'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 5 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Mogok Massal Lumpuhkan Aceh
*KPU Akhirnya "Menyerah"
*BPK Temukan Penyimpangan
Pelaksanaan "Ruilslag" Bulog-Goro
*Jika Dephut Ikut Berdagang, Jangan Harap Hutan Lestari

---Internasional---
*Setiap Hari Warga Etnis Serbia Masih Alami Siksaan

---English Section---
*Stain on the harbour
*Pediatrics Group Offers Tough Rules for Television

Mogok Massal Lumpuhkan Aceh
-------------------------------------
Banda Aceh, Kompas
Denyut jantung Kota Banda Aceh-ibu kota Daerah Istimewa Aceh-tak berjalan
normal setelah aksi mogok massal secara damai hari pertama, Rabu (4/8),
menjadi kenyataan. Kecuali apotek, seluruh toko dan warung tutup.
Lhokseumawe, pusat perdagangan dan kawasan industri besar migas dan
petrokimia di Aceh, juga lumpuh total. Hal serupa tampak di kota-kota
sepanjang Banda Aceh-Kuala Simpang yang bagaikan mati akibat semua
aktivitas masyarakat tidak berjalan. Jalan raya Banda Aceh-Medan sepi serta
seluruh kegiatan perdagangan terhenti total. Ini juga akibat armada bus
angkutan penumpang umum trayek Medan-Banda Aceh tidak beroperasi
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/05/UTAMA/mogo01.htm

KPU Akhirnya "Menyerah"
-------------------------------
JAKARTA-Para anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya "menyerah'' untuk
menerima hasil tabulasi penghitungan suara yang ditandatangani Presiden BJ
Habibie melalui Keppres Nomor 92/1999.
Ketua KPU Rudini usai memimpin rapat pleno kemarin di Jakarta mengatakan,
KPU sepakat untuk menggunakan keputusan Presiden itu sebagai titik tolak
program kerja berikutnya. Yaitu penyusunan anggota DPRD I dan DPRD II,
utusan daerah, dan lain-lain.
Kendati demikian, Rudini menolak kalau dikatakan KPU menyerah.
Dikatakannya, pihaknya tidak ingin bertele-tele lagi karena harus segera
menyelesaikan pekerjaan lainnya.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/05/nas2.htm

BPK Temukan Penyimpangan
Pelaksanaan "Ruilslag" Bulog-Goro
---------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah penyimpangan yang serius
dalam pelaksanaan ruilslag (tukar aset) antara Bulog dan PT Goro Batara
Sakti (GBS). Penyimpangan ini menimbulkan potensi kerugian negara yang
mencapai puluhan miliar rupiah.
Saksi ahli dari BPK, Drs Mampan Manalu (48) yang didengarkan keterangannya
pada persidangan terdakwa Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) berkaitan
perkara korupsi antara Bulog dan GBS, dihadapan majelis hakim PN Jakarta
Selatan, Rabu (4/8) pagi mengatakan, selain dari penyimpangan itu, BPK
menilai di dalam perencanaan hingga pelaksanaan ruilslag, posisi Menteri
Keuangan kelihatannya terjepit dalam menjalankan kewenangannya sesuai
aturan yang berlaku.
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/040899/Headline/hl08/hl08.html

Jika Dephut Ikut Berdagang, Jangan Harap Hutan Lestari
--------------------------------------------------------------------------
TELEPON genggam tiga petinggi asosiasi kehutanan kemarin pagi berdering
hampir bersamaan dari orang yang sama. "Saya cuma mau konfirmasi apakah
mereka benar mengatakan seperti apa yang ditulis Media," kata seseorang di
seberang sana.
Rupanya, sang penelepon itu adalah Dirjen Pengusahaan Hutan Produksi
Waskito Soerjodibroto. 'Komandan' para pemegang HPH ini marah atas
pernyataan keras ketiga orang penting di kalangan kehutanan itu Selasa
(3/8). Mereka adalah Ketua Masyarakat Perhutanan Indonesia (MPI) Sudrajat,
Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Adi Warsita Adinegoro, dan
Sekjen MPI Reformasi Zein Masyhur.
Seperti lazimnya di era reformasi, ketiga kolega Waskito itu mengkritik
kebijaksanaan Menhutbun Muslimin Nasution tentang izin HPH baru. Pasalnya,
selain terkesan emosional, pengalihan HPH eks kroni Cendana ini belakangan
dinilai tidak transparan dan berbau KKN
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/05/UTAMA05.html

---Internasional---
Setiap Hari Warga Etnis Serbia Masih Alami Siksaan
-------------------------------------------------------------
Pristina, Pembaruan
Konflik di Kosovo telah usai, nasib warga minoritas Serbia dan kaum gipsi
mulai terbengkalai. Mereka sering diganggu, diejek, dan dipukuli, bahkan
sampai ada yang dibunuh.
Perilaku sedemikian itu terjadi tiap hari di provinsi yang sudah
morat-marit akibat bombardir NATO. Rupa-rupanya perlakuan tidak mengenakkan
itu sebagai upaya sistematis untuk memaksa mereka (warga minoritas Serbia
dan kaum gipsi) supaya segera angkat kaki dari wilayah Kosovo.
Sejumlah personil militer, yang tergabung dalam NATO, pun diam-diam saja
melihat perlakuan kasar warga etnis Albania terhadap minoritas Serbia dan
kaum gipsi, demikian satu kelompok hak asasi manusia (HAM) terkemuka di New
York, Selasa (3/8).
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/040899/LuarNegr/ln02/ln02.html

---English Section---
Stain on the harbour
-------------------------
The owners of the Italian tanker Laura D'Amato last night accepted blame
for one of Sydney's biggest oil spills - 80,000 litres of crude oil forming
a 10-kilometre slick on the harbour.
The Naples-based shipping company Fratelli D'Amato said that the spill,
eight times worse than at first estimated, had been caused by an open
valve. It accepted liability for all clean-up costs and property damage.
The clean-up continued overnight in tandem with efforts to contain the
spill, whichextended from the Gladesville Bridge to Rose Bay. The slick had
passed under the Harbour Bridge and oil could be seen around the Opera
House.
More: http://www.smh.com.au/news/9908/05/pageone/pageone1.html

Pediatrics Group Offers Tough Rules for Television
-----------------------------------------------------------------
By LAWRIE MIFFLIN
hildren under 2 years old should not watch television, older children
should not have television sets in their bedrooms and pediatricians should
have parents fill out a "media history," along with a medical history, on
office visits, according to recommendations by the American Academy of
Pediatrics.
Saying television viewing can affect the mental, social and physical health
of young people, the academy for the first time has laid out a plan for how
pediatricians and parents can better manage children's use of television
More:
http://www.nytimes.com/library/national/science/080499hth-children-media.ht
ml
++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke