************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** --------------------- Artikel Eskol-Net: --------------------- Pidato Politik Megawati: Urgensitas Moral Pemimpin (2/ habis) ******************************** (Oleh: Augustinus Simanjuntak) Untuk memberantas berbagai kebobrokan sistem pemerintahan ORBA haruslah dimulai dari atas. Seperti diibaratkan oleh Prof. Dr. J.E. Sahetapy, S.H, bahwa ikan membusuk dimulai dari kepalanya, bukan dari ekornya. Oleh karena itu, agar tidak membusuk ikan itu harus digarami mulai dari kepalanya terlebih dahulu, baru bagian badan dan ekornya. Pengusutan terhadap KKN pejabat dan mantan pejabat ORBA tidak mungkin bisa tuntas selama rezim yang sekarang belum diganti mengingat keterkaitannya dengan rezim ORBA. Oleh karena itu, diperlukan seorang pemimpin baru yang diharapkan bisa mengawali kepemimpinannya dengan menggulirkan "bola salju" moral dan kejujuran. Seperti dikatakan Mega, kepemimpinan ORBA harus segera digantikan. Maksud pergantian rezim ini tidak lain agar sistem yang ada tidak semakin parah . Jika tampuk kepemimpinan telah digantikan oleh seorang pemimpin yang bermoral tinggi serta dicintai rakyatnya, maka walaupun pada awalnya sebagian masyarakat sudah terlanjur mengikuti kebobrokan rezim ORBA, maka paling tidak dengan kekuasaan yang baru itu pihak-pihak yang berjiwa jahat tidak akan dibiarkan untuk mempraktekkan kejahatannya dengan leluasa. Demikian juga warga yang baik tidak akan terdorong untuk melakukan suatu kejahatan, seperti KKN. Di dalam menjalankan tugas dan wewenangnya seorang pemimpin tidak hanya berurusan dengan hal-hal yang bersifat politis, teknis-struktural maupun teknis-yuridis, melainkan juga mempunyai implikasi moral. Pemimpin harus menghindari proses dehumanisasi dalam praktek birokrasi. Dengan demikian, diperlukan upaya yang konsisten dari pemimpin baru bangsa ini, siapa pun yang terpilih nanti di SU MPR. Ia harus mempunyai komitmen moral yang tinggi untuk terus-menerus mengusahakan perbaikan dan pembaharuan sistem, menanamkan kesadaran moral yang tinggi secara individual maupun kelompok kepada sebanyak mungkin rakyat. Pola "bola salju" harus terjadi ke arah kebaikan, sehingga nilai-nilai kebaikan dan kejujuran semakin meluas di masyarakat. Sebagai pemimpin yang menentukan berfungsinya suatu sistem secara optimal dan benar maka ada empat rambu yang perlu diperhatikan dan ditaati Presiden mendatang. Pertama, dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya manusia senantiasa diberlakukan sebagaimana halnya hakekat manusia yang memiliki harkat dan keluhuran (dignity). Keluhuran manusia pada setiap orang, baik yang kaya maupun yang miskin, harus dihormati. Kedua, memperlakukan setiap warganya secara adil, tanpa diskriminasi dan memberikan kepada masing-masing bagiannya. Ketiga, dalam mengeluarkan kebijakan pemimpin perlu memperhatikan asas kepatutan (equity) untuk mencegah kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kekuasaan. Keempat, sikap jujur para pemimpin dalam membangun bangsa dan menjauhi perbuatan-perbuatan curang dalam menjalankan roda pemerintahan. Upaya selanjutnya yang perlu dilakukan ialah, memperbaiki sistem pemerintahan sejalan dengan reformasi kepemimpinan dari yang korup kepada kepemimpinan yang jauh lebih baik itu. Sebab, di era reformasi ini penguasa Orde Baru dianggap telah gagal dalam memanfaatkan dan mengembangkan sistem, yang sejak berdirinya negara sudah diatur dalam konstitusi. Bahkan rezim lama dianggap telah cenderung merusak sistem tersebut dengan cara penyalahgunaan kekuasaan. Menciptakan suatu aparatur pemerintahan yang bersih dan berwibawa perlu didukung oleh sistem yang bagus. Bila sistem yang bobrok terus dibiarkan bisa dipastikan akan kembali memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat yang jahat untuk melakukan penyelewengan. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu sistem sistem pemerintahan yang mampu menekan penyelewengan seminimal mungkin dan sistem yang mampu untuk mengambil tindakan tegas kepada penyelewengan sekecil apa pun serta mengutamakan supremasi hukum. ============ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
