********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
Wacana Mingguan : 24 Juli 1999
=============================
"Sudah Banyak Makan Asam dan Garam ?"
=====================================
Bacaan: 1 Korintus 4: 6-21
Sering kita mendengar pernyataan bahwa orang tua biasanya sudah banyak
makan asam dan garam yang artinya, karena sudah tua berarti pengalaman
hidupnya sudah banyak dan sudah "teruji" hidupnya. Karenanya, yang muda
harus mengetahui hal itu, sehingga harus banyak belajar dari orang tua.
Di satu sisi hal di atas memang ada benarnya dan baik untuk dilakukan,
bahwa orang muda harus belajar dari orang tua dan orang tua harus memberi
tauladan kepada yang muda. Tetapi menjadi salah besar ketika pengalaman
banyak yang diperoleh para orang tua itu berubah menjadi sesuatu hal yang
disombongkan. Diibaratkan, kalau orang kebanyakan makan garam justru bisa
jadi akan menderita "penyakit darah tinggi". Orang kalau sudah menderita
penyakit darah tinggi biasanya mudah tersinggung (emosional).
Jadi, menjadi tidak tepat kalau pengalaman yang kita peroleh membuat kita
sombong, merasa paling benar, gila hormat dan sebagainya, yang pada
akhirnya kita "MENCURI KEMULIAAN TUHAN".
Belajar dari Rasul Paulus, dalam pelayanannya menempatkan Kristus sebagai
hal yang utama. Sebab, tanpa Kristus hidup tidak ada artinya. Kristus-lah
yang memberi pengharapan hidup kekal untuk selama-lamanya (Anugerah
Keselamatan).
Paulus, menasihatkan jemaat di Korintus agar "jangan melampaui apa yang
tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan
jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. Sebab, siapakah yang
menganggap engkau begitu penting ?........Sebab, menurut pendapatku, Allah
memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti
orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi
tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia,....... .
Di sini Rasul Paulus mengajak kita semua untuk mengikut teladannya untuk
tidak belaku sombong di hadapan sesama, apalagi dihadapan Tuhan. Tuhan
Yesus memberkati kita semua. Amin
(A.S)
H i m b a u a n
---------------
1. Berdoa untuk situasi Indonesia pasca pemilu, khususnya menjelang Sidang
Umum MPR dalam memilih dan
menetapkan kepemimpinan nasional;
2. Berdoa agar Tuhan menetapkan seorang pemipinan nasional yang betul-betul
membawa aspirasi rakyat;
3. Berdoa bagi saudara-saudara kita yang mengalami penekanan, pemfitnahan,
penganiayaan, yang mengalami kelaparan dan penderitaan di seluruh muka bumi
ini, khususnya di Indonesia;
4. Berdoa bagi para hamba Tuhan dan para penginjil dalam memberitakan
berita keselamatan dalam Kristus;
5. Berdoa bagi kesatuan dan kesehatian umat Tuhan di seluruh dunia.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l