**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Salam sejahtera,
Rekan pembaca sekalian, berikut ini kami sampaikan laporan dari Gereja
Katolik Bontang tentang pembakaran gedung gereja mereka pada 5 Juli 1999
yang lalu. Kiranya berita ini makin menggugah kita untuk saling
memperhatikan dan saling mendoakan antar umat, supaya bisa saling
menguatkan.
Redaksi Eskol-Net
================
KRONOLOGIS PEMBAKARAN
GEREJA KATOLIK "PAROKI SANTO YOSEPH"
BONTANG
Tempat: Bontang, Kaltim
Nama Gereja: Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius, paroki St. Yoseph
Hari/ Tgl: Senin, 5 Juli 1999
Waktu: Pk. 15.00 WITA
Gembala Sidang: Pastor Petrus Maria Mitro Dharmo Omi
I. PENGANTAR
Pada hari senin tanggal 5 Juli 1999, sekitar jam 15.00 telah
terjadi kebakaran Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius di Kaliorang SP
III Desa Citra manunggal, Kecamatan Sangkulirang. Laporan tentang kejadian
tersebut diterima Paroki St. Yoseph Bontang melalui telepon dari Sangatta
pada tanggal 6 Juli 1999. Pastor paroki dalam waktu yang singkat membentuk
Tim Klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Tim terdiri dari Angota Dewan
Paroki St. Yoseph dan Dewan Wilayah St. Petrus. Dewan Wilayah St.Petrus
merupakan Bapak Asuh stasi Fransiskus XaveriusKaliorang SP III.
Tugas yang harus dilaksanakan oleh tim adalah meninjau lokasi
kebakaran, mengambil foto dan mengumpulkan data menyangkut hal-hal yang
telah dilakukan oleh Ketua Stasi serta menampung semua pendapat, perasaan
dan tanggapan dari umat Katolik setempat sekaligus mencoba mendapat masukan
dari masyarakat di Satuan Pemukiman III tersebut. Kunjungan oleh anggota
Tim telah dilaksanakn pada tanggal 24-25 Juli 1999.
II. HASIL KLARIFIKASI
GEREJA ST. FRANSISKUS XAVERIUS KALIORANG SP III
Pada tahun 1989, Pemerintah melalui Departemen Transmigrasi
memindahkan 47 Kepala Keluarga (150 Jiwa) dari Nusa Tenggara Timur ke
Satuan Pemukiman III Kaliorang Kecamatan Sangkulirang. Sebagian besar
rombongan ini beragama Katolik. Mereka di tempat yang baru menjadi sebuah
Stasi dengan nama Stasi Fransiskus Xaverius.
Bangunan Gereja untuk ibadat belum ada. Ibadat dilakukan
berpindah-pindah dari rumah keluarga yang satu ke rumah yang lainnya. Usaha
mendirikan bangunan Gereja terus dilakukan. Pastor Tomo Wijoyo MSF melihat
sebuah lokasi yang bagus untuk dibangunnya sebuah bangunan Gereja, sebuah
bukit. Namun pada waktu itu lokasi tersebut menjadi milik seorang warga
transmigran yang tidak beragama Katolik. Seorang warga Katolik bernama Bp.
Lambertus mengadakan tukar ladang dengan pemilik tanah di lokasi tersebut
Bp. Iman sukarto dengan tambahan uang Rp 110.000., Tanah sudah menjadi
milik Bp. Lambertus dan dengan senang hati Bapak tersebut menghibahkan
tanah tersebut untuk pembangunan sebuah Bangunan Gereja kepada Stasi. Hibah
tersebut diketahui oleh Kepala Urusan Pemukiman Transmigrasi, bekas Pemilik
tanah (Bp. Iman Sukarto) dan Bp. Cornelius Lio, Ketua Umat di situ. Bukti
hibah tertulis dalam sebuah surat hibah yang sah.
Sejak tahun 1991 hingga 1993, bangunan Gereja atas usaha swadaya
Umat Katolik setempat dapat didirikan dengan kondisi yang seadanya.
Bangunan Gereja berdiri dengan luas 5 X 12 meter. Pada tahun 1997 bangunan
Gereja tersebut mendapat bantuan dana dari Dewan Stasi St.Petrus Loktuan
untuk renovasi. Pada tahun ini juga Gereja St. Fransiskus Xaverius
diberkati oleh Pastor Petrus Maria Mitro Dharmo, OMI, Pastor Paroki.
Saat itu jumlah umat Katolik di SP III Kaliorang ini berjumlah 196
jiwa dengan 47 KK.
Kebakaran terjadi pada hari Senin tanggal 5 Juli 1999 sekitar pukul 15.00.
Pada saat itu hujan rintik-rintik yang sebelumnya didahului dengan hujan
lebat. Seorang ibu yang sedang dalam perjalanan ke KUD untuk berbelanja
melihat asap mengepul dari atap bangunan Gereja.
Setelah beberapa umat diberitahu, mereka menuju ke lokasi untuk
memadamkan api. Namun usaha tersebut gagal karena setelah dilihat dari
dekat, api membakar bangunan dari semua arah. Terlihat sumber api tidak
dari satu titik melainkan dari beberapa titik. Bangunan Gereja tersebut
tidak dapat diselamatkan.
Kejadian telah dilaporkan kepada semua pihak yang terkait seperti kepada
Kepala Desa, Camat dan Kapolsek (Tripika). Laporan tertulis kepada pihak
yang terkait disampaikan pada tanggal 9 Juli 1999. Laporan berisi waktu
kejadian, dan kerugian harta benda yang dialami. Khususnya laporan kepada
Kapolsek Sangkulirang telah mendapat balasan Surat Keterangan Telah
Melapor.
Walaupun telah melapor pada tanggal 9 Juli 1999, hingga pada
tanggal 24 - 25 juli 1999 ketika tim Klarifikasi tiba di lokasi, pihak
berwajib belum mengadakan peninjauan lokasi kejadian.
Dilaporkan bahwa bangunan Gereja terletak di atas bukit dan merupakan
satu-satunya bangunan yang ada. Jarak dari pemukiman lebih dari 500 meter.
Tidak ada listrik ataupun alat yang dapat menjadi sumber api.
Tim klarifikasi juga mendapat kesempatan bertemu dengan Kepala Desa dan
Ketua RT setempat. Kepala Desa dan perangkatnya baru saja dipilih yang
berarti relatif baru memimpin Desa tersebut.
USAHA PEMBANGUNAN KEMBALI
Setelah kejadian kebakaran tersebut, Kepala Desa telah mengadakan pertemuan
dengan semua tokoh masyarakat. Hasil pertemuan tersebut adalah kesempatan
dari 9 RT yang ada untuk bergotong royong membangun kembali bangunan
Gereja tersebut. Namun usaha tersebut belum menjadi kenyataan karena
terbentur pada kenyataan tidak adanya tindak lanjut dari pihak berwajib
yang seharusnya mengadakan penyelidikan.
Himbauan:
1. Doakan agar usaha pembangunan kembali gereja dan pemulihan jemaat bisa
segera dilaksanakan
2. Bagi anda yang tergerak untuk membantu, baik secara dukungan moral
maupun bantuan dana atau material bangunan, bisa menghubungi Pastor Petrus
di Kotak Pos 111, Bontang 75301, Tel . (0548) 552227, 552226.
3. Agar tetap waspada terhadap perubahan suasana, khususnya bagi mereka
yang tinggal di daerah yang rawan.
4. Mempererat jalinan silaturahmi dan tidak bersikap eksklusif terhadap
warga sekitar.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l