LAPORAN DARI AMBON
-------------------------------------

Tgl.: 28 Juli 1999
Subject: LAPORAN PERISTIWA AMBON
Sumber : FKKM

 Situasi kota Ambon saat ini masih RAWAN. Massa terlihat di jalan-jalan dan
kebakaran masih
terjadi di daerah pertokoan A. Y. Patty dan sekitarnya. Sementara itu
ledakan bom dan bunyi tembakan senjata rakitan terdengar di
mana-mana.Kelihatannya tidak ada tindakan yang tegas dari aparat terhadap
pelaku pembakaran yang telah berlangsung sejak kemarin. Aparat hanya
menyaksikan saja, sedangkan terhadap pemuda Kristen diberlakukan tembak
ditempat.
Hingga berita ini diturunkan tercatat :

Tanggal 27 Juli 1999
1. Gofry Picauli - tertembak pinggang kanan
2. Ade Manduapessy (daerah Talake)
3. Sammy Selanno (daerah Poka) - tertembak kena mulut
4. Sonny Limaheluw (Poka)
5. Simon Selanno (Poka)
6. Samuel Kainama (Wainitu)
7. Ny. Akywen (Peg. Bank Lippo) - dipotong pada kaki & pantat
8. Nn. Kipuw (Peg. Bank Lippo) - dipotong pada kaki & paha ; keduanya
dipotong pada saat terjadi kerusuhan di ktr. Bank Lippo
9. Ny. Ade Matakena - luka
10. Petrus Retanubun - tertembak di kaki
11. Watumlawar - dipukul/dipotong oleh massa Islam
12. Niko Latuny - terbakar
13. Agus Melatunan - meninggal
14. David da Costa - ditembak
15. Jan Rahayaan

Tanggal 28 Juli 1999
dilaporkan 1 orang meninggal dunia - ditembak dan 6 lainnya luka-luka.
Untuk lokasi perumnas Poka dilaporkan, kegiatan bakar-membakar dari kedua
belah pihak masih terus
berlangsung baik di daerah Poka maupun di daerah lainnya. Di daerah blok IV
sekitar 30 rumah
habis terbakar. Perlu kami laporkan juga bahwa pada tanggal 27 juli malam,
pemuda Kristen
berinisitif untuk melakukan serangan balik ke daerah- daerah Muslim ; hal
ini mereka lakukan sebagai reaksi atas penyerangan yang dilakukan oleh
massa
dari Jasirah Leihitu maupun massa Islam yang ada didalam kota Ambon sendiri
(terhadap gereja Silo & pertokoan A. Y. Patty), tetapi mereka dapat
dibendung oleh aparat yang telah menjaga ketat kantong-kantong Islam. Di
sinilah dapat dilihat bahwa sebagian besar aparat dalam melaksanakan tugas
pengamanan cenderung memihak, sebab pengamanan yang seperti ini tidak
berlaku bagi kantong-kantong Kristen yang menjadi sasaran empuk
penyerangan massa Muslim.
Gelombang pengungsi (sebagian besar WNI keturunan yang rukonya dibakar
habis) masih terus berlangsung khususnya ke gereja dan rumah penduduk pada
kawasan yang lebih aman.  Demikian laporan singkat kami.

---Tgl: 29 Juli 1999---
Sumber : Sekolah Tinggi Theologia Maluku - Kate-Kate
Situasi masih rawan. Kampus STT belum diserang namun para dosen, staff dan
karyawan serta mahasiswa sudah mengungsi ke Halong (pangkalan AL) dan saat
ini tinggal 11 orang mahasiswa bertahan untuk menjaga kampus. Kabar
terakhir bahwa STT beserta kampung disekitarnya akan diserang.

Sumber : GPM Sejahtera - Poka
Perang-perang kecil sudah reda karena marinir sudah datang namun masih
terjadi pembakaran. Di GPM Sejahtera terdapat +/- 33 KK pengungsi. Keadaan
pengungsi kekurangan makanan karena toko-toko dijarah dan dibakar.

Sumber : Ravenska Wagey
berita terakhir saat ini adalah UKIM sementara diserang dari arah pantai.
Dosen semua sudah keluar tinggal beberapa mahasiswa yang sedang bertahan
saat-saat terakhir tapi sangat kewalahan karena belum ada bala bantuan
sementara api sudah sangat ganas.

Sumber : Ravenska Wagey
UKIM mendapat bantuan on time sebelum api menjalar ke dalam kompleks. Tapi
daerah sekitarnya (Talake) kelihatannya banyak yang rusak. Seberapa banyak
rumah atau korban belum dapat dipastikan. kalau ada teman-teman yang tahu
perkembangan terakhir Ambon, please let us know. Terima kasih atas dukungan
doanya dan mohon tetap berdoa bagi saudara-saudara kita di Ambon.

Sumber : FKKM
Situasi kota Ambon hari ini masih TEGANG. Adanya isu tentang penyerangan
besar-besaran terhadap umat Kristen masih beredar. Hal ini menyebabkan
sebagian besar pemuda Kristen khususnya di kota Ambon tetap siap siaga.
Sementara itu di daerah pinggiran kota telah terjadi kerusuhan antara lain
; pagi tadi sekitar pukul 8.00 Wit terjadi penyerangan terhadap desa Waai.
Dilaporkan 2 orang meninggal dunia (identitasnya belum jelas). Diberitakan
sejak tadi malam daerah Ahuru (tempat pemukiman orang Kristen) tepatnya di
Air Besar, diserang oleh massa Islam dari arah belakang kampung Air Kuning.
Diperkirakan massa dalam jumlah yang sangat besar telah dimobilisasi sejak
2 hari lalu dan telah diperlengkapi dengan amunisi. Dilaporkan oleh seorang
saksi mata yang adalah pegawai PU  bahwa IWAN BAKRI (teman sejawatnya)
terlihat mengendarai truk kayu berisikan amunisi. Sejak kemarin sore
terjadi penyerangan dari massa Hitu, Mamala dan daerah sekitarnya yang
bergabung kemudian melakukan 'long march' menuju jantung kota, akan tetapi
mereka tertahan di desa Nania oleh aparat. Massa ini kemudian menghancurkan
rumah-rumah penduduk korban kerusuhan yang baru dibangun oleh pemerintah
termasuk di dalamnya gedung gereja maupun pastori. Massa ini kemudian
diangkut oleh Aparat MARINIR untuk kembali ke desa asal mereka (jam 10.00
malam). Namun sebagian masih tetap bersikeras untuk bertahan sampai berita
ini diturunkan. Perlu kami informasikan bahwa pasukan MARINIR ini tiba di
Ambon kemarin siang. Dilaporkan juga, telah terjadi penembakan di gereja
Silo tadi malam dan menyebabkan jatuhnya 2 korban ; 1 dikabarkan meninggal
dengan tembakan di mulut dan seorang lagi dalam keadaan kritis. Aksi
pelemparan terhadap gereja Silo masih terus berlangsung.
Sementara itu kebakaran masih terus terjadi di pertokoan A. Y. Patty telah
merambat hingga ke samping Puskud Ambon.

Berikut ini adalah informasi yang kami terima via telepon,
tgl : 27 Juli 1999        jam : 17.00 wit        tempat : Taman Makmur
Telah terjadi pembakaran gedung gereja GBIS oleh warga Muslim yang dipimpin
oleh  " HAJI DULLAH SANMAS " bersama dengan aparat yang membawa mereka
masuk, kemudian membomnya

Himbauan:
1. Terus berdoa bagi ketenangan suasana di Ambon dan Maluku
2. Mengumpulkan bantuan bahan makanan dan pakaian bagi warga di Ambon
3. Mewaspadai perubahan "suasana" di sekitar anda. Bila mendengar isu atau
melihat "hal-hal" yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang
atau ke gereja atau ke pihak yang dianggap bisa membantu.
+++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke