'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Senin, 16 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
** Bendera CNRT Mulai Berkibar
    Xanana: Kibarkan Bendera Perdamaian
**Golkar Terbuka untuk Ganti Capres
**Uang Novanto Harus Diserahkan ke Negara
**PKB Tetap ke Mega, Tolak Move Poros Tengah
**Rakyat Terlalu Lama Jadi Obyek
   Manipulasi Logika Politik

...........................................................................
.
Bendera CNRT Mulai Berkibar
Xanana: Kibarkan Bendera Perdamaian
----------------------------------------------
Dili, Kompas
Komandan Forcas Armadas da Libertacao Timor Leste (Falintil) Kay Rala
Xanana Gusmao - yang masih berada dalam tahanan rumah di Jakarta -
menegaskan, semua masyarakat Timor Timur (Timtim) wajib mengibarkan bendera
perdamaian. Dalam arti, menempatkan rasa perdamaian dan keadilan di atas
kepentingan pribadi.
Pesan Xanana itu disampaikan melalui pidato rekaman dalam upacara
pengibaran bendera sekaligus peresmian kantor Conselho Nacionale
Resistancia de Timorese (CNRT) di Lecidere, Dili timur, Minggu (15/8), yang
dihadiri ribuan pendukungnya.
Inilah pertama kali bendera prokemerdekaan berkibar secara resmi di Timtim.
Hari Minggu kemarin, memang giliran prokemerdekaan untuk mengisi hari kedua
kampanye menjelang penentuan pendapat pada 30 Agustus 1999.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/16/UTAMA/xana01.htm

Akbar Tandjung:
Golkar Terbuka untuk Ganti Capres
-------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Akbar Tandjung
mengemukakan, bukan tidak mungkin partainya meninjau kembali pengajuan BJ
Habibie sebagai calon presiden bila ternyata dukungan terhadap pencalonan
Habibie tidak signifikan untuk menjadi pemenang dalam Sidang Umum MPR.
Namun, sesuai hasil keputusan Rapim Partai Golkar, pihaknya masih akan
berusaha menjual calon presidennya ke partai-partai lain agar memperoleh
suara mayoritas dalam SU MPR.
Tandjung mengemukakan hal itu dalam seminar mengenai Sidang Umum MPR yang
diselenggarakan Forum Silaturahmi Wartawan Indonesia (Forsiwi) di Jakarta,
Sabtu (14/8). Pernyataan itu dilontarkan Tandjung setelah didesak untuk
menjawab mengenai kemungkinan Golkar menarik dukungannya terhadap Habibie
menyusul pertemuannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
Soekarnoputri
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/16/UTAMA/golk01.htm

Uang Novanto Harus Diserahkan ke Negara
----------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Rencana Setya Novanto dan Djoko S. Tjandra mengembalikan dana hasil
perjanjian cessie ke Bank Bali (BB) melalui BI memperoleh tanggapan para
pakar hukum. Mereka berpendapat, dana Rp 540 miliar itu tak bisa diserahkan
begitu saja ke Bank Bali sebelum ada keputusan pengadilan. Selain itu,
pengembalian itu tidak secara otomatis menghapus unsur pidana dalam
transaksi tersebut.
Guru besar ilmu hukum pidana UI Prof Dr Loebby Loqman meminta masyarakat
agar menanggapi hal itu secara wajar-wajar saja. ''Kalau uangnya
dikembalikan, ya silakan saja. Masalahnya, apakah mengembalikan uang itu
kepada Bank Bali sudah tepat. Kalau, misalnya, pengadilan membuktikan yang
dirugikan Bank Bali, ya dikembalikan ke Bank Bali. Tapi, kalau yang
dirugikan negara, ya harus dikembalikan ke BPPN," tuturnya.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/16ags/de16h3.htm


Tak Mau Gus Dur Jadi Tumbal
PKB Tetap ke Mega, Tolak Move Poros Tengah
--------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ternyata tetap melihat sebelah mata
berbagai langkah fraksi poros tengah yang dipelopori Ketua Umum PAN Prof Dr
M. Amien Rais. Buktinya, dalam rapat pemimpin (rapim) yang berlangsung di
Hotel Penisula, Jakarta, kemarin, partai warga NU ini sama sekali tak
membahas pencalonan Ketua Umum PB NU KH Abdurrahman Wahid sebagai presiden
dari kekuatan yang digalang partai-partai Islam itu.
PKB hampir dipastikan bergeming dari sikap semula dalam hal presiden
mendatang. ''Selama rapim berlangsung, persoalan poros tengah memang tidak
dibahas. Kami memandang bahwa poros tengah bukan merupakan kekuatan riil.
Karena itu, kami tidak perlu meresponsnya. Kita cuekin saja,'' tandas Ketua
DPP PKB Khofifah Indar Parawansa di sela-sela mengkuti rapim kemarin.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/16ags/de16h1.htm

Soal Kasus Ambon, Aceh, dan Timtim
Rakyat Terlalu Lama Jadi Obyek
Manipulasi Logika Politik
-------------------------------
Yogyakarta (Bali Post)-
Maraknya kerusuhan di Ambon, Aceh dan Timtim sumber utamanya tetap sama,
yaitu masih memusatnya pemerintahan di Jakarta dan menempatkan rakyat
sebagai obyek dengan aneka macam manipulasi logika politik. Kondisi ini
diperparah dengan masuknya pendatang yang notabene punya kemampuan
kreativitas tinggi dalam menangkap peluang sehingga memicu konflik dengan
penduduk asli.
Demikian sosiolog dari Fisipol UGM, Dr.Nasikun kepada wartawan di
Yogyakarta, Sabtu (14/8), mengomentari tindak kekerasan di Ambon dan Aceh.
Menurut Nasikun, ketegangan-ketegangan di ketiga daerah itu sudah lama
terjadi sejak Orba berkuasa. Hanya saja tali pengikat lewat kekuasaan
sentralistik dari Jakarta tiba-tiba terputus sejak tumbangnya rezim Orba.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/8/16/n1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke