'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 28 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Megawati Serukan Perjuangan Antikekerasan
*Partai Gurem Tolak Tandatangani Hasil Pemilu
Cara Terakhir Berkelit Dari Kegagalan?
*Bentrokan Massa di Ambon, 11 Tewas
*Gus Dur Ingin Urus yang Kalah
*Saksi Tragedi Beutong Ateuh: Mereka Dibantai Tanpa Perlawanan

---Internasional---
*AS, Jepang dan Korsel Ancam Korut

---English Section---
*Heat Wave Claims at Least 30 Lives
*Scientists Say There are Doomsday Asteroids Out There
++++++++++++

Megawati Serukan Perjuangan Antikekerasan
-------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerukan kepada
pengikutnya agar melanjutkan perjuangan dengan prinsip antikekerasan. Ia
mengajak warga PDI Perjuangan menyatukan langkah dan bergandengan tangan,
bukan saja dengan sesama warga partai itu, tetapi juga dengan seluruh
rakyat yang menginginkan perubahan. "Saya tahu warga PDI Perjuangan dengan
penuh semangat tetapi penuh kesabaran terus menunggu-nunggu. Sidang Umum
MPR masih merupakan tarikan napas panjang aspirasi rakyat. Saya katakan
dengan tawakal dan dengan keyakinan, Insya Allah, fajar di timur akan
menyingsing," kata Megawati di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/7),
dalam pidato peringatan peristiwa berdarah penyerbuan Kantor DPP PDI Jalan
Diponegoro, Jakarta Pusat, tiga tahun lalu.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/28/UTAMA/mega01.htm

Partai Gurem Tolak Tandatangani Hasil Pemilu
Cara Terakhir Berkelit Dari Kegagalan?
------------------------------------------------
JAKARTA - Kekhawatiran bahwa sejumlah partai gurem (mendapatkan suara
sedikit), bakal menolak menandatangani berita acara hasil Pemilu 1999 di
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi kenyataan. Sebanyak 27 partai, minus
Partai Umat Islam (PUI) yang tidak menempatkan wakilnya menggantikan Harun
Alrasid yang mundur, hari Senin (26/7) menyatakan tidak bersedia
menandatangani.
Dengan demikian persyaratan agar berita acara ditandatangani 2/3 anggota
KPU tidak terpenuhi, termasuk yang tidak tanda tangan adalah Ketua KPU
Rudini dari Partai MKGR.
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/07/270799/Headline/hl06/hl06.html

Bentrokan Massa di Ambon, 11 Tewas
--------------------------------------------
Ambon, Kompas
Sedikitnya 11 warga sipil tewas dan satu hilang dalam bentrokan
antarkelompok masyarakat di Kota Ambon, Selasa (27/7). Selain itu, 45 orang
lagi, termasuk empat aparat, luka-luka dan dirawat di enam rumah sakit.
Massa juga merusak dan membakar ratusan bangunan dan tiga kendaraan.
Kota Ambon yang sudah hancur menyusul kerusuhan 19 Januari lalu, kemarin,
makin luluh lantak. Suasana kota mencekam. Anak-anak dan wanita lari
kocar-kacir. Bunyi letusan bom bersahutan dengan bunyi tembakan peringatan
aparat yang dilepaskan berkali-kali.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/28/UTAMA/bent01.htm

Gus Dur Ingin Urus yang Kalah
-----------------------------------
DILI - Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, dirinya
tidak berkeinginan menjadi mediator penyelesaian masalah Timtim, tetapi
dengan acuan moral ingin mengurusi pihak yang kalah dalam proses jajak
pendapat di Timtim.
"Biarlah saya yang mengurus pihak yang kalah, agar mereka bersedia menerima
kekalahan dengan baik," katanya menjawab pertanyaan wartawan di Bandara
Komoro, Dili, Selasa, sehubungan dengan kunjungannya di Dili selama dua
hari sejak Senin (26/7) lalu.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/28/nas8.htm

Saksi Tragedi Beutong Ateuh:
Mereka Dibantai Tanpa Perlawanan
-------------------------------------------
BANDA ACEH (Waspada): Peristiwa dibalik kematian Tgk. Bantaqiah dan 30
pengikutnya terkuak setelah saksi mata membeberkan peristiwa yang
digambarkan sebagai pembantaian massal oleh pasukan "siluman" Bataliyon 328
Kostrad di bawah kendali operasi (BKO) Korem 011/Lilawangsa.
Tapi Danrem 011/LW Kol Inf Syafnil Armen kepada BBC London membantah bahwa
pasukan yang menembaki Bantaqiah berikut pengikutnya dari Kostrad yang
didatangkan dari Jakarta.
"Setahu saya tidak ada pasukan Kostrad yang dikirim ke Aceh," kata Danrem
011/Lilawangsa, seperti disiarkan BBC London Senin (26/7) malam. Dan, kata
dia, pasukan yang dilibatkan dari Korem 011/LW dan Korem 012/Teuku Umar
Selengkapnya: http://waspada.com/072799/headline/headline.htm

---Internasional---
AS, Jepang dan Korsel Ancam Korut
---------------------------------------------
SINGAPURA - AS, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) Selasa kemarin
melontarkan peringatan keras terhadap Korea Utara (Korut). Mereka menentang
uji coba rudal Korut di masa mendatang dan bertekad menjatuhkan hukuman
berat jika Pyongyang tetap melanjutkan percobaan tersebut.

Namun Menlu AS Madeleine Albright, Menlu Korsel Hong Soon-Young dan Menlu
Jepang Masahiko Komura juga mendesak Pyongyang agar memanfaatkan kesempatan
untuk mengakhiri keterpencilan Korut di dunia internasional.
"Kami menegaskan adanya lagi peluncuran rudal jarak jauh, apakah itu
dinyatakan sebagai uji coba rudal atau upaya menempatkan satelit ke orbit,
akan sangat mengguncang kestabilan dan menimbulkan konsekuensi teramat
serius atas upaya kami untuk membangun hubungan yang lebih baik,'' kata
Albright.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/28/int2.htm

---English Section---
Heat Wave Claims at Least 30 Lives
------------------------------------------
By EMILY YELLIN
EMPHIS -- The heat wave hitting the middle and eastern part of the country
let up in some parts Tuesday but only after claiming more than 30 lives,
and forecasters say the relief is only temporary.
Urban areas are bearing the brunt of the death toll. Seven heat-related
deaths have been reported in Missouri, all in St. Louis, since the heat
wave began last week. Officials reported 10 heat-related deaths in
Cincinnati, 12 in Chicago, at least 3 in other parts of Illinois and 2 in
North Carolina.
More: http://www.nytimes.com/yr/mo/day/late/nyt-heat-wave.html

Collision Course with Earth?
Scientists Say There are Doomsday Asteroids Out There
--------------------------------------------------------------------
I T H A C A, N.J., July 27 - The good news: there are fewer potential
"doomsday" asteroids than previously believed that could cause an earthly
catastrophe if they struck the planet, scientists said today.
     The bad news? A big one could smack into Earth in the coming century,
they said.
     There may be 500 to 1,000 big asteroids and other near-Earth objects
(NEOs) that pose a threat to civilisation, David Rabinowitz of the Jet
Propulsion Laboratory said at a news conference at Cornell University. That
is less than the old estimate of 1,000 to 2,000 potentially deadly NEOs.
More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/asteroid990727.html
+++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke