Salam sejahtera, Berikut kami postingkan artikel dari "SUARA MALUKU" berkenaan dengan isu pasokan senjata dari Israel dalam kerusuhan Ambon. Semoga berguna. Redaksi Eskol-Net ---------------------- SUARA MALUKU, Ambon, Sabtu, 7 Juni 1999 --------------------------------------------------------- Semmy Waeleruny, SH, Soal Tuduhan Pakai Senjata Israel "ITU TUDUHAN YANG MELECEHKAN TNI dan POLRI. Adanya tuduhan bahwa dalam pertikaian antar warga yang terjadi tanggal 27 Juli lalu, kelompok merah ada yang mema- kai senjata api buatan Israel, sebagaimana yang diatakan Ke- tua Advokasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Najib Attamimi, SH., yang dilansir salah satu harian Ibukota, edisi Rabu, 4 Juli, akhirnya ditanggapi serius oleh salah seorang anggota Tim Advokasi Gereja Protestan Maluku (GPM), Sem- my Waeleruny, SH. Kemarin. Semmy yang dihubungi Suara Maluku mengatakan, tuduhan pemakaian senjata buatan Israel yang dikatakan sudah terbuk- ti, adalah pernyataan yang dibuat-buat, akal-akalan, dan me- rupakan strategi pemutar balikan fakta yang selama ini telah dijalankan. "Kami tidak kaget dengan pernyataan bohong seperti itu, kare- na memang selama ini pernyataan yang disampaikan semua- nya bohong, memutar balikan fakta dengan tujuan untuk membangkitkan emosi golongan agama dan memecah-belah persatuan dan kesatuan", kata Semmy. Hal ini terbukti, kata Semmy lagi, ketika pecah kerusuhan 19 Januari hingga bulan Maret lalu, mayoritas informasi yang di- sampaikan ke media masa nasional, adalah memutar balikan fakta dan rekayasa semata. "Khan sudah terbukti dengan adanya keputusan pengadilan yang ternyata berlainan dengan pernyataan-pernyataan mere- ka", kata Semmy. Menurutnya, dengan tuduhan pemakaian senjata buatan Isra- el oleh kelompok berikat kepala merah, seperti dikatakan Na- Jib Attamimi , maka sercara langsung pernyataan itu bermak- na meremehkan kemampuan pengamaman negara yang dija- lankan TNI dan POLRI. "Itu tuduhan yang melecehkan ke - mampuan TNI n POLRI", tegas Semmy lagi. Sebab lanjutnya, bagaimana mungkin pasokan senjata dari Is- rael, apalagi dikatakan jenis senjata berat itu bisa lolos dari pe- ngamatan dan pengamanan aparat TNI dan POLRI, sementara Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut. "Sungguh saya sangat sayangkan pernyataan seperti itu. Apa- lagi disampaikan oleh seorang pengacara yang notabene harus menjunjung tinggi etika dn moral hukum", ungkapnya. Kenyataan di lapangan dari hasil penyitaan senjata api rakitan oleh aparat keamanan, semua senjata itu adalah buatan sendiri atau rakitan warga dari bulan-bulan sebelumnya, walaupun ada di antaranya yang menggunakan peluru standar ABRI. "Itupun dimiliki kedua kelompok yang bertikai", tandasnya. Semmy lantas memprediksikan pernyataan itu, adalah bagian dari misi kelompok separatis yang hendak merubah dasar ne- gara Pancasila, dengan dasar negara berdasarkan ajaran agama tertentu. "Saya dapat buktikan, sebelum kerusuhan 19 Januari lalu, ternyata sudah terbentuk "Tim Advokasi Idul Fitri Berda- rah" , pada tanggal 6 Januari. "Ini maksudnya untuk apa? Jadi siapa sebenarnya dibalik rente- tan kerusuhan Ambon, bisa ditebak sendiri", ungkap Semmy di- plomatois. (tim). "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
