**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

---------------------
Artikel Eskol-Net:
---------------------

"Heboh Pornografi: Mengapa Gereja Diam ?"
  Oleh: Augustinus Simanjuntak

Beberapa hari terakhir ini berita tentang pornografi menghiasi media massa
di Tanah Air.  Berawal dari pemanggilan seorang artis terkenal, Sopia
Latjuba, oleh pihak Kepolisian menyangkut foto pribadinya di sebuah majalah
Ibu kota, karena dinilai penampilan Sopia sudah lewat batas norma agama dan
masyarakat.  Setelah itu, diungkapkan pula berbagai bentuk pornografi di
berbagai media cetak.  Bahkan 5 Pemimpin Redaksi majalah (Matra, Popular,
Liberty, Obyektif) menjadi tersangka pornografi. Disamping itu, Polri juga
mengadakan penyelidikan terhadap Majalah Harmonis, Desah, Tangisan Hati,
Kiss serta tabloid Gado-Gado, Mark, Toentas, Protes, dan Prodemokrasi.

Reaksi keras muncul dari masyarakat, khususnya kaum Muslimin.  Mereka
menganggap telah terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap kaum perempuan.
Pornografi ini juga dipastikan akan merusak generasi muda bangsa tanpa
memandang latar belakang apa pun.
Berbagai demostrasi muncul menyikapi merebaknya pornografi ini.  Meresponi
keluhan masyarakat ini, Polri mulai melakukan razia terhadap majalah maupun
VCD.  Di Surabaya misalnya, ribuan VCD disita oleh aparat Kepolisian
(Surya, 7/7/99).

Yang menjadi pertanyaan bagi kita ialah, bagaimana sikap gereja, baik
secara individu maupun lembaga dalam menanggapi kasus pornografi ini.
Sepintas tampak, bahwa gereja belum bersikap sama sekali, atau walaupun mau
bersikap namun kemungkinan selalu terlambat. Padahal masalah pornografi
sudah melanda Tanah Air dalam kurun waktu yang cukup lama.  Fenomena yang
tampak, seolah-olah hanya pihak Muslim yang berkepentingan dalam hal
pencegahan bahaya pornografi ini.  Betulkah gereja tidak berkepentingan
sama sekali ?.  Tentu tidak demikian. Gereja pasti mempunyai kepentingan
terhadap pencegahan bahaya pornografi.  Gereja memiliki remaja atau pemuda,
yang mungkin sudah banyak "tergoda" oleh gambar-gambar porno/VCD porno.
Akibatnya ialah perbuatan dosa (kejatuhan), bisa jadi bukan sekedar dosa
pikiran tetapi bisa juga sudah mencapai dosa perbuatan (dosa itu
nyata-nyata dilakukan), walaupun esensinya sama saja, yaitu DOSA.
Kitab Matius 5: 27-28 dinyatakan:
"........ Jangan berzinah. Tetapi Aku (Yesus) berkata kepadamu: Setiap
orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan
dia di dalam hatinya".

Secara ekstrim, akibat dosa ialah maut (kematian kekal), yaitu bagi mereka
yang tidak mau mengakui dosanya di hadapan Tuhan dan tidak mau menerima
Yesus Kristus sebagai Juru Selamat hidupnya, Tuhan yang melepaskan kita
dari dosa. Baginya tidak ada pengharapan selama ia belum bertobat dan
menerima Kristus dalam hidupnya. Kondisi ini ia belum mendapat pembenaran
oleh Kristus.

Bagaimana akibat dosa bagi orang yang sudah percaya Kristus ?. Dalam
konteks manusia yang sudah beriman kepada Yesus (orang-orang kudus) memang
tidak langsung bisa hidup suci, tetapi butuh proses untuk semakin sempurna
di hadapan Tuhan.  Dalam proses inilah manusia tebusanNya itu sering
berbuat
kebodohan. Orang Kristen sering jatuh karena ulahnya sendiri yang tidak
menghiraukan Firman Tuhan (karena ketidaktaatan).

Raja Daud merupakan raja yang dikasihi Tuhan. Daud pernah diperhadapkan
pada cobaan (berkaitan dengan ZINAH), ketika ia melihat istri Uria ia
tertarik akan kecantikannya. Ternyata Daud lebih menuruti keinginan
dagingnya, dengan mengambil istri Uria (Batsyeba) secara licik, yakni
dengan menempatkan Uria di barisan terdepan dalam berperang hingga Uria
meninggal. Dampaknya terhadap pribadi Daud jelas diungkapkan dalam
"Pengakuan Dosa Daud" di kitab Mazmur, antara lain; merasa berdosa, tidak
ada lagi kegirangan dalam hatinya, tidak mampu lagi memberitakan kebenaran,
ia merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Disusul kemudian kematian anaknya
dari Batsyeda, dan masih banyak lagi dampak buruk yang diterima oleh Daud
sebagai akibat DOSA ZINAH yang ia perbuat.

Di dalam Kitab Amsal sebenarnya banyak diuraikan mengenai dosa perzinahan
ini.  Berikut ini kutipan beberapa Ayat Kitab Amsal yang menurut penulis
penting:

Amsal 5: 3-5 : "Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan
langit-langit mulutnya lebih licin daripada minyak, tetapi kemudian ia
pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. Kakinya turun
menuju maut, LANGKAHNYA MENUJU DUNIA ORANG MATI...."

Amsal 5: 8  : "Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan jangan menghampiri
pintu rumahnya."
Amsal 5: 11 : "(jika melakukannya). . . . pada akhirnya engkau akan
mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa."

Kemudian pada Amsal 6: 32-33:
"Siapa melakukan zinah tidak berakan budi; orang yang berbuat demikian
merusak diri. Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan."

Demikianlah kutipan Firman Tuhan mengenai perzinahan. Kaitannya dengan
pornografi, tentu para remaja gereja harus dihindarkan dari godaan/cobaan
(yang kemungkinan tidak terelakkannya karena keimanan yang belum kuat).
Janganlah gereja menempatkan remajanya pada situasi yang cobaannya berat,
yang bisa membuat dia jatuh ke dalam dosa perzinahan (merusak pikirannya).
Dalam hal ini, termasuk di dalamnya produk gambar-gambar porno atau
tontonan berbau porno.

Rasul Petrus pernah mengingatkan jemaat Tuhan di Pontus dan Galatia
mengenai bagaimana seharusnya kehidupan anak-anak terang. 1 Petrus 1: 14 -
16:
"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang
menguasai kamu di waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di
dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil
kamu, sebab ada tertulis:
Kuduslah kamu, sebab Aku (Allah) kudus".

Dari uraian di atas, tampak dengan jelas bahwa gereja sangat berkepentingan
di dalam pemberantasan segala bentuk pornografi.  Semoga kasus pornografi
yang mencuat akhir-akhir menjadi "cambuk" bagi gereja untuk ikut aktif
dalam menyuarakan suara kebenaran di masa-masa yang akan datang, termasuk
menyatakan bahwa pornografi itu tidak benar.

Dengan berperannya gereja dalam memberantas bentuk pornografi (yang
dikategorikan dapat merusak generasi muda) diharapkan tuduhan bahwa
seolah-olah Kekristenan membenarkan bentuk pornografi tidak akan terjadi.
Sebab, pornografi banyak berkembang di Barat (seperti Amerika) yang
seringkali diidentikkan dengan Kekristenan.
Oleh karena itu, marilah kita menyaksikan kebenaran itu di dalam kehidupan
bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini.  Kiranya Tuhan Yesus
memampukan kita.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke