POKA RUSUH, AMBON TEGANG

Kerusuhan yang terjadi di Desa Poka dan Kelurahan Tihu pecah lagi yang
mengakibatkan kondisi Kota Ambon menjadi tegang oleh karena terbakarnya
puluhan rumah warga Kristen maupun warga Islam di Perum Perumnas Poka dan
sekitarnya.
Hal ini diakibatkan oleh karena terjadinya konsentrasi massa pada kedua
belah pihak yang dimulai dari aksi pelemparan batu hingga terjadinya
pembakaran rumah-rumah penduduk.

Dari hasil investigasi sementara di lokasi kerusuhan diketahui bahwa
pada hari Sabtu, 24 Juli 1999 terjadi pelemparan oleh massa Islam yang
berada di sekitar mesjid Perumnas ke arah rumah-rumah warga Kristen di
Blok IV dan V Perum Perumnas Poka Ambon. Menurut keterangan saksi mata
JOHNY SOEGIJONO dan PAULUS SAHUPALA yang ditemui di lokasi kerusuhan,
beberapa hari sebelumnya telah terjadi konsentrasi massa yang terpusat di
sekitar mesjid, namun warga setempat tidak menghiraukannya. Pada
kira-kira jam 01.00 WIT beberapa orang dari massa Islam berkeliling di
rumah-rumah warga Kristen di Blok IV dan melakukan pelemparan dengan
bom rakitan di samping rumah Kel. PIRIS dan melakukan pelemparan terhadap
beberapa rumah warga Kristen.

Hal ini mengakibatkan warga yang sementara beristirahat menjadi panik
dan terjadi aksi pelemparan dengan batu antara massa Islam dan Kristen
di Blok IV dan V Perumnas Poka. Menurut keterangan saksi, pada waktu
telah terjadi aksi pelemparan batu terdengar teriakan "ALLAHU AKBAR"
dari mesjid di Blok VI dan massa Islam yang berkumpul di tempat tersebut
tidak mereka kenal. Aksi pelemparan ini dapat dihentikan setelah
aparat keamanan dari DEN ZIPUR V datang ke lokasi peristiwa dan keadaan
dapat dikendalikan oleh aparat keamanan.

Kira-kira pada pukul 15.00 WIT melalui aparat keamanan dilaksanakan
pertemuan bersama antara Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pemuda
kedua belah pihak di Blok IV, V dan VI dan dicapai kesepakatan untuk
tidak lagi saling menyerang. Dari jumlah pemuda yang menghadiri acara
tersebut sebagian besar adalah pemuda Kristen sedangkan pemuda Islam
hanya beberapa orang saja. Menurut keterangan saksi mata JOHNY
SOEGIJONO pada hari Jumat, 23 Juli 1999 terlihat MOHAMMAD NUR WENNO
di rumah salah satu warga Islam di depan mesjid pada sore hari dan
pada hari Sabtu, 24 Juli 1999 setelah selesai pertemuan bersama yang
bersangkutan sementara berpelukan dengan seorang haji pemilik Toko ANAS
di blok II Perumnas Poka.

Namun penyerangan dengan pelemparan batu terjadi lagi yang dilakukan
oleh massa Islam terhadap beberapa rumah warga Kristen yang berada di
Blok IV pada pukul 21.30 WIT. Beberapa pemuda Kristen yang sementara
duduk pada pos penjagaan melakukan pembalasan hingga terjadi lagi aksi
pelemparan batu. Bersamaan dengan itu di Desa Poka juga terjadi
penyerangan oleh massa Islam hingga terjadi aksi pelemparan dengan
batu yang dimulai dengan teriakan "ALLAHU AKBAR" dari mesjid di Desa
Poka (pantai).

Penyerangan pun terjadi antara kedua belah pihak baik di Blok IV, V,
dan VI Perum Perumnas Poka maupun di Desa Poka pantai. Pada pukul
21.35 WIT terdengar bunyi ledakan bom di lokasi rusuh yang dilempar
oleh seorang pemuda Kristen kemudian aksi pelemparan batu terjadi
semakin ramai. Aparat keamanan dari kesatuan DEN ZIPUR V yang berada
di sekitar lokasi kejadian tidak dapat menghalau dan menenangkan
massa yang sementara bergejolak. Keberpihakan aparat keamanan terhadap
pihak-pihak yang bertikai terlihat pada saat melakukan tembakan
peringatan (oleh karena berada di depan massa Islam) ke arah massa
Kristen, massa Islam pun mulai maju menyerang dan melakukan pelemparan
terhadap rumah-rumah warga Kristen. Hal inipun mengakibatkan aparat
keamanan yang beragama Kristen berada bersama massa Kristen dan
mengakibatkan keberpihakan aparat keamanan kepada masing-masing pihak
yang bertikai.

Aksi penyerangan antara kedua kubu ini dengan terjadi kebakaran terhadap
beberapa rumah warga Islam di Desa Poka pada pukul 21.40 WIT yang
dilakukan oleh massa Kristen mengakibatkan suasana di lokasi tersebut
menjadi tegang baik di Perum Perumnas Poka maupun di Desa Poka pantai.

Aparat keamanan mulai bertambah dari kesatuan KORPS BRIMOB Kendari
bersama KAPOLRES Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dan DANDIM 1504
PATTIMURA tiba di lokasi kejadian dan massa dapat ditenangkan dan
suara teriakan dari mesjid dihentikan. Sementara pada pukul 22.30
WIT terlihat oleh massa Kristen di gereja Sejahtera ada iring-iringan
massa dengan menggunakan obor di gunung. Hal ini mengakibatkan para
wanita dan anak-anak menjadi ketakutan hingga terjadi proses evakuasi
besar-besaran ke Desa Rumah Tiga. Beberapa warga setelah melihat
peristiwa tersebut segera melaporkan kepada aparat keamanan untuk
dilakukan pencegahan. Menurut keterangan warga (tidak dapat
diidentifikasi) bahwa iring-iringan obor tersebut adalah massa
dari Desa Hitu.

Kebakaran rumah mulai terjadi lagi di blok IV dan V yang dilakukan
oleh massa Islam terhadap rumah-rumah warga Kristen karena rumah
tersebut telah dikosongkan pada pukul 23.15 WIT dimana aparat
keamanan yang berada di lokasi tersebut hanya berdiri menyaksikan
dan sebagian lagi hanya berdiri membuat barikade di antara massa
Kristen maupun di depan Gereja Sejahtera. Menurut keterangan saksi
yang sementara berada di dalam rumah di Blok IV pada saat terjadi
pembakaran rumah oleh massa juga terlihat aparat keamanan dari
kesatuan KORPS BRIMOB Kendari ikut terlibat melakukan pembakaran.
Konsentrasi massa Islam mulai terjadi di sekitar mesjid di kompleks
BTN Poka dan melakukan penyerangan pada pukul 23.23 WIT namun
aparat keamanan dapat menghalau. Mobil pemadam kebakaran datang ke
lokasi untuk memadamkan api dan setelah itu tiba juga di lokasi
kejadian PANGDAM XVI PATTIMURA dengan bantuan aparat keamanan.

Pada pukul 23.38 WIT terdengar lagi teriakan "ALLAHU AKBAR" dari
mesjid di Perum Perumnas Poka dan mulai membakar beberapa rumah
warga Kristen di Blok IV dan V. Menurut keterangan saksi mata
JOHNY SOEGIJONO pada saat terjadi pembakaran rumah-rumah terdengar
teriakan sambutan dari massa Islam di mesjid "mari datang e basudara
dari Hitu" (diIndonesiakan : mari datang saudara dari Hitu). Aparat
keamanan tidak melarang dan menghalau massa malah membiarkan dan
menyaksikan peristiwa tersebut. Beberapa saat kemudain aparat
keamanan mulai melakukan penyitaan terhadap alat-alat tajam dan massa
diminta untuk bersikap tenang. Ketegangan semakin terjadi saat
rumah-rumah warga Kristen mulai dibakar oleh karena massa Islam dengan
bebas berjalan melewati aparat keamanan. Massa Kristen hanya dapat
melihat dan bertahan di Gereja Sejahtera.

Kondisi ini berjalan hingga pada hari Minggu pukul 06.00 WIT dimana
terjadi lagi penyerangan dan saling melempar. Pembakaran terus
terjadi hingga pada pukul 08.00 WIT rumah-rumah di kompleks Angkatan
Laut mulai dibakar oleh massa Islam dan dalam kondisi ini pun aparat
keamanan tidak mencegah. Massa Islam terus berjalan mondar-mandir
dengan menggunakan alat-alat tajam dan aparat keamanan membiarkan saja.
Tindakan pembakaran tersebut dibalas oleh warga Kristen dengan
membakar 5 (lima) buah rumah Dosen Universitas Pattimura yang
beragama Islam yang berada di sekitar kompleks Universitas Pattimura,
demikian juga dengan beberapa rumah dan kios warga Islam yang berada
di sekitar Desa dan dermaga penyeberangan (Ferry) Poka.

Pada pukul 08.25 WIT terlihat sebuah mobil yang mengangkut beberapa
orang massa Islam mulai menuju ke Toko Anas dengan berpakaian putih,
di saat massa Kristen di depan Gereja Sejahtera mencoba melakukan
pelemparan terhadap mobil tersebut, tiba-tiba aparat keamanan
melakukan penembakan ke arah massa.

Hingga berita ini diturunkan masih terjadi pembakaran terhadap
rumah-rumah kedua belah pihak namun belum dapat diidentifikasikan
berapa jumlah rumah yang rusak dan terbakar, tetapi menurut pengamatan
sementara diperkirakan berjumlah 30 buah lebih  oleh karena situasi
belum aman, sedangkan jumlah pengungsi baik Islam maupun Kristen
diperkirakan berjumlah 1.000 jiwa lebih. Korban jiwa dalam peristiwa
ini 1 (satu) orang, korban panah 1 (satu) orang dan korban luka akibat
lemparan, belum dapat diindentifikasi.


Yayasan Sala Waku Maluku


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke