************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** SITUASI TERAKHIR AMBON -------------------------------------- Situasi kota Ambon hingga sekitar pukul 10.00 WIT masih RAWAN. Massa terlihat di jalan-jalan. Kebakaran masih terjadi di daerah pertokoan A. Y. Patty dan sekitarnya. Sementara itu ledakan bom dan bunyi tembakan senjata rakitan terdengar di mana- mana. Kelihatannya tidak ada tindakan yang tegas dari aparat terhadap pelaku pembakaran yang telah berlangsung sejak kemarin. Aparat seolah-olah sebagai "penonton saja", sedangkan terus terjadi penembakan sepihak terhadap pemuda Kristen. Hingga berita ini diturunkan tercatat : Tanggal 27 Juli 1999 ================== 1. Gofry Picauli - tertembak pinggang kanan 2. Ade Manduapessy (daerah Talake) 3. Sammy Selanno (daerah Poka) - tertembak kena mulut 4. Sonny Limaheluw (Poka) 5. Simon Selanno (Poka) 6. Samuel Kainama (Wainitu) 7. Ny. Akywen (Peg. Bank Lippo) - dipotong pada kaki & pantat 8. Nn. Kipuw (Peg. Bank Lippo) - dipotong pada kaki & paha ; keduanya dipotong pada saat terjadi kerusuhan di ktr. Bank Lippo 9. Ny. Ade Matakena - luka 10. Petrus Retanubun - tertembak di kaki 11. Watumlawar - dipukul/dipotong oleh massa Islam 12. Niko Latuny - terbakar 13. Agus Melatunan - meninggal 14. David da Costa - ditembak 15. Jan Rahayaan. Tanggal 28 Juli 1999 ================== Dilaporkan 1 orang meninggal dunia - ditembak dan 6 lainnya luka-luka. Untuk lokasi perumnas Poka dilaporkan, di daerah blok IV sekitar 30 rumah habis terbakar. Kegiatan bakar-membakar dari kedua belah pihak masih terus berlangsung baik di daerah Poka maupun di daerah lainnya. Perlu kami laporkan juga bahwa pada tanggal 27 juli malam, pemuda Kristen berinisitif untuk melakukan serangan balik ke daerah- daerah Muslim ; hal ini mereka lakukan sebagai reaksi atas penyerangan yang dilakukan oleh massa dari Jasirah Leihitu maupun massa Islam yang ada didalam kota Ambon sendiri (terhadap gereja Silo & pertokoan A. Y. Patty), tetapi mereka dapat dibendung oleh aparat yang telah menjaga ketat kantong-kantong Islam. Di sinilah dapat dilihat bahwa sebagian besar aparat dalam melaksanakan tugas pengamanan cenderung memihak, sebab pengamanan yang seperti begini tidak dilakukan pada kantong-kantong Kristen yang menjadi sasaran empuk penyerangan massa Muslim. Gelombang pengungsi (sebagian besar WNI keturunan yang rukonya dibakar habis) masih terus berlangsung khususnya ke gereja dan rumah penduduk pada kawasan yang lebih aman. Sementara itu dilaporkan bahwa UKIM diserang dari arah pantai. Dosen semua sudah keluar tinggal beberapa mahasiswa yang sedang bertahan saat-saat terakhir tapi sangat kewalahan karena belum ada bala bantuan sementara api sudah sangat ganas. Mari kita tetap mendoakan situasi Ambon ini. KONTAK PERSON: Venska dan Davy (Ambon) ======================================== "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
