'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Senin, 26 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Istighosah Kubro Simbol Persatuan Partai Politik
*Bentrokan di Ambon, Ratusan Rumah Terbakar
*Gus Dur Ngotot tetap Calonkan Mega
*Manuver Politik:TNI Tak Ingin Terlibat
*Kalsel Tolak Droping PNS Pusat
*Elite Politik telah Menjauhi Rakyat

---Luar Negeri---
* ASEAN Regional Forum: Adu Tarik Urat Leher Tanpa Ujung
* Mahathir Tersandung Baja

---English Section---
*Man murders wife and two children
*China Expands Sect Crackdown

++++++++
S E L A M A T   M E M B A C A
................

Istighosah Kubro Simbol Persatuan Partai Politik
...........................................................................
.....................
Jakarta, Kompas
Istighosah Kubro II di Stadion Utama Senayan Jakarta, Minggu (25/7), yang
mengangkat tema Persatuan dan Persaudaraan, semakin kental nuansanya dengan
kehadiran delapan ketua umum partai politik, serta sejumlah pejabat sipil
dan militer. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi simbol semangat
persatuan untuk lebih mementingkan kepentingan bangsa daripada kepentingan
politik sempit. Mereka yang hadir dalam acara yang dihadiri ratusan ribu
warga nahdliyin ini adalah Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati
Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) Matori Abdul Djalil, Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Hamzah Haz, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien
Rais, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Presiden
Partai Keadilan (PK) Nurmahmudi Ismail, Ketua Umum Partai Keadilan dan
Persatuan (PKP) Edi Sudradjat, serta Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/26/UTAMA/simb01.htm

Bentrokan di Ambon, Ratusan Rumah Terbakar
...........................................................................
.................
AMBON -- Ratusan rumah, toko, dan warung di kawasan desa Poka dan Perumnas,
Kecamatan Baguala, Kodya Ambon, dirusak dan dibakar massa dalam pertikaian
antarwarga di daerah itu, Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIT hingga
kemarin pagi. Selain itu tercatat enam orang mengalami luka-luka terkena
senjata tajam dalam insiden tersebut.
Seperti dilaporkan wartawan Antara dari tempat kerusuhan, ratusan unit
rumah yang dirusak dan dibakar massa itu yakni di RW 02 Desa Poka serta
kawasan pemukiman Perumnas blok 2,4,5 dan 6.
Para korban yang terkena panah serta bacokan parang dan tombak itu telah
dilarikan ke Rumah Sakit Tentara Dr Latumeten. Massa juga merusak dan
membakar dua mobil.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/26/20047.htm

Gus Dur Ngotot tetap Calonkan Mega
.........................................................................
Jakarta (Bali Post) -
Sekali lagi, Deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur menunjukkan
kekukuhannya mendukung pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden.
''Walaupun saya PKB dan dicalonkan poros tengah, saya tetap mendukung
Megawati menjadi capres,'' katanya.
Kali ini, dukungan itu disampaikan Gus Dur di hadapan puluhan ribu warga
Nahdlatul Ulama (NU) se-Jabotabek dalam acara Istighosah Qubro II dan
peringatan Maulid Nabi di Stadion Utama Senayan, Minggu (25/7) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/26/nusa8.htm

TNI Tak Ingin Terlibat Dalam Berbagai Manuver Politik
...........................................................................
.....................................
JAKARTA (Waspada): Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto mengatakan, TNI
sangat hati-hati menempatkan posisinya dan tidak ingin terlibat dalam
berbagai bentuk manuver politik, terutama dalam menghadapi Sidang Umum MPR
mendatang.
''TNI tidak akan terlibat dalam poros-poros seperti itu,'' kata Wiranto
menjawab pertanyaan wartawan ketika diminta tanggapannya apakah TNI akan
terlibat dalam Poros Tengah sebagaimana yang diusulkan Amien Rais, dalam
menghadapi sidang umum MPR mendatang. Jenderal Wiranto berbicara di hadapan
peserta Dialog Nasional Mahasiwa dan Mukernas VII Gema Kosgoro di Jakarta,
Sabtu (24/7).
Dengan tegas jenderal berbintang empat ini mengatakan, keberadaan TNI bukan
menjadi bagian dari masalah, tapi TNI berusaha agar kehadirannya selalu
menjadi bagian dari proses penyelesaian masalah.
Selengkapnya: http://waspada.com/

Kalsel Tolak Droping PNS Pusat
...............................................................
Banjarmasin, JP.-
Gubernur Kalsel Gusti Hasan Aman menegaskan, sementara provinsi yang
dipimpinnya terpaksa menolak rencana pemerintah pusat ngedrop PNS (pegawai
negeri sipil) ke daerah. ''Selain belum tentu sesuai dengan kebutuhan
daerah, kedatangan PNS pusat ke daerah jelas memerlukan biaya banyak.
Setidaknya, kami perlu menyediakan perumahan,'' kata Hasan Aman, setelah
melantik Drs Iskandar Zulkifli sebagai Kakanwil Deparsenibud Kalsel, Sabtu.
Iskandar menggantikan Drs Achmad Dimyati yang kembali ke pusat sebagai
tenaga widyaiswara.
Pertengahan Juli lalu, Deputi Bappenas Bidang Regional dan Daerah Herman
Haeruman memang mengungkapkan, sekitar 50 persen PNS pusat segera dimutasi
ke daerah sekaitan otonomi daerah. Pelaksanaannya dilakukan bertahap dalam
dua tahun.
More: http://www.jawapos.co.id/26jul/nas26jl1.htm

