersama dengan Menkeu Bambang Subianto menerima hasil audit
dari PricewaterhouseCoopers (PwC) atas Pertamina, Selasa (13/7)
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/07/140799/Headline/hl01/hl01.html

===Luar Negeri===
Pendemo Iran Diancam Hukuman Mati
----------------------------------------------
TEHERAN - Seorang pejabat tinggi Pemerintah Iran hari Rabu kemarin
memperingatkan, mereka yang berada di belakang aksi-aksi unjuk rasa
mahasiswa di Teheran belakangan ini, bisa diancam hukuman mati.
"Mereka yang terlibat dalam kerusuhan-kerusuhan, penghancuran fasilitas
umum, dan menyerang sistem, akan diadili dan dihukum sebagai moharaeb
(orang yang menentang Allah) dan mofsed (orang yang melakukan korupsi),''
kata Hassan Rowhani, sekretaris Badan Keamanan Nasional Tertinggi Iran
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/15/int1.htm

Lima Pimpinan UMNO Masuk Daftar untuk Dibunuh
----------------------------------------------------------------
KUALA LUMPUR (AFP): Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, dan
setidaknya, lima anggota senior UMNO yang berkuasa masuk dalam daftar
misterius untuk dibunuh, sebuah laporan menyatakan hal itu kemarin.
Ibrahim Ali, Wakil Menteri dalam Departemen Keperdanamenterian, mengatakan
sekitar 10.000 kaset dan brosur telah beredar di seluruh pelosok Malaysia.
Kaset itu meminta rakyat untuk membunuh orang yang namanya masuk dalam
daftar itu, demikian harian The Star melaporkan.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/07/15/INT03.html

===English Section===
Iranian Clerics Strike Back
---------------------------------
Moderate president Khatami was the demonstrators' hero, but realpolitik
forced him to denounce them
President Khatami may have sounded the hard line just in time. A day after
Iran�s moderate president warned that further democracy protests would not
be tolerated, the country�s conservative clerical leadership brought tens
of thousands of their own supporters onto the streets baying for the blood
of the dissidents. The spectacle of Khatami denouncing the students who�d
launched their protest to defend his own reforms from conservative attack
captures the dilemma of a man trying to change Iran�s theocracy from
within. "Khatami is caught between contending forces, and he has to avoid
alienating any of them and show his loyalty to the system while at the same
time trying to change it," says TIME correspondent William Dowell, who
covered the 1979 revolution from Tehran. "He can�t afford to allow the
conservatives to paint him as an enemy of the revolution."
More: http://cgi.pathfinder.com/time/daily/0,2960,28079-101990714,00.html

Senior source: If Syria wants talks, just say so
Prime Minister Ehud Barak and his wife, Nava, leave yesterday for the
United States.
---------------------------------------------------------------------------
---------------------
ISRAEL AIR FORCE ONE (July 15) - If Syria wants negotiations with Israel it
simply has to renew them, a senior member of Prime Minister Ehud Barak's
delegation said last night on route to his meeting with US President Bill
Clinton.
Both the Palestinians and Syrians have provided signs in the last few days
that they want to push ahead with the peace process, the source was quoted
as saying by Israel Radio.
More: http://www.jpost.com/News/Article-0.html
++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke