******************** Detikcom, 30 Juli 1999 """""""""""""""""""""""" Soal Tuduhan Mega Arogan --- Hikam: Amien Rais Bodoh! --------------------------------------------------------------------- (Reporter Djoko Tjiptono) Amien Rais menilai pidato politik Mega arogan. Hal itu dikatakan Amien ketika berada di Solo, Kamis malam (29/07/1999). Arogansi Mega itu terlihat dari desakan Mega agar Habibie turun padahal proses pemilu belum selesai dan SU MPR masih lama. Pidato itu juga dinilai Amien mengambang dan tidak ada sesuatu yang baru. Misalnya soal pengadilan pada Soeharto, dwifungsi ABRI dan amandemen UUD 45. Pengamat politik LIPI, AS Hikam, menilai pendapat Amien Rais itu pendapat yang bodoh. "Kalau Amien Rais mengeluarkan pendapat itu, Amien Rais bodoh. Tulis itu. Amien Rais harus malu," komentar Hikam. Mengapa Hikam mengatakan hal itu? Dan apa pula pendapatnya tentang isi pidato Mega? Adakah pengaruhnya pada Golkar? Inilah petikan wawancara detikcom dengan Hikam di Widyagraha LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jum'at (30/07/1999): [Komentar Anda soal pidato Mega?] Pidato itu sangat baik. Mega sudah berhasil membungkam segala tuduhan dan hujatan yang ditujukan kepada dirinya. Dan Mega juga menunjukkan sikap bahwa dirinya masih terbuka untuk melakukan koalisi. [Amien mengatakan pidato Mega itu arogan?] Itu bukan arogan. Itu hanyalah keinginan Mega untuk mengatakan bahwa Habibie jangan sampai melakukan hal yang lebih fatal sampai batas akhir waktu pemerintahan transisi menuju pemerintahan yang legitimate. Hal itu sah-sah saja. Kalau Amien Rais mengeluarkan pendapat itu, Amien Rais bodoh. Tulis itu. Amien Rais harus malu. [Pendapat Mega soal TNI?] Sikap Mega pada TNI sangat tegas. Itu sesuai dengan deklarasi Ciganjur yang ingin mencabut dwifungsi ABRI. Hal itu perlu ditaati oleh para deklarator. Hal itu sekaligus membatah pendapat orang yang meragukan sikap Megawati terhadap militer. [Pendapat Mega tentang Aceh?] Sudah saatnya elit Aceh untuk memperhatikan solusi yang ditawarkan Megawati. Sehingga tidak menimbulkan kekerasan lainnya. Sebagai pidato awal, kita tidak mungkin mengharapkan yang detail. Tapi setidaknya, dia telah menunjukkan visinya yang jelas. Jika ada kritikan dari lawan politinya, itu hanyalah sebatas level puas dan tidak puas. Kita tidak perlu mendengarkan ucapan nyinyir seperti itu. [Pendapat Mega soal Soeharto?] Lewat pidato itu, sikap lunak pada Soeharto terbantahkan. Sebab Mega akan tetap menuntut Soeharto sesuai jalur hukum. [Apa pidato Mega ada pengaruhnya pada Golkar?] Pidato Mega membuat Golkar sangat grogi. Hal itu terlihat dari tanggapan orang-orang Golkar. Jika Golkar ingin mendekati PDI Perjuangan, ada satu hal yang tidak bisa dikompromikan, yaitu siapa yang akan menjadi presiden. Karena keduanya sama-sama ngotot. Jika pendekatan itu dilakukan pada PDI Perjuangan, bisa menimbulkan perpecahan di tubuh Golkar. [Mega tidak mengenal kata "berandai-andai". Bagaimana reaksi pendukungnya bila Mega tidak terpilih jadi presiden?] Pernyataan itu adalah untuk menggalang kesepakatan bersama di dalam tubuh PDI Perjuangan bahwa PDI Perjuangan hanya mempunyai satu calon, yaitu Megawati. Tidak ada kompromi. Kita jangan mengikuti pesimisme orang yang underestimate terhadap Megawati. [Apa massa Mega tidak akan panas?] Selama massa konsisten terhadap Mega, tidak akan terjadi chaos. Dan pidato itu sendiri tidak menciptakan suasana panas.*** "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