Elite Politik telah Menjauhi Rakyat
.....................................................................
Jakarta (Bali Post) -
Pakar politik-ekonomi AS Prof. Jeffrey A. Winters mengatakan, saat ini
merupakan kondisi yang paling menyedihkan dalam sejarah politik Indonesia,
karena tidak ada pemimpin, termasuk Megawati, yang bertindak efektif untuk
membawa bangsa keluar dari kemelut perubahan politik yang sulit ini.
''Elite politik Indonesia telah menjauhi rakyat, dan selama 24 bulan
terakhir ini, mereka lebih jauh lagi,'' katanya, Sabtu (24/7).
Profesor ilmu politik-ekonomi dari Universitas Northwestern, AS, ini kini
sedang berada di Jakarta untuk suatu urusan akademis. Menurut profesor yang
pernah menjadi tersangka karena mengungkap KKN di Freeport Indonesia itu,
para elite politik kini sibuk melakukan manuver untuk kepentingan sendiri
yang makin mempertajam pertentangan politik.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/26/nusa9.htm

-----------------Luar Negeri----------------------------------------
ASEAN Regional Forum: Adu Tarik Urat Leher Tanpa Ujung
...........................................................................
............................................
ASEAN Regional Forum (ARF) merupakan salah satu dari organisasi
internasional terbesar di dunia di luar PBB, atau kurang lebih setara
dengan Asem (Asia Europe Meeting) dan APEC (Asia Pacific Economic
Cooperation). Wilayah ARF yang dibentuk melalui makan malam menlu ASEAN di
Singapura tahun 1993 itu, Asia-Pasifik yang sangat luas. Sidang di
Singapura saat ini diikuti 22 peserta. Yakni sepuluh negara ASEAN, tiga
negara Asia Timur (Cina, Jepang, dan Korsel), tiga negara Benua Asia
(Rusia, India, dan Mongolia), tiga negara Pasifik (Australia, Selandia
Baru, dan Papua Niugini), dua negara Benua Amerika (AS dan Kanada), serta
sebuah organisasi regional (Uni Eropa).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/26/LN/asea32.htm

Mahathir Tersandung Baja
.....................................................
Kuala Lumpur, Minggu
Bermula dari perusahaan baja milik negara yang merugi 760 juta dollar AS,
kini PM Mahathir Mohamad, menjadi sorotan. Bahkan pemimpin oposisi, Lim Kit
Siang hari Minggu (25/7), menuntut agar orang nomor satu itu menjelaskan
kepada rakyat Malaysia tentang peranannya dalam mengelola perusahaan baja
Perwaja Terengganu Sdn Bhd. yang merugi itu.
Mengapa Mahathir? Semua itu bermula dari pengaduan mantan Deputi PM dan
Menteri Keuangan Anwar Ibrahim, Rabu lalu. Menurut pengaduan Anwar itu,
Mahathir diduga merugikan perusahaan baja tersebut. Karena itu, pihak
oposisi hari Kamis pekan lalu mendesak kepolisian agar memeriksa orang
nomor satu di Malaysia itu.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/26/LN/maah31.htm

-------------------------English Section----------------------
Man murders wife and two children, torches apartment
By HEIDI J. GLEIT
TEL AVIV (July 26) - Amnon Cohen told police yesterday morning that he
murdered his wife and two children the previous night because he suspected
his wife was cheating on him with someone she met over the Internet.
Cohen, 43, told police that he stabbed and strangled his wife, Suzanne
Leah, 39, while she was sleeping in their Tel Aviv apartment, strangled
their children Yair, four, and Yael, two, and then set the apartment on
fire, completely destroying it.
More: http://www.jpost.com/News/Article-1.html

China Expands Sect Crackdown
................................................................
By John Pomfret and Michael Laris; Washington Post Foreign Service
Sunday, July 25, 1999; Page A1.
BEIJING, July 24 - Chinese security services have detained more than 4,000
people in Beijing alone during a massive, nationwide crackdown against a
popular spiritual sect that the government banned last week, Chinese
sources said today.  During the past few days, police have removed members
of the Falun Gong sect from their homes and group meetings and from buses
headed for Beijing. The operation, involving thousands of officers of the
People's Armed Police and other security services, is the largest of its
kind since People's Liberation Army soldiers flooded Beijing in 1989 to
repress student-led protests.
More: http://www.washingtonpost.com/wp-srv/inatl/longterm/china/china.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke