'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 18 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Keterlibatan Anak Pejabat, Ujian Aparat
*Rudini Dituduh Korupsi, Tobing akan Diperiksa
*Pidato Habibie Tak Sentuh Masalah
*Mega nyatakan pertemuannya dengan Matori suatu 'langkah konkret'

---English Section---
*QC suggests a Nazi cover-up
*Up From The Apes
++++++++++++++

Keterlibatan Anak Pejabat, Ujian Aparat
 ------------------------------------------------
DITANGKAP POLISI: Letda Inf Agus Isrok, putra KSAD, sedang diperiksa
polisi. Ia tertangkap basah membawa sekoper obat bius di Hotel Travel
kawasan Mangga Besar, Jakarta. (Foto: Suara Merdeka/repro Tempo/SCTV-77k)
MUNGKIN kalau pada era Orba, suatu kasus yang melibatkan pejabat atau
keluarga pejabat bisa dengan mudah ditempuh jalur khusus. Yaitu bisa
dipetieskan atau mungkin dianggap tidak ada masalah. Biasanya yang menjadi
sasaran tembaknya atau kambing hitamnya orang lain yang siap jadi bemper.
Dalam zaman reformasi ini sebetulnya hal-hal semacam itu tidak perlu
terjadi. Namun sayang, masih ada juga pihak-pihak tertentu yang mencoba
untuk mengelabui hukum. Simaklah kasus penangkapan terhadap anak KSAD yang
terlibat dalam kasus peredaran narkotik.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9908/18/nas6.htm

Rudini Dituduh Korupsi, Tobing akan Diperiksa
-------------------------------------------------------------
JAKARTA (Media): Ketua PPI Jacob Tobing terancam diperiksa Dewan Kehormatan
sedangkan Ketua KPU Rudini dituding ICW terlibat korupsi dalam lembaga yang
dipimpinnya itu.
Namun Rudini membantah tuduhan Indonesian Corruption Watch (ICW). "Saya
tidak pernah terlibat dalam proses tender proyek. Semua itu urusan tim yang
menanganinya dan Sekum Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Rudini di
Jakarta, Senin, ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai tuduhan ICW
atas dugaan keterlibatannya dalam sejumlah kasus korupsi di KPU.
Rudini mengakui dirinya memang menandatangani surat keputusan pelaksana
proyek pengadaan barang keperluan pemilu yang diajukan Sekum, namun tidak
turut menentukan perusahaan mana yang memperoleh tender itu.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/18/POL02.html

Pidato Habibie Tak Sentuh Masalah
--------------------------------------------
Pidato kenegaraan Presiden Habibie tidak menyentuh inti permasalahan yang
terjadi di Indonesia. Habibie hanya menanggapi setiap masalah yang muncul
dengan mengeluarkan pernyataan. Badan pengawas reformasi total, Bapertal
menganggap Habibie tidak mampu menjalankan pemerintahan. Bapertal
menyatakan tanggapan atas pidato kenegaraan Habibie hari Senin sore di
Jakarta.
Anggota Bapertal Adang Suharjo menyatakan kelemahan pidato Habibie terutama
pada dua hal. Yaitu penanganan kasus KKN dan ancaman disintegrasi bangsa.
Dalam penanganan kasus KKN, Bapertal mencatat tidak ada satu katapun yang
menyinggung masalah dugaan korupsi Ghalib dan bekas presiden Soeharto.
Selengkapnya:
http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=16081999-68h-7

Mega nyatakan pertemuannya dengan Matori suatu 'langkah konkret'
---------------------------------------------------------------------------
--------
JAKARTA, Mandiri
Megawati, ketum PDI Perjuangan, partai yang banyak dituduh tak juga
menempuh langkah konkret guna menunjukkan posisinya dalam berbagai isu
besar nasional, menyebut pertemuannya dengan ketum PKB Matori Abdul Djalil,
Senin petang di Jakarta, sebagai 'jawaban atas tuduhan' tersebut.
"Ini suatu pertemuan yang sudah dijadwal dan merupakan salah satu program
PDI Perjuangan. Hari ini kami datang secara formal untuk menentukan langkah
konkret menjelang Sidang Umum (SU) MPR," katanya kepada pers.
Selengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/0899/bt160899_9.html

*English Section---

QC suggests a Nazi cover-up
------------------------------------
By GERARD RYLE and GARY HUGHES
The former head of Australia's war crimes unit has called for a government
inquiry into whether the full extent of postwar recruitment of Nazi
scientists had been covered up.
Mr Robert Greenwood, QC, said yesterday that it was possible a previous
inquiry was misled so that the scientists escaped the scrutiny of the
Special Investigations Unit (SIU). "It wouldn't surprise me, because
obviously it would have been politically very unpopular if it had become
known at the time," he said
More: http://www.smh.com.au/news/9908/18/pageone/pageone8.html

Up From The Apes
Remarkable New Evidence Is Filling In The Story Of How We Became Human
---------------------------------------------------------------------------
-------------------
BY MICHAEL D. LEMONICK AND ANDREA DORFMAN
Despite the protests of creationists and their intellectual allies, and
such efforts as the Kansas school board's vote last week to expunge
evolution from the school curriculum, science has long taught that human
beings are just another kind of animal, but most of the time this seems
like a technicality. It's not just the obvious differences--language,
civilization, technology--that set us apart. Even basic biology suggests
that humanity has special status. Virtually every other type of animal
comes in multiple varieties: dozens of species of monkeys, antelopes,
whales and hawks walk, swim or fly the earth, to say nothing of beetles,
whose hundreds of thousands of species inspired biologist J.B.S. Haldane's
famous quip that God must have had "an inordinate fondness" for them. Even
our closest kin, the great apes, fall into four species, divided into
several subspecies.
More: http://www.pathfinder.com/time/magazine/articles/0,3266,29513,00.html
++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke