'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 24 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Mega: Habibie Bagian Orde Baru
*Tekad Habibie Tuntaskan KKN Soeharto hanya Khayalan
*Dokter masih Larang Presiden Jenguk Soeharto
*22 Partai akan Tolak Tanda Tangani Hasil Pemilu
*Serahkan Rekening Koran Lima Menteri

---Luar Negeri---
* Cara Estrada Membunuh Surat Kabar
* CIA: Awas Irak dan Iran!

---English Section---
*We Say Farewell Caroline's Way
*Anti-Drug Plane Missing in Colombia
++++++++
S E L A M A T   M E M B A C A
................
Mega: Habibie Bagian Orde Baru
''Saya Diam karena Rakyat Tak Buta dan Tuli''
-------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Perang urat saraf antarkandidat presiden, tampaknya, sudah ditabuh.
Mengomentari kans pesaing dekatnya, Presiden B.J. Habibie, Megawati
Soekarnoputri mengatakan bahwa rakyat Indonesia tidak menginginkan Habibie
sebagai presiden.
Dalam artikel yang ditulis untuk harian Jepang Yomiuri Shimbun, putri
proklamator Bung Karno tersebut mengatakan, diary (buku harian) rakyat
mencatat bahwa Habibie adalah bagian masa lalu. Dia adalah bagian Orde
Baru. Padahal, rakyat jelas tidak ingin melangkah kembali seperti era
Soeharto itu.
''Mereka (rakyat) telah mencatat dalam buku hariannya bahwa pemerintahan
Habibie masih tidak mampu membebaskan diri dari kultur korup Orde Baru
serta masih tidak menghormati institusi-institusi kenegaraan,'' kata ketua
umum PDI Perjuangan (PDI-P) itu.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/24jul/de24g2.htm

Tekad Habibie Tuntaskan KKN Soeharto
bisa Jadi hanya Khayalan
* RS Pertamina Diancam Diledakkan
-------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Keyakinan pemerintahan Habibie untuk menuntaskan pemeriksaan kasus KKN
Soeharto sebelum Sidang Umum MPR, barangkali khayalan belaka. Sebab, mantan
presiden itu diperkirakan baru sembuh total tiga bulan mendatang -- kalau
benar kesehatannya makin membaik. Itu berarti Soeharto baru dapat diperiksa
November, yang saat itu sudah terbentuk kabinet baru (pasca-Habibie).
Penegasan bahwa Soeharto baru sembuh total tiga bulan mendatang disampaikan
Kepala Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Sudjono Martoatmodjo,
Jumat (23/7) kemarin. Menurutnya, kesehatan mantan Presiden Soeharto hingga
Jumat kemarin telah mengalami banyak kemajuan, terutama untuk
berkomunikasi, sedangkan kaki dan tangannya sudah bisa digerakkan dengan
normal.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/24/n4.htm

Dokter masih Larang Presiden Jenguk Soeharto
---------------------------------------------------------
JAKARTA -- ''Sampaikan kepada Soeharto bahwa telah dipasang bom dan akan
meledak pada pukul 21.00!'' Suara laki-laki itu muncul dari balik gagang
telepon yang diterima oleh seorang suster RSP Pertamina (RSPP), Jakarta,
bernama Juli, Kamis (22/7) malam lalu. Petugas jaga lantai VI RSPP tempat
Soeharto dirawat itu pun langsung melaporkan kepada atasannya. Jarum jam di
ruangan itu baru menunjukkan pukul 19.30.
Belum lagi Juli selesai melaporkan masuknya telepon gelap itu, kembali
datang telepon dari seorang laki-laki yang diterima suster Erna --juga
petugas di lantai VI. Ancaman kedua menyatakan bahwa pemberitaan adanya bom
itu serius dan bom akan meledak tepat waktu.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/24/19806.htm

22 Partai akan Tolak Tanda Tangani Hasil Pemilu
-----------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Sebanyak 22 dari 48 partai politik (parpol) peserta pemilihan umum (pemilu)
yang duduk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemungkinan tidak akan
menandatangani berita acara dan sertifikat tabulasi hasil penghitungan
suara dengan alasan beragam. Sementara 16 partai dipastikan menandatangani.
Demikian diungkapkan sumber Kompas di KPU, Jumat (23/7). Namun sumber itu
tidak menyebutkan bagaimana sikap ke-10 partai lain, yang juga menjadi
anggota KPU.
Padahal, tanpa tanda tangan 18 partai pada berita acara, pemilu dapat
dianggap tidak sah. Pasal 65 ayat (2) Undang-Undang No 3/1999 tentang
Pemilihan Umum menyebutkan, penetapan keseluruhan hasil penghitungan suara
dituangkan dalam berita acara dan sertifikat tabulasi penghitungan suara
yang ditandatangani sekurang-kurangnya dua pertiga anggota KPU.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/24/UTAMA/par01.htm

Kuasa Hukum Ghalib Temui Komisi I
Serahkan Rekening Koran Lima Menteri
-----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Tim penasihat hukum Jaksa Agung (nonaktif sementara) Letjen AM Ghalib hari
Jumat (23/7) bertemu Komisi I DPR. Mereka menyerahkan salinan rekening
koran atas nama lima orang menteri pada Kabinet Reformasi Pembangunan.
Rekening itu diserahkan kepada Ketua Komisi I DPR Aisyah Aminy. Namun,
mereka tak menyebutkan nama kelima menteri tersebut. Di tempat terpisah,
Menteri Sekretaris Negara/Menteri Kehakiman Muladi menegaskan, sampai saat
ini, Pemerintah belum punya rencana untuk mengembalikan posisi AM Ghalib
sebagai Jaksa Agung. "No. Tak ada rencana untuk mengembalikan Pak Ghalib
pada posisinya sebagai Jaksa Agung. Biarkanlah dia tenang dan menyelesaikan
masalahnya itu. Kalau kasusnya sudah selesai, baru dibicarakan lagi,"
tandas Muladi usai rapat paripurna DPR.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/24/UTAMA/sera01.htm

-------------Luar Negeri-----------------
Cara Estrada Membunuh Surat Kabar
---------------------------------------------
BULAN madu hubungan pers Filipina dengan Presiden Joseph Estrada yang
terkenal popularitasnya di mata rakyat kecil sudah berakhir. Setidaknya,
setelah dua surat kabar terkena semprotannya.
Semula, sesudah era Corazon Aquino dan era Fidel Ramos, hubungan pers
dengan Estrada memang hangat. Pers bebas mengontrol pemerintah. Setahun
sesudah Estrada berkuasa, ada kecenderungan Estrada tidak lagi bersahabat
dengan pers. Sebaliknya pers yang terbiasa dengan kebebasan sesudah
tergulingnya diktator Ferdinand Marcos tahun 1986, terus menempatkan diri
sebagai pengritik utama pemerintah, terutama Estrada.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/24/LN/cara19.htm

CIA: Awas Irak dan Iran!
-------------------------------
Washington, Jumat
Siapa ancaman potensial bagi Amerika Serikat (AS)? Irak dan Iran! Itu
menurut laporan CIA (Central Intelligence Agency/ Badan Intelijen Pusat)
yang paling gres kepada Kongres. Iran, menurut laporan itu hingga kini
terus mengembangkan program senjata kimia, biologi dan nuklirnya, sementara
Irak tetap memiliki kemampuan tempur karena telah membangun kembali
perlengkapan senjata kimianya.
Laporan CIA itu dikutip oleh Barbara Starr dalam tulisannya di ABCNEWS.com,
kemarin. Selain menyebut Irak dan Iran sebagai ancaman bagi AS, komunis
intelijen AS juga diberitakan tetap mengawasi perdagangan senjata
dunia-terutama yang berkait dengan teknologi untuk membuat senjata nuklir,
kimia, dan biologi.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/24/LN/cia20.htm

---English Section------------------
We Say Farewell Caroline's Way
----------------------------------------
John Kennedy Jr.'s private sister makes sure her brother keeps his dignity
in death
Caroline Kennedy following a memorial service for her brother and his wife
In life, John F. Kennedy Jr. was a ready celebrity; if he never sought out
the adoring crowds, he was at ease in them when they came. A major part of
his contribution to the Kennedy legacy was that he wore it so generously,
and so well. In death, he will be more like his sister. Caroline Kennedy
Schlossberg, so close with John their whole lives and certainly closer to
him than anyone still living, has been the dominant voice behind this
Kennedy farewell. John Jr. will go without crowds, without cameras, without
much input from a nation that had no real claim to this president's son
besides an emotional one. A claim that it never staked on Caroline, which
was exactly the way she wanted it.
More: http://cgi.pathfinder.com/time/daily/0,2960,28421-101990723,00.html

Anti-Drug Plane Missing in Colombia
--------------------------------------------
Friday, July 23, 1999; 5:01 p.m. EDT
BOGOTA, Colombia (AP) -- A plane on an anti-narcotics mission in Colombia
is missing with five Americans and two Colombians aboard, the U.S. Embassy
said Friday.
``Contact was lost with their aircraft during a routine flight earlier this
morning,'' said a statement read by embassy spokesman Robert Schmidt.
U.S. and Colombian authorities were coordinating search and rescue
operations for the officials, who were ``engaged in ongoing Colombian-U.S.
government collaboration in counter-narcotics programs,'' Schmidt said.
More:
http://www.washingtonpost.com/wp-srv/inatl/daily/july99/antidrug23.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke