''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Rabu, 4 Agustus 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" *Partai Gurem Bertele-tele, Wakil Pemerintah Walk Out *Parpol Berbeda Pendapat soal Pengadilan Soeharto *Untuk Amankan Posisi Habibie Sejumlah Menteri Bakal Jadi Anggota MPR-UD *1.500 Warga Keturunan Eksodus dari Ambon ---Internasional--- *Uskup Ragukan Kebangkitan Yesus *Raja Abdullah Kembali Menyamar ---English Section--- *Indian rail minister quits after disaster *El Ni�o rains claim 150 lives and drive 150,000 from home +++++++ Partai Gurem Bertele-tele, Wakil Pemerintah Walk Out -------------------------------------------------------------- Merasa dipermainkan sejumlah partai gurem di KPU, akhirnya, Presiden Habibie memutuskan hasil Pemilu 1999 sah. Keputusan itu diambil Habibie selaku presiden yang mendapat amanat MPR sebagai penanggung jawab pemilu. "Jadi, saya harus ambil keputusan untuk mengesahkan hasil pemilu. Dan, tahapan-tahapan berikutnya bisa dilanjutkan," ujar Habibie ketika berdialog dengan para pemimpin parpol yang hadir dalam forum silaturahmi di Istana Merdeka, kemarin. Di pihak lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin gagal lagi mengesahkan hasil pemilu. Sidang yang dipimpin Rudini ini ternyata tidak mampu membuat keputusan. Padahal, kemarin merupakan kesempatan terakhir bagi KPU untuk membuat pengesahan. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/4ags/ut4ag3.htm Parpol Berbeda Pendapat soal Pengadilan Soeharto --------------------------------------------------------- JAKARTA - Acara silaturahmi dengan para pemimpin parpol peraih suara pemilu di Istana Merdeka kemarin juga dimanfaatkan Presiden Habibie untuk mendapatkan masukan dalam rangka pengusutan terhadap Soeharto. Tapi tampaknya, ada perbedaan an-tarpemimpin parpol mengenai proses hukum terhadap Soeharto yang kini sedang sakit. Sekitar 15 menit Presiden membacakan pidato-nya, yang secara umum membahas pelaksanaan pemilu, dan ditutup dengan pernyataan pemilu sah. Setelah itu, Habibie mengajak tamu-tamunya menuju ruang kredensial yang saat itu sudah ''disulap'' menjadi ruang makan. Tapi acara makan siang yang disusul tukar pikiran itu tertutup untuk pers. Jika menyimak keterangan para peserta silaturahmi, tampaknya acara itu secara khusus membahas proses pengadilan terhadap Soeharto Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/04/nas2.htm Untuk Amankan Posisi Habibie Sejumlah Menteri Bakal Jadi Anggota MPR-UD ------------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Meski anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Utusan Daerah (MPR-UD) baru akan ditentukan dan dipilih oleh anggota DPRD I hasil Pemilu 1999, sejumlah menteri pada Kabinet Reformasi Pembangunan, mantan menteri, dan pimpinan teras DPP Partai Golkar, diproyeksikan bakal lolos ke Senayan menjadi anggota MPR-UD. Demikian diungkapkan salah seorang Ketua DPP Golkar yang tidak bersedia disebutkan namanya, Selasa (3/8), di Jakarta. Menurut dia, diproyeksikannya sejumlah menteri, mantan menteri dan pimpinan teras Golkar itu dimaksudkan untuk mengamankan posisi BJ Habibie sebagai calon presiden dari Golkar pada Sidang Umum MPR nanti. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9908/04/UTAMA/seju01.htm 1.500 Warga Keturunan Eksodus dari Ambon ----------------------------------------------------------------------- AMBON (Media): Sedikitnya 1.500 warga keturunan Tionghoa mulai meninggalkan Ambon secara besar-besaran. Eksodus warga keturunan tersebut akan diperkirakan masih terus berlanjut hingga dua minggu mendatang. Keterangan yang diperoleh Media, Senin (3/8) di Ambon menyebutkan eksodus besar-besaran warga keturunan Tionghoa itu terjadi beberapa hari terakhir ini dan diperkirakan masih akan terus berlangsung pada setiap kesempatan. Sebagian besar warga keturunan ini menumpang kapal laut dan pesawat, menuju Manado, Surabaya, Jakarta, dan beberapa kota di Irian Jaya. Bahkan sebagian lagi memilih menetap di Kodya Ternate, Namlea (Pulau Buru) dan Masohi (ibu kota Maluku Tengah). Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/04/NUS04.html ----Internasinal--- Uskup Ragukan Kebangkitan Yesus --------------------------------------- LONDON - Uskup Agung Canterbury George Carey, pemimpin 70 juta umat Anglican, membuat heboh Inggris gara-gara keraguannya tentang kebangkitan kembali Yesus Kristus (Nabi Isa). Menurut koran Mail, Carey bisa menggoyahkan keyakinan umat Kristen, sebab dalam pidato mileniumnya nanti dia menyatakan kepada penganut Anglican: ''Kita tidak tahu apakah Yesus akan betul-betul bangkit kembali dari kematian''. ''Dengan jujur saya dapat katakan kepada Anda semua, dikarenakan kita tidak secara pasti tahu Yesus benar-benar (pernah) hidup dan juga tidak tahu pasti dia disalib, maka kita pun tidak tahu dengan pasti apakah dia akan dibangkitkan kembali oleh Tuhan,'' kata Uskup Agung Carey, dalam pesan mileniumnya itu, yang berjudul ''Jesus 2000'' Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/04/int3.htm Raja Abdullah Kembali Menyamar ------------------------------------------- AMMAN (AFP): Raja Abdullah II dari Yordania, yang resmi bertakhta sejak Juni lalu, tampaknya gemar sekali melakukan kunjungan incognito atau menyamar. Jika Rabu pekan lalu, Raja Abdullah berpura-pura menjadi wartawan televisi, Senin kemarin, menyaru sebagai warga biasa yang mengendarai mobil untuk mengecek cara kerja para polisi. Raja Abdullah melakukan incognito tanpa membawa mobil Mercedes kerajaan, dan berpakaian seperti warga Yordania biasa. Dia membawa selembar SIM palsu sebagai senjata dan bertemu dengan para polisi lalu lintas di Amman, ibu kota Yordania--tentu saja tanpa pengawalan apa pun. Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/04/INT08.html ---Englsih Section--- Indian rail minister quits after disaster ---------------------------------------------- By Himangshu Watts GAISAL, India, Aug 3 (Reuters) - India's Railway Minister Nitish Kumar resigned on Tuesday to take moral responsibility for a head-on collision of two crowded trains as the death toll in the crash mounted to 260. Chances of finding survivors were dim as workers at the crash site in eastern India's West Bengal state continued to pull bodies from the wreckage. District official Prashant said there were no cries from the wreckage to indicate survivors. "It is a hopeless case as there are no cries for help," he said. More: ://www.feeds.cc/news_web/news/GLANCE-G:RCOM/GLANCE-G:RCOM-nDL001844.00-51-2 6.html El Ni�o rains claim 150 lives and drive 150,000 from home ---------------------------------------------------------------------- TYPHOONS and heavy rains have killed at least 150 people, left 150,000 homeless and submerged towns and farmland across eastern Asia. The greatest number of casualties was in South Korea, where at least 54 people were reported dead or missing after five days of storm-force winds and torrential rain. North Korea has been similarly hit, with whole towns near the border area submerged, but both countries have yet to face the full brunt of Typhoon Olga, which was expected to arrive late yesterday. In the Philippines, President Joseph Estrada declared a state of emergency in the capital, Manila, after the worst rainfall in 25 years meant 60,000 people had to be moved to temporary shelters. Streets were turned to mud-brown rivers, and huge military lorries, amphibious vehicles and rubber boats were brought in yesterday to rescue people trapped on their roofs. More: http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=qsxsXJR9&atmo=hhhhhhs e&pg=/et/99/8/4/wflood04.html +++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
